tips mengelola keuangn saat pandemi corona

Ini Dia 5 Cara Atur Keuangan Rumah Tangga Saat Ramadan di Tengah Pandemi Corona

Bismillah

Sejak Corona melanda Indonesia pada bulan Maret silam, perlahan kegiatan ekonomi masyarakat tak lagi menggeliat. Virus tersebut tak hanya menumbangkan sebagian orang, tetapi juga perekonomian keluarga. Keuangan rumah tangga pun porak poranda.

Tak sedikit yang mengeluhkan betapa makin hari hidup makin sulit dan terhimpit. Pengeluaran yang begitu besar selama pandemi tidak diiringi dengan jumlah pemasukan yang memadai. Apa pasal? Ya, karena sebagian orang merasa panik dengan kedatangan virus Corona, hingga membuat mereka lupa untuk mengelola keuangan.

Ketidakpastian ekonomi tentu akan sangat menyiksa. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi beberapa bulan ke depan. Bisa jadi semua tidak seperti yang kita inginkan.

Pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan stay at home memaksa setiap orang untuk work from home. Segala aktivitas di luar rumah pun kini harus dilakukan di rumah saja. Sebagian orang mengira bahwa dengan work from home, pengeluaran keluarga akan bisa ditekan. Ternyata, justru sebaliknya., finansial ambrol.

Penghasilan yang tak pasti memaksa setiap orang memutar otak agar hidup terus berjalan.

Mengelola keuangan di tengah Corona

Dampak yang ditimbulkan oleh virus Corona terhadap keuangan keluarga selama Ramadan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa ketidaktahuan kondisi finansial dalam keluarga. Adapun faktor eksternal berupa kenaikan harga yang luar biasa akibat panic buying.

Di satu sisi, tidak semua orang menyadari kondisi keuangan mereka sendiri. Saat ini, Covid-19 telah mengubah kondisi finansial semua orang. Kepanikan telah membuat sebagian orang kalap hingga membeli barang secara berlebihan.

Di sisi lain, ketersediaan barang yang terbatas menyebabkan lonjakan harga di luar batas. Sebut saja, barang-barang kebutuhan pokok yang saat ini mengalami kenaikan harga. Hal ini tentu saja membuat pengeluaran keluarga makin bertambah.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan keuangan keluarga di tengah pandemi Corona.

Cek kondisi keuangan.

Mengetahui kondisi keuangan sangatlah penting. Pastikan tidak ada besar pasak daripada tiang. Cek pula apakah sumber pendapatan Anda masih stabil dan aman. Tak lupa, periksa berapa jumlah tabungan dan hutang yang harus dibayar.

Dengan mengetahu kondisi keuangan, kita bisa mengontrol pengeluaran. Dana yang biasa kita gunakan untuk buka puasa bersama atau jalan-jalan, bisa dialihkan ke hal-hal yang jauh lebih bermanfaat.

Buat daftar pengeluaran rutin per bulan.

Cobalah untuk membuat daftar pengeluaran rutin per bulan. Alokasikan pengeluaran ke dalam tiga sektor, yaitu kebutuhan utama, pelengkap, dan hiburan.

Kebutuhan utama, seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga. Pastikan kebutuhan utama (listrik, gas, air, dan internet) aman.

Kebutuhan pelengkap bisa berupa jajanan untuk anak atau pesan makanan. Alokasikan sekitar 5% saja. Selajutnya, kebutuhan hiburan, missal keperluan baju lebaran, berikan porsi yang lebih sedikit. Toh, kita hanya stay at home saja, kan?

Membuat daftar pengeluaran rutin per bulan ini bisa membantu kita menentukan skala prioritas. Ingat, penuhi kebutuhan utama terlebih dahulu. Selanjutnya, Anda bisa memprioritaskan kebutuhan lainnya.

Meski demikian, satu hal yang perlu diingat, jangan sampai belanja berlebihan, terutama untuk buka puasa dan sahur. Ingatlah bahwa berlebihan dalam makanan tidaklah dianjurkan dalam syariat.

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf, Ayat: 31)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:

“Tiada tempat yang manusia isi yang lebih buruk ketimbang perut. Cukuplah bagi anak adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya) maka hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (HR. Ahmad)

Sebagian ulama mengatakan bahwa makan berlebihan hukumnya makruh. Adapun ulama lain menghukuminya sebagai perbuatan yang haram.

Siapkan dana darurat pada situasi gawat.

Siapa yang bisa menjamin pandemi ini akan segera berakhir dalam waktu singkat? Untuk itulah, kita harus bersiap-siap menghadapi situasi gawat. Mulai saja dengan menambah porsi untuk dana darurat.

Jika sebelumnya kita hanya menyisihkan sekitar 5% dari penghasilan untuk dana darurat, kini tambah porsinya menjadi 40%. Tentunya, sesuaikan dengan penghasilan yang diterima, ya. Kata kuncinya adalah menambah porsi dana darurat.

Selama Work from home, kita bisa menggunakan pos transportasi dan dana gaya hidup (baju lebaran dan pembelian kue kering) untuk dana darurat.

Alokasikan THR untuk pos dana darurat.

Kalau kita masih menerima THR, sebaiknya masukkan saja ke pos dana darurat. Tunda membeli baju baru lebaran dan mudik untuk sementara waktu. Hal yang terpenting sekarang adalah keuangan kita dalam keadaan stabil, setidaknya sampai pandemi berakhir.

Baca juga: Mengelola THR agar Tak Bikin Baper

Bijak dalam membelanjakan uang.

Menjelang idulfitri biasanya kita akan diberondong oleh diskon besar-besaran. Tetap tahan diri dan jangan mudah tergoda. Ada kewajiban yang lebih utama, yakni membayar zakat untuk keluarga. Jika ada dana lebih, kita bisa menggunakannya untuk sedekah. No one has ever become poor by giving more. Kita nggak akan jadi miskin dengan bersedekah, kok.

Setidaknya, ada 4 keutamaan sedekah, yaitu:

🌿 Sedekah membuka pintu rezeki,

🌿 Sedekah mampu meredakan kemurkaan Allah Ta’ala,

🌿 Sedekah dapat menghapus dosa,

🌿 Orang yang bersedekah akan mendapat naungan pada Hari Kiamat.

Semoga bermanfaat, ya.

Barakallahu fiikum.

Photo credit: Bowmaneatingandair[dot]com

#inspirasiramadan

#dirumahaja

#flpsurabaya

#BERSEMADI_HARIKE-5

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

4 Comments

  1. Habis baca ini, aku langsung mau nyoba menyiapkan dana darurat dan nabung untuk beberapa kategori kebutuhan. Soalnya, kalau ditaroh di dompet semua, pasti habis.

  2. Bener mbak.. seseorang nggak akan jadi lebih miskin dengan memberi. Pandemi ini mengingatkan kita dalam banyak aspek yg sebelumnya mungkin terlupa y mbak..

Leave a Comment