Untukmu Lelaki yang Mengayuh Waktu Bersamaku

Bismillah

🌿🌿🌿

Untukmu, lelaki yang mengayuh waktu bersamaku ….

Pada akhirnya, engkaulah yang kupilih. Engkaulah akhir dari segala perjalananku menyisir beberapa hati. Engkaulah satu-satunya orang yang membuatku berhenti berlari. Engkaulah satu-satunya yang membuatku sepenuhnya menyadari bahwa dicintai itu teramat penting.

Kautahu, Sayang? Tak ada tempat terindah di dunia ini untuk membuatku terlelap selain dadamu yang bidang. Tak ada tempat ternyaman berbagi kisah selain pundakmu kala aku terisak-isak.

Tidak ada rumah tempatku berpulang selain kamu. Engkaulah rumah … tempatku mengadu rindu dan mengulum senyuman. Engkaulah rumah … tempatku menggamit asa hingga ke surga. Engkaulah rumah … tempatku menetap, tak hanya sesaat, tetapi sampai akhir hayat.

Kusadari, kita bukanlah dua orang manusia yang sempurna. Adakalanya kita bertengkar hebat, merasa penat, hingga mungkin terkadang tangan meronta ingin tak lagi terikat.

Mungkin kau akan lupa dengan janjimu di hadapan ayahku, atau mungkin aku tersilap menyakiti hatimu. Lalu saat engkau kesal terhadapku hingga suaramu yang terus memekakkan telingaku.

Satu hal yang harus kauingat, Sayang. Tak peduli seberapa hebat kita bertengkar nanti, genggamlah tanganku, jangan kaulepas ikatan ini. Jangan percaya kala kukatakan aku membencimu saat aku tak mampu mengendalikan diri. Sematkan dalam pikiranmu bahwa aku akan tetap mencintaimu meski apa yang terjadi.

Terima kasih karena telah menyembuhkan lukaku, Sayang.

Terima kasih telah bersedia mengumpulkan kepingan-kepingan hatiku yang telah berserak tak tentu arah.

Lalu, kuucapkan qobiltu

Nikahahha

Kalimat yang mengguncang singgasana

Mengikat insan menuju nirwana

Dariku,

Hurrin-mu.

🌿🌿🌿

Barakallahu fiik.

Ditulis dengan penuh rasa rindu pada suamiku. Happy 6th wedding anniversary, Sayang. Izinkan aku melakukan apa yang dilakukan musim semi pada bunga Walajja.

Photo credit: pinterest.com/Rabyya Masood

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

4 Comments

  1. hmmm. kalau review Film ada tulisan “SPOILER ALLERT!” untuk memberikan tanda bahwa dalam tulisan terdapat spoiller.

    gue usul tulisan ini juga di tulis serupa tapi dengan kata yang berbeda “BAPER ALLERT, TIDAK DI SARANKAN DIBACA OLEH JOMBLO YANG BAPERAN” hehhe

Leave a Comment