Review Blog Memo Muslimah

Bismillah

Tergabung dalam komunitas ODOP batch 7 membuat saya belajar banyak hal. Terlebih ketika ibu ketua tercinta, Mbak Sakifah, meluncurkan program Blogger Squad yang sebagian member ODOP berada dalam satu WhatsApp group.

Sayangnya, saya tidak bisa mengikuti obrolan dalam group setiap hari. Tak heran kalau saya ketinggalan beberapa info, termasuk tantangan review blog ini. Alhamdulillah, saya tidak dikeluarkan dari group meski selama 2 bulan vakum blogging. Hihihi.

Sebagai bentuk permintaan maaf, saya bulatkan tekad untuk segera menulis review salah satu teman narablog. Ah, tapi tetap saja saya menjadi pejuang deadline. Better late than never lah, ya. Hihihi.

OK. Kali ini saya akan mengulas blog Mbak Ciani di Memo Muslimah.

Tampilan blog sederhana dalam mobile version

Sesuatu yang sederhana tentu akan memikat pandangan mata. Setuju, kan? Kali pertama melihat blog Mbak Ciani dalam mobile version, jelas terlihat konsep sederhana tersebut.

Tidak terlalu banyak aksesoris atau iklan yang kadang mengganggu penglihatan.

Begini tampilan blog Memo Muslimah versi mobile.

Saya pun menyusuri posting-an satu per satu. Dilihat dari judul blog-nya saja, kita bisa tahu ke mana arah penulis. Yep, sesuatu yang berkaitan dengan muslimah. Segala pernak-pernik tentangnya dibahas di sana.

Hanya saja, dalam mobile version tidak tersedia menu posting-an dari bulan ke bulan. Jadi, saya harus rela menekan tombol “next” untuk melihat posting-an berikutnya.

Tampilan Web Version

Sedikit berbeda dengan versi mobile, pada versi web terlihat lebih lengkap. Bagian sidebar ada beberapa kolom seperti komunitas yang diikuti, followers, dan arsip blog.

Selain itu, tidak seperti versi mobile yang menampilkan beberapa post, versi web ini langsung menuju ke post utama. Lalu, di bawahnya ada beberapa post yang saling terkait.

Versi web yang langsung menuju ke post terbaru.

Mmm … kalau saya boleh menyarankan, mungkin akan lebih baik jika versi mobile dibuat lebih lengkap. Adapun vesi web, sebaiknya dibuat agar tidak langsung menuju ke post terbaru. Maaf, ya, sayangku ❤.

Tujuannya tentu saja, agar pembaca bisa leluasa menikmati beberapa post bertengger, hingga bisa memilih mana yang disuka.

Blog TLD harus lebih menarik

Mengutip perkataan suami saya tercinta bahwa ketika memutuskan untuk memiliki blog TLD, seorang narablog harus bisa membuat tampilan blog tetap sederhana, tetapi elegan. Mengapa? Rasanya rugi kalau blog berbayar tidak dibikin semenarik mungkin. Eits … tentunya harus rajin post juga, ya. *ngingetin diri sendiri

Blog Mbak Ciani juga bisa dipercantik, lo. Hihihi.

Konten blog

Kalau saya lihat, blog Mbak Ciani belum ada pembagian kategori secara jelas. Jadi, ketika seorang pembaca ingin membaca kategori tertentu, harus mencari-cari dalam blog.

Saran: buat semacam kolom kategori untuk memudahkan pembaca menemukan post yang mereka butuhkan.

Selain itu, saya menemukan beberapa artikel yang belum menggunakan format listicle. Entahlah, apakah ini karena saya pemuja listicle. Hahahah. Etapi … menurut saya, nih, konten listicle itu lebih enak dibaca karena langsung ke poinnya.

Mbak Ciani, bisa dicoba, nih. 😉

Bikin pengunjung blog betah berlama-lama

Membuat blog yang menarik minat pembaca, tentu bukan perkara mudah. Namun, tidak berarti mustahil, kan?

Tampilan yang sederhana, tetapi elegan. Ditambah lagi, penyajian konten yang ciamik, akan membuat pengunjung betah berlama-lama di blog. Semua itu akan menguntungkan kita sebagai narablog.

Ini juga masih menjadi PR besar bagi saya. Konsistensi menulis kadang terkikis. Kalau bukan karena blog berbayar, tentu semangat saya akan habis.

Nah, itulah ulasan dari saya. Sukses terus untuk Mbak Ciani. ❤❤

Saya mau lanjut rebahan dan merem lagi. Hehehe.

Barakallahu fiikum.

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

5 Comments

  1. Macam di IDN Times, konten blog disusun dalam format listicle. Katanya sih, bisa membuat pengunjung lebih betah dan lebih semangat untuk menggali-gali konten lainnya

  2. Alhamdulillah, nuhun ya Bu udah ngasih masukan banyak banget. Jujur emang dari hati yang paling dalam pengen bebenah, tapi malesnya itu loh, duuh, harus segera diberantas.

    Nuhun.. Nuhun sekali lagi 😘😘

Leave a Comment