Thank you, Corona

Terima Kasih, Corona

Corona tidak menghancurkan suatu sistem, tapi ia justru membongkar berbagai broken system yang ada.

Broken system apa aja? Bisa jadi suatu negara atau satuan terkecil dalam masyarakat bernama keluarga.

Corona menyingkap segala tabir basa-basi yang selama ini ditutupi. Corona menyingkap kebobrokan sistem negara dan keluarga.

Jika keluarga normal pada umumnya akan saling membantu saat mereka ditimpa ujian, corona membuka tabir keluarga yang cuma bisa bermulut besar. Alih-alih membantu, mereka justru menghunjamkan belati tepat di ulu hati.

Sebuas-buasnya induk singa, ia tak akan rela melihat anaknya dalam kesulitan dan meregang nyawa. Lewat corona, sebagian orang sadar bahwa memang ada orang tua yang linak liman litu (baca: lali anak, lali mantu, lali putu). Mereka hanya peduli kepada dirinya sendiri hingga lupa anak cucu.

Aduhai, Corona. Kiranya dirimu begitu berjasa.

Terima kasih karena lewat engkaulah, kami tahu wajah asli mereka yang selama ini mulut kotornya berbusa-busa mengatakan, “Kita ini keluarga.”

Terima kasih karena engkau mengajari kami untuk terus saling berbagi.

Terima kasih karena engkau mengajari kami untuk tetap bertahan di tengah luka.

Terima kasih untuk pelajaran yang begitu berharga ini.

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

Leave a Comment