December 20, 2019

Mengenal Baby Blues Syndrome

Bismillah

Beberapa waktu silam, saya mengikuti program Literacy Talks yang diprakarsai oleh Motherhope Indonesia–sebuah group Facebook yang peduli dengan kesehatan jiwa para ibu–di WhatsApp. Temanya tentang depresi paska melahirkan. Cukup menarik, bukan?

Tak hanya membahas depresi paska melahirkan, Literacy Talks bersama MHI juga memberi edukasi mengenai baby blues syndrome. Meski depresi paska melahirkan jauh lebih membahayakan kesehatan jiwa ibu, baby blues syndrome tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengapa? Karena dua-duanya memengaruhi kondisi mental ibu yang baru saja melahirkan dan tentu saja berdampak pada sang anak.

Untuk itu, izinkan saya berbagi apa yang saya dapat dari bincang-bincang di WhatsApp group.

Gejala dan Penyebab Baby Blues Syndrome

Mood swings yang kerapkali dialami seorang ibu yang baru saja melahirkan, memang wajar. Meski baby blues terlihat tidak cukup parah dibandingkan postpartum depression (PPD), keberadaannya tetap tidak bisa dialpakan. Terlebih, jika menunjukkan gejala-gejala yang tidak biasa.

Banyak wanita kebingungan ketika mereka tiba-tiba merasa sedih justru pada saat paling membahagiakan dalam kehidupan. Ya, mereka sedih setelah melahirkan. Sesuatu yang sangat kontradiktif, bukan? Sayangnya, tidak semua wanita terbuka dan membicarakan apa yang mereka rasakan. Padahal, dengan ‘berani’ mengungkapkan perasaan, merupakan salah satu cara mengatasi baby blues.

Baca juga: Gejala dan Risiko Depresi pada Ibu Hamil

Berapa Banyak Wanita yang Mengalami Baby Blues Syndrome?

Sekitar 70-80% wanita paska melahirkan mengalami gangguan mood atau perasaan. Meski demikian, mereka masih bisa merawat diri dan bayinya, lho. Hanya saja, terkadang perasaan sang ibu menjadi tidak nyaman karena gangguan mood.

Kapan Baby Blues Syndrome Muncul dan Berapa Lama Terjadinya?

Gangguan mood pada ibu paska melahirkan biasanya muncul sekitar 2-3 hari setelah proses melahirkan. Biasanya, baby blues syndrome akan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 2 minggu.

Perlu diingat bahwa baby blues syndrome dapat terjadi pada ibu yang melahirkan lebih dari satu kali, lho. Jadi, bukan berarti baby blues syndrome hanya terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan.

Gejala Baby Blues Syndrome

Ibu yang mengalami baby blues syndrome biasanya akan mengalami gejala sebagai berikut:

1. Sering menangis tanpa alasan

2. Mudah merasa cemas

3. Mudah tersinggung dan sensitif

4. Kurang konsentrasi

5. Moody sepanjang waktu

6. Merasa bersalah

7. Gelisah sepanjang waktu

8. Merasa rapuh dan tidak berdaya

9. Gangguan tidur

10. Merasa kesepian

Yang perlu diwaspadai, jangan sampai baby blues berkembang menjadi post partum depression (PPD). Oleh karena itu penting membedakan tanda-tanda baby blues dan post partum depression.

Penyebab Baby Blues Syndrome

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab baby blues syndrome. Namun, secara khusus, terjadi karena perubahan hormon setelah melahirkan. Sehingga memengaruhi zat-zat kimia di otak yang mengatur mood. Akibatnya, perasaan ibu terganggu.

Selain itu, faktor kelelahan paska melahirkan dan proses menyusui. Belum lagi sang ibu baru juga dituntut mengurus bayinya. Bayangkan, kurang lelah bagaimana ibu baru itu? Sudah lelah, dituntut begini begitu, ditambah lagi dengan kurangnya perhatian dari suami, orang-orang terdekat, dan lingkungan sekitar.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Jika Anda mengalami baby blues syndrome, cobalah untuk melakukan hal-hal berikit ini:

1. Ceritakan saja apa yang kita rasakan kepada orang-orang terdekat.

2. Melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan dan tidak perlu memaksakan diri

3. Olah raga ringan dan rileksasi

4. Segera istirahat setelah bayi tertidur

5. Mengonsumsi makanan sehat

6. Me time dengan kegiatan yang menyenangkan

7. Tidak membandingkan dengan bayi lain

8. Menulis jurnal tentang apa yang dirasakan.

***

Penting untuk diketahui oleh semua ibu bahwa apapun yang kita rasakan saat ini, tidaklah salah. Terima saja segala sesuatunya. Tidak perlu berusaha menjadi ibu sempurna.

Jika mengalami gejala baby blues lebih dari dua minggu, segeralah meminta pertolongan. Bicarakan dengan suami, keluarga, dan dokter kandungan. Bahkan bila perlu, kunjungi psikiater untuk mencegah hal yang lebih buruk. Asking for help is NOT. a sign of weakness. Alwaya remember that you are NOT alone and you are NOT a bad mom.

Salam sayang untuk semua ibu hebat ❤

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum.

*) Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Challenge Indscript Writing “Perempuan Menulis Bahagia”

SHARE:
Blog Competition(s) 0 Replies to “Mengenal Baby Blues Syndrome”