Renita Oktavia

I read to write

September 15, 2019

Sebab Memperjuangkan Cita-Cita Adalah Keharusan

Bismillah

Holding on to hope when everything is dark, is the greatest test of faith.

Yasmin Mogahed

Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Impian dan cita-cita ibarat ruh yang membuat jiwa semakin hidup kala semangat meredup. Ibarat kompas, cita-cita, setidaknya akan memandu langkah apa saja yang harus kita lakukan demi meraih semuanya.

Berani Bermimpi

Setiap orang berhak bermimpi, apa pun itu. Meski mungkin sebagian manusia mencela dan meremehkan mimpi-mimpi yang kita langitkan.

Jika semua orang berhak bermimpi dan memiliki cita-cita, lantas mengapa sebagian orang takut bercita-cita tinggi?

Baca: Ibu, Setinggi Apa Cita-Citamu untuk Buah Hatimu?

Islam tidak melarang kita bercita-cita tinggi kok. Islam justru mendorong manusia menyusun masa depan sebagai bagian dari investasi akhirat. Jadi, bukan hanya sekedar cita-cita di dunia saja.

Hidup ini terlalu singkat jika dihabiskan untuk berpikir hal-hal duniawi saja. Mengapa? Karena ada kehidupan yang lebih abadi. Kita tentu tidak ingin menyesali diri, kan?

Fokus pada Cita-Cita

Sebagaimana kita melayangkan anak panah agar melesat tepat, maka dalam mewujudkan mimpi dan cita-cita pun demikian adanya. Memilih bercita-cita tinggi bukan berarti kita berpikir asal-asalan. Seseorang harus lebih spesifik dalam membuat cita-cita dan rancangan masa depan.

Sebagian orang bercita-cita untuk hidup bahagia di surga bersama keluarga tercinta. Tapi tersilap bahwa surga itu didapat dengan susah payah dan berpeluh hingga basah kuyup.

Bayangkan, jika untuk tidur di hotel mewah dengan segala fasilitas lengkap saja kita harus bersusah payah mengelurkan uang yang tidak sedikit, lantas bagaimana mungkin surga yang kenikmatannya abadi dan tak tertandingi, ingin kita dapatkan hanya dengan bersantai hingga lupa diri?

Kita harus lebih fokus dalam bercita-cita. Tujuannya tentu saja, agar kita tahu jalan dan cara menuju ke sana. Sebagaimana saat hendak memasak mi instan, kita pasti akan membaca instruksi yang tertulis dalam kemasan plastiknya. Tujuannya apa? Agar tidak salah dalam memasak.

Halnya dengan bercita-cita agar hidup bahagia di surga. Fokuslah agar kita tahu jalan mana yang harus kita tapaki. Menghadiri taklim majlis ilmu, belajar ilmu agama, berkawan dengan orang-orang saleh, memperbanyak sedekah, memiliki adab dan akhlaq yang baik, dan sebagainya. Semua itu merupakan ‘kereta’ yang harus kita naiki.

Saat ‘Jalanan’ Macet

Jalan menuju cita-cita terkadang tidaklah semudah yang kita bayangkan. Macet, penuh dengan onak, duri, dan lumpur. Kepayahan saat menggapai semua impian, tentu akan kita rasakan. Cacian, perundungan, dan makian pun tak dapat kita hindari. Namun, ingatlah, bukankah memang hidup di dunia ini banyak cobaan? (Kalau sedikit sih namanya cobain). Bukankah hidup memang demikian adanya?

“Kamu benar-benar akan diuji pada hartamu dan dirimu” (QS. Alii ‘Imran/3: 186)

Ujian merupakan sunnah kauniyah (ketetapan Allâh Azza wa Jalla yang pasti terjadi) bagi setiap Muslim. Kita tidak mungkin bisa mengelak darinya. Dengan adanya ujian tersebut, akan semakin jelaslah siapa yang kuat. Bukan … bukan kuat menahan cobaan, melainkan siapa yang kuat bersabar dalam doa agar diberi keteguhan dan ketabahan.

***

Cita-cita … apa pun bentuknya, memperjuangkannya adalah keharusan. Saat jalan menuju cita-cita terhalang, berhenti bukanlah pilihan. Melainkan, terus berjalan.

Menembus pekatnya malam dan onak duri yang menghadang … bukti bahwa kita adalah pejuang. Adapun cemoohan dan caci maki … anggap saja bagian dari pelecut diri.

Sebab mewujudkan mimpi itu harus dimulai hari ini. Jika tidak hari ini, lalu kapan lagi?

Barakallahu fiik

Photo credit: pexels.com/ Engin Akyurt

SHARE:
Random Thought 15 Replies to “Sebab Memperjuangkan Cita-Cita Adalah Keharusan”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

15 thoughts on “Sebab Memperjuangkan Cita-Cita Adalah Keharusan

    Author’s gravatar

    Masya Allah, tulisannya cakep banget mba … 😍🥰

    Author’s gravatar

    Semoga cita-cita setiap orang bisa terwujud. Aamiin

    Author’s gravatar

    Jika tidak dimulai sekarang, kapan lagi..
    suka sama tahapan alurnya, bagus kak..
    .
    Dilaptopku warna hurufnya abu-abu. sepertinya lebih enak dibaca pake warna item

      Author’s gravatar

      Terima kasih, Kak. Oh ya? Saya nulisnya pake gawai ini, Kak. Coba nanti akan saya lihat kembali

    Author’s gravatar

    Cita-cita umat manusia yang beragama tentu adalah surga diakhirat. Tetapi rintangan selalu menghadang, stelah membaca ini tak takut untuk bercita-cita tinggi

    Author’s gravatar

    Cita-cita itu baik namun berharap mestinya diseimbangkan dengan rasa takut

    Author’s gravatar

    Tulisan ini mengajari memperjuangkan. Haarus ada tulisan lain caranya memilih, menentukan, atau melahirkan cita-cita. Biar tau apa yang mau diperjuangkan. 🙂

    Mantap sih.

    Author’s gravatar

    Wah, Masya Allah bagus kak tulisannya👍

    Author’s gravatar

    Mengejar cita2 tak pernah ada kata terlambat, meski yang usianya di ujung senja…

    Semangaaattt… 😊

    Author’s gravatar

    Subhanallah memang ya apapun yg kita inginkan itu butuh perjuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *