Mencicipi Makanan Saat Puasa? Bagaimana Hukumnya?

Bismillah

Alhamdulillah, hari ini kita telah memasuki hari ke-13 dalam menjalankan ibadah puasa. Meski Ramadan kali ini berbeda karena kehadiran Corona, semoga tidak membuat kita gelisah hingga lupa makna Ramadan yang sesungguhnya.

Layaknya kekasih hati, bulan Ramadan memang selalu dinanti. Ya, keberkahan bulan mulia ini tak bisa disangsikan lagi. Kedatangannya yang hanya setahun sekali, mampu membuat semua orang berlomba-lomba memperbaiki diri.

Ramadan tak hanya sekadar itu. Betapa jutaan orang merasakan berbagai kesan mendalam selama menjalani puasa. Semua itu demi meraih salah satu pintu surga bernama Ar Rayyan.

Sebagaimana dua buku yang telah saya edit di Indscript Creative, Kesan Ramadan dan Pintu Surga menjadi saksi bahwa menjalani puasa Ramadan begitu menyenangkan sekaligus mengharukan. Saya menyaksikannya sendiri lewat cerita  para kontributor antologi.

indscript creative
Buku yang saya edit di Indscript Creative

Ramadan di rumah saja

Gaung stay at home mulai terasa semenjak Corona menyapa. Mau tidak mau, suka tidak suka, semua orang harus melakukannya. Tentu saja demi kemaslahatan bersama.

Berbagai kegiatan pun dilakukan selama Ramadan di rumah saja. Ada yang menjadi homeschoolers, berbisnis online, membaca, hingga memasak yang menjadi hobi terbaru sebagian orang, termasuk saya.

Ya, sejak swakarantina diberlakukan, saya mulai mencoba melakukan sesuatu di luar kebiasaan. Apalagi kalau bukan memasak untuk menu buka puasa dan sahur. Meski tidak setiap hari, sih. Ada kalanya saya lebih memilih membeli makanan di lapak teman karena saya disibukkan dengan menulis sekaligus menyunting beberapa naskah.

Memasak sebagai kegiatan baru

Jujur saja, saya bukan tipe orang yang pandai memasak. Untuk itulah, terkadang saya cukup mendelegasikan urusan yang satu ini ke salah satu teman yang membuka usaha katering (jasa boga).

Dulu, saat tuan muda (baca: batita saya) MPASI untuk kali pertama, saya rajin memasak, lo. Namun, setelah dia berumur 2 tahunan, saya memilih katering ketika semua terasa melelahkan.

Baca juga:

Mengapa Harus Terlihat Sempurna, Bu?

Salah satu hal yang menjadi kendala ketika memasak dalam keadaan berpuasa adalah apakah boleh mencicipi makanan? Bagaimana hukumnya dan apakah bisa membatalkan puasa seseorang?

Mencicipi makanan saat puasa

Sebagaimana kita tahu bahwa ada tujuh hal pembatal puasa, yaitu:

1. Jima’ (bersetubuh pada siang hari),

2. Haidh dan nifas,

3. Keluarnya mani dengan sengaja,

4. Berniat membatalkan puasa,

5. Makan dan minum dengan sengaja,

6. Muntah dengan sengaja,

7. Murtad.

Lalu, bagaimana dengan mencicipi makanan kala berpuasa? Apakah hal tersebut termasuk dalam makan dan minum secara sengaja?

Berkaitan dengan hal ini, dulu saya pernah bertanya kepada suami. Alhamdulillah beliau adalah seorang ustaz yang mengajar di pondok pesantren (ssstt … blog beliau ada juga di sini. Tuh, tepat di bawah sidebar komentar).

Pada dasarnya, mencicipi makanan ketika berpuasa itu diperbolehkan jika memang ada kebutuhan. Misal, seorang ibu mengunyah makanan untuk anaknya atau seorang istri yang mencicipi masakan untuk disajikan ke suami tercinta.

Bagaimana caranya?

Dengan meletakkan makanan tersebut di ujung lidah, dirasakan, lalu dikeluarkan tanpa menelannya.

Dalilnya:

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

“Tidak mengapa seseorang yang sedang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu, selama tidak masuk sampai ke kerongkongan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan)

Adapun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa mengatakan bahwa orang yang memiliki hajat diperbolehkan mencicipi makanan dan dihukumi seperti orang yang berkumur-kumur, sedangkan orang yang tidak memiliki hajat dilarang mencicipi makanan meski tidak membatalkan puasa orang yang bersangkutan.

Eh, tapi gimana kalau saat mencicipi masakan, masih ada bumbu yang masih menempel di lidah dan tertelan meski telah dibuang. Apakah puasanya batal?

Jawabannya, tidak karena hal yang seperti itu sulit untuk dihilangkan.

Wallahu a’lam.

Nah, Bu, meski kita tahu hukum mencicipi makanan ketika berpuasa itu tidak membatalkan puasa, hendaknya kita jangan bermudah-mudahan lalu sengaja mencicipinya terus-menerus, ya.

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum.

#inspirasiramadan

#dirumahaja

#flpsurabaya

#BERSEMADI_HARIKE-6

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

Leave a Comment