kelasmenulisonline

Sebuah Perjalanan Menulis

Bismillah

Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis di sini. Qadarullah ada banyak kegiatan yang menghiasi. Kalau tidak salah, terakhir saya menulis kala ada tantangan ODOP pada bulan Februari. Setelah itu, saya vakum hingga detik ini.

Bulan Februari 2020 merupakan salah satu bulan tersibuk yang pernah saya alami. Bagaimana tidak? Saat itu saya menjadi editor di Kalana Publishing. Lalu, bulan Maret sampai April saat ini, saya memegang proyek antologi di Indscript Creative, tentunya sebagai editor. Jadi, bisa dibilang, saya menjadi editor paruh waktu di dua penerbit sekaligus.

Menulis di berbagai kelas.

Dimulai dari menulis, lalu menjadi seorang editor? Bagaimana ceritanya?

Semua bermula pada Januari 2019 silam. Itulah kali pertama saya mengikuti kelas menulis di Nulisyuk bersama Kak Jee Luvina. Berbayar atau gratis? Tentu saja berbayar. Selanjutnya, saya ketagihan mengikuti kelas menulis di beberapa penerbit. Jangan tanya berapa nominal yang harus saya habiskan untuk kelas-kelas tersebut.

Jer Basuki Mawa Bea. Begitulah yang saya yakini. Ketika kita menginginkan sesuatu yang baik, ada harga yang harus dibayar. Harga … tidak hanya sekadar rupiah, tetapi juga pengorbanan waktu dan tenaga.

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang setiap hari berkutat dengan urusan domestik, bisa dipastikan saya akan kewalahan antara mengurus rumah dan menulis. Alhamdulillah, Allah memudahkan semuanya. 14 antologi telah saya tuliskan bersama rekan-rekan. Hanya satu yang belum terlaksana, yaitu menulis buku solo. Doakan, ya.

Mencoba kelas bikin artikel, jebol media, dan content writer.

Setelah menyesap berbagai ilmu kepenulisan, saya merasa tertantang untuk mengetahui rahasia bagaimana menjebol media. Untuk itu, saya mengikuti dua kelas sekaligus, yaitu kelas bikin artikel dan kelas jebol media. Meski telah menjadi kontributor artikel muslimah di Estrilook, saya merasa perlu belajar lagi.

Masya Allah. Ilmu saya bertambah. Tulisan-tulisan saya di media online pun bertambah. Jika awalnya hanya menulis di Estrilook dan IDN Times, setelah mengikuti kelas jebol media, saya berkontribusi di Takaitu, Joeragan Artikel, dan Makmood Publishing. Alhamdulillah.

Saya puas? Belum. Hehehe.

Joeragan Artikel membuka kelas content writer untuk kali pertama. Tanpa pikir panjang, saya langsung mendaftar. Saya penasaran bagaimana rasanya menjadi seorang content writer. Alhamdulillah. Peserta terbaik di kelas tersebut mendapat kesempatan untuk menjadi kontributor di website pemilik JA. I was one of them. Bahagia? Tentu saja.

Melamar menjadi editor.

Bermula dari ikut Project Menulis Sila pada bulan September 2019 (kalau tidak salah), sampai akhirnya saya melihat WhatsApp story Kak Sila selaku owner Project Menulis Sila. Beliau membuka lowongan editor paruh waktu.

Tertantang dong pastinya. Saya pun mencoba melamar meskipun saya tidak yakin bisa diterima. Ya, saya belum menguasai PUEBI. Kata baku? Ah, apalagi hal itu. Namun, saya belajar banyak dari Kak Sila dan tim saat itu.

Jangan tanyakan bagaimana proses tes menjadi editor di Project Menulis Sila. Saya belajar PUEBI dan membuka KBBI. Alhamdulillah, diterima.

Project pertama yang saya handle saat itu adalah Kata Ibu, Wanita Harus. Chief Editor benar-benar sabar menghadapi emak-emak seperti saya. Hahaha. Kak Helva … dirimu sungguh luar biasa. Antologi yang saya sunting tentu tidak luput dari kesalahan, tetapi beliau tetap membimbing saya.

Buku terbit pertama pun saya terima. Ya, bukti fisik bahwa saya telah menjadi pemerhati aksara di Kalana Publishing milik Kak Sila. Oh, FYI, Kak Sila ini owner Project Menulis Sila dan Kalana Publishing. Beliau masih sangat muda, tetapi Masya Allah banget. Saya kagum sekali melihat perjuangannya.

Selain meng-handle di Kalana Publishing, saya pun memberanikan diri melamar sebagai editor di Indscript Creative milik Teteh Indari Mastuti. Jujur saja, gemblengan yang diberikan Kak Helva membuat saya percaya diri di Indscript. Seolah catatan Kak Helva membekas dalam diri saya.

Alhamdulillah, saat ini, saya telah berhasil menyunting delapan judul buku di Indscript Creative dan satu buku di Kalana.

buku yang kuedit di Indscript Creative

Itulah perjalanan menulis yang akhirnya mengantarkan saya menjadi seorang editor. Bukan. Saya bukan editor senior. Saya masih harus banyak belajar. Semoga akan ada kelas editor agar saya makin percaya diri.

Kalana Publishing (tengah). Dua buku lainnya dari Indscript Creative. Masih menunggu enam judul sebagai bukti terbit. Hehehe.

Jazaakunnallah khairan katsira untuk Kak Sila dan Kak Helva yang telah membimbing saya menjadi pemerhati aksara di Kalana. Saya bangga menjadi bagian dari kalian.

Tak lupa, jazaakillah khairan katsira untuk Teh Indari yang telah memberi saya kesempatan menjadi Tim BukuinAja.

Barakallahu fiikum.

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

Leave a Comment