Renita Oktavia

I read to write

December 28, 2019

Muslimah Tetap Bisa Produktif di Rumah

Bismillah

Muslimah … kehidupannya berpusat di rumah. Segala sesuatunya ia kerjakan dari sana. Di dalam rahimnya, ia menggenggam dunia.

Ya, bagaimana tidak? Mendidik seorang wanita berarti mendidik bangsa; menyiapkan generasi terbaik yang pernah ada. Rusaknya suatu bangsa dimulai dari rusaknya kaum wanita.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah bahkan mengatakan bahwa wanita merupakan separuh masyarakat yang melahirkan sebagiannya lagi hingga menjadi satu kesatuan masyarakat utuh. Tak ayal, perempuan adalah pilar pondasi peradaban.

Rumah Sebagai Pusat Peradaban

Rumah ibarat kantor terbaik bagi seorang Muslimah. Cita-cita dan harapan untuk kebaikan kehidupan dunia dan akhiratnya berawal dari sana. Tidak berlebihan jika ternyata di balik perintah agar Muslimah menetap di rumah, menyimpan selaksa hikmah.

Di rumah, Muslimah bekerja membangun peradaban dengan mendidik anak-anak. Kehormatan dan kesuciannya pun terjaga di dalam rumah.

Namun, seiring perkembangan zaman, sebagian Muslimah mulai diterpa keraguan. Mereka perlahan meyakini bahwa gerak langkah mereka terbatas di dalam rumah. Para Muslimah tersebut menganggap karier mereka akan cemerlang jika bekerja di luar rumah. Tak jarang, sebagian dari mereka pun melanggar batasan.

Ini bukan berarti Muslimah tidak boleh bekerja, lho. Kita boleh kok berkarier di luar rumah asalkan memenuhi syarat.

Baca juga: Muslimah Berbisnis: Antara Kewajiban, Adab, Kebutuhan, dan Keinginan

Muslimah Tetap Bisa Produktif di Rumah

Kita hidup di dalam masyarakat yang menganggap bahwa Muslimah, terutama ibu rumah tangga tidak benar-benar produktif.

Kata siapa Muslimah mati gaya di rumah? Anggapan bahwa Muslimah tidak bisa produktif karrna menetap di rumah, tentu saja salah. Terlebih bagi seorang ibu rumah tangga yang memang mengharuskan ia berkarier di dalam rumah.

Ummahatul mukminin bahkan telah memberi teladan betapa Muslimah bisa sukses dan produktif meski tidak berada di luar rumah. Mereka tetap bisa berkiprah untuk ummat. Karena memang, sukses yang sesungguhnya bukanlah definisi yang dijejalkan masyarakat.

Bagi seorang Muslimah, menjadi sukses dan tetap produktif itu meliputi lima hal yang akan dijelaskan di sini. Dengan kelima hal tersebut, ia tidak hanya mahir melakukan apa yang ia kuasai, tetapi juga merasa bahagia dengan apa yang ia miliki.

Lima Kunci yang Membuat Muslimah Tetap Produktif

1. Memiliki Niat Baik

Kesuksesan itu diawali dengan niat baik. Sudah selayaknya kita berorientasi jauh ke depan dalam melakukan segala hal, seperti berbisnis dari rumah, kuliah, bahkan saat akan menikah.

Niatkan segalanya untuk Allah semata, maka Insya Allah akan terbuka jalan ke sana.

2. Memanfaatkan Waktu dengan Bijak

Salah satu kunci sukses agar tetap produktif adalah bijak memanfaatkan waktu yang ada. Sebagai seorang Muslimah, terutama ibu, hendaknya pandai mengelola waktu.

Tuntutan pekerjaan rumah tangga memang tiada habisnya, tetapi ketika kita memiliki skala prioritas, Insya Allah hasilnya akan jauh lebih baik. Hindari membuang waktu percuma agar hidup semakin berkah. Eits … jangan lupa, ketika lelah, tetap harus istirahat, ya.

Baca juga: 7 Manfaat Me Time

3. Mengembangkan Diri

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membuat seorang Muslimah, mau tidak mau, harus turut serta di dalamnya. Akses pengetahuan dan berbagai hal lainnya kini terbuka lebar. Kita bisa memanfaatkannya sesuai dengan apa yang kita suka.

Tentukan kira-kira di area mana kita ingin mengembangkan diri. Memulainya dari hobi tentu akan memacu percaya diri. Jangan lupa, buatlah semacam rencana yang ingin diraih di masa mendatang.

4. Miliki Seorang Mentor

Belajar secara autodidak mungkin menyenangkan. Namun, ketika memiliki seorang mentor, tentu hasilnya lebih menjanjikan.

Belajarlah dari seseorang yang kita anggap memiliki kemampuan lebih. Tujuannya, tentu saja, agar segala bakat dan potensi kita tersalurkan dengan baik.

5. Berdoa

Doa merupakan senjata pamungkas seorang Muslim. Kita bisa saja meraih segala sesuatu yang kita inginkan. Namun, tanpa doa, semua sia-sia. Libatkan Allah dalam setiap embusan napas dan lihat bagaimana hidup lebih bermakna dengan doa.

Last but not least, kita tahu bahwa sukses yang sesungguhnya adalah ketika kaki melangkah ke dalam surga. Semoga Allah menjadikan kita orang yang sukses di dunia dan akhirat. Aamiin Allahumma Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum.

*) Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Challenge Indscript Writing “Perempuan Menulis Bahagia”

SHARE:
Blog Competition(s) One Reply to “Muslimah Tetap Bisa Produktif di Rumah”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

One comment on “Muslimah Tetap Bisa Produktif di Rumah

    Author’s gravatar

    masyaAllah selalu sukaaa❤️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *