Antara Puasa Syawal dan Qadha Puasa Ramadan, Mana yang Wajib Didahulukan?

Bismillah
Ramadan telah berlalu, tetapi rasa rindu kepadanya akan terus bertalu. Dia hanya pergi sementara, semoga esok di masa datang, kita akan kembali bersua.


Sebulan lamanya berjuang mencari keberkahan dalam setiap ujian, nyatanya tak mudah. Ditambah lagi, Corona yang seolah enggan beranjak pergi.


Kini, Idulfitri alhamdulillah datang lagi. Gegap gempitanya mungkin tak semeriah tahun lalu, tetapi esensinya menghunjam jauh di dalam hati.


Ya, Idulfitri kali ini kita ‘dipaksa’ untuk tidak bersilaturahmi secara langsung dengan keluarga. Namun, perjumpaan secara virtual tak menyurutkan segenap kisah dirajut lewat untaian aksara.


Anjuran puasa Syawal


Bagi sebagian kaum Muslimin, kepergian Ramadan mungkin menyisakan luka karena kita tak pernah tahu akankah berjumpa kembali dengan Ramadan yang selalu dinanti. Ramadan pasti akan kembali kok. Hanya saja, bersua dengannya masih menjadi tanda tanya.


Kita tak tahu berapa lama usia kita di dunia, sedangkan perjumpaan dengan Ramadan tahun ini bisa jadi yang terakhir kali. 😟😟


Sebagaimana kita tahu bahwa puasa merupakan salah satu pintu kebaikan. Bagi seorang Muslim, puasa akan menjadi perisai baginya di dunia dan akhirat.


Perisai di dunia, maksudnya adalah dengan berpuasa, maka seorang hamba akan terlindungi dari perbuatan-perbuatan maksiat. Adapun perisai di akhirat, kelak dengan berpuasa itulah seorang hamba akan terhindar dari siksa neraka.


Dalam sebuah hadis Qudsi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)


Untuk itulah, demi meraih kecintaan Allah Ta’ala, kita dianjurkan berpuasa sunnah setelah berpuasa wajib selama Ramadan.


Nah, berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal merupakan puasa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lo.


Keutamaan puasa Syawal


Kita pasti tahu dong apa saja keutamaan puasa Syawal selama 6 hari. Yep, betul sekali, berpuasa selama 6 hari pada bulan Syawal setelah puasa Ramadan, ibaratnya seseorang telah berpuasa setahun penuh.

Hah, kok bisa?


Jadi, begini ilustrasinya.


Setiap satu kebaikan yang kita lakukan itu akan mendapat kebaikan pula sebanyak 10 kali lipat. Puasa Ramadan selama sebulan berarti serupa dengan puasa selama 10 bulan. Adapun puasa selama 6 hari sesudah puasa Ramadan, berarti setara dengan 60 hari (2 bulan) berpuasa.

Nah, jika dijumlah, orang yang berpuasa Ramadan, lalu berpuasa 6 hari pada bulan Syawal, puasanya setara dengan puasa setahun penuh. Masya Allah banget, kan?


Tata cara puasa Syawal


Ada beberapa poin yang harus diperhatikan terkait dengan pelaksanaan puasa Syawal.

Lebih afdal jika dikerjakan sehari sesudah Idulfitri. Kalaupun ingin diakhirkan pada bulan Syawal, tidak masalah, kok. Asalkan masih berada pada bulan Syawal, ya.

“Puasa 6 hari di bulan Syawal, yg utama ialah dikerjakan secara berurutan setelah hari ‘Ied. Orang yg berpuasa Ramadhan lalu diikuti puasa 6 hari ini seperti berpuasa selama setahun.” Imam Ibnu Najjar al-Hambali ( Muntaha Al-Iradat 1/163)

Lebih afdal pula jika dikerjakan secara berurutan. Namun, misal tidak dikerjakan secara berurutan pun tak masalah.

Bagaimana jika masih punya utang puasa Ramadan, bolehkah berpuasa Syawal?

Boleh, sih, tetapi AKAN LEBIH BAIK JIKA QADHA PUASA RAMADAN DIKERJAKAN TERLEBIH DAHULU. Di sini, ada skala prioritas, ya. Tunaikan dulu yang wajib, yakni qadha puasa Ramadan, lalu baru berpuasa Syawal selama 6 hari.

“Tidak sah puasa 6 hari bulan Syawal sebelum dia mengqodho’ puasa Ramadhannya.”

Imam Al-Buhuti al-Hambali ( Syarh Muntaha Al-Iradat )

Jadi, kaidahnya, perkara yang wajib itu lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah.

credit: sunnahedu.com

Saya pun teringat pesan ibu saya rahimahallah. Saat itu, saya ingin mengerjakan puasa Syawal, tetapi masih memiliki tanggungan utang puasa Ramadan. Beliau pun mengatakan, “Kalau masih punya utang puasa Ramadan, kerjakan dulu. Nanti kalau sudah lunas, baru puasa Syawal. Nanti Ibuk temenin puasanya.”

🍃🍃🍃

Nah, begitulah, ya. Mumpung masih suasana lebaran dan ada anjuran #dirumahaja, segera lunasi utang puasa Ramadan. Kalau tidak punya tanggungan, langsung puasa Syawal 6 hari aja, ya.

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum.

Photo credit: Mohams’ WhatsApp Story (He is my brother, anyway)

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

Leave a Comment