Household Chores for Toddler

Bismillah

Tema: Aku bersyukur atas…

Day 18

Dua hari ini entah mengapa ada perasaan enggan memasak hahaha, mager banget buuuk. Apalagi tadi pagi hujan gerimis. Salatiga yang tanpa hujan saja sudah terasa dingin, ketika diguyur hujan alhamdulillah semakin dingin. Suasana mendung pun tampaknya mendukung sekali untuk merapatkan barisan di balik selimut.

Baiklah. Aku tidak akan membahas betapa syahdunya pagi yang matahari saja tampak tersipu malu dan hujan yang entah ke berapa kali mencumbui bumi hari ini.

Jadi hari ini agendanya adalah mencuci, yayyy. Masih mending kalau mencuci memakai mesin, tantangan bagiku adalah mencuci baju ala perempuan desa yang membawa seember pakaian kotor di pinggir kali. Bedanya, kalau mereka mencuci di pinggir kali, kalau aku di kamar mandi.

Seperti biasa, anak shalihku yang gantengnya Masya Allah itu akan selalu bilang, “Dibantu mas ‘Aashim, mama” setiap kali emaknya melakukan pekerjaan rumah. Begitu juga hari ini saat selesai mencuci dan tiba waktunya untuk menjemur baju. Dia bergegas menghampiriku, mengambil pakaian satu per satu untuk diberikan padaku.

Mengajarkan anak melakukan pekerjaan rumah

Aku berusaha untuk membiarkan putraku terlibat dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Yah mungkin akan sedikit memperlambat tugasku tapi setidaknya ia akan belajar untuk memiliki rasa tanggung jawab.

Saat ia berdalih membantuku, awalnya aku marah karena pekerjaanku semakin bertambah banyak. Padahal masih ada tugas rumah lainnya yang harus diselesaikan. Sampai akhirnya aku berpikir, “Kalau aku nggak membiarkan dia membantuku, nanti bagaimana nasib menantu perempuanku?” (iboooook, mikirnya kejauhan…ahahaha biarin, aku Insya Allah calon mertua yang baik dan sayang menantu perempuan).

Lagipula dengan membentuk kebiasaannya seperti itu, aku berharap kelak ketika ia dewasa, ia mau bermuamalah dengan baik kepada istrinya sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kita tentu tahu dong bagaimana tawadhu’ nya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap istri-istri beliau. Beliau menjahit bajunya sendiri, memperbaiki sandal, dan mengangkat air di ember.

Iktibar

Bersyukur atas segala sesuatu yang kuhadapi hari ini termasuk bagaimana tuan muda yang berbaik hati membantu emaknya. I’m thankful for being a mom of a great son just like him.

Barakallahu fiik

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

Leave a Comment