Gloomy Tuesday

Bismillah

Tema: Aku bersyukur atas…

Day 16

Ada kan sebuah lagu yang konon katanya bisa membuat orang yang mendengarnya akan commit suicide?  Judulnya Gloomy Sunday. Meski diary ini berjudul Gloomy Tuesday maka bukan berarti akan bernasib sama dengan lagu yang sudah kusebut.

Jadi, hari ini ceritanya aku tuh lagi capeeeek banget. Kalau kata Hayati, “Hayati lelah, bang.” Bukan mau mengeluh sih, hanya saja ingin mengungkapkan apa yang tersimpan dalam hati. Mungkin masih ada hubungannya sama mood swing tempo hari. Sebenarnya beberapa hari yang lalu ingin pijit, tapi qadarullah belum sempat menghubungi mbak tukang pijet, maklum sok sibuk.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, “Halah, kamu cuma ibu rumah tangga biasa, cuma di rumah saja, gitu aja capek”. Jangan salah, justru ibu rumah tangga ini capeknya luar biasa. Setiap hari ia harus menghadapi manusia kecil yang selalu siap menguras emosi. Belum lagi urusan domestik, mulai dari membersihkan rumah, berantakan lagi, diberesin lagi, eh berantakan lagi. Gituuuu aja terus sampai sungai mengalir indah ke samudera selama tujuh puluh tujuh purnama.

Berhubung emak lagi capek, biar si anak shalih duduk anteng, hari ini ia bisa nonton video Nussa dan Rara kesukaan dia. Sementara itu sang emak rebahan di kamar. Am I selfish? Nope. Aku butuh waktu untuk menyendiri tanpa diganggu siapapun. Manusiawi kan? Daripada aku tak mampu mengontrol emosi, bukankah lebih baik aku menjauh dari si anak shalih yang gantengnya Masya Allah itu?

Saat lelah menyapa

Manusia merasa lelah itu wajar, kalau nggak lelah ya namanya bukan manusia. Mesin aja ada masanya dia lelah, apalagi manusia.

Tapi, lelah pun bisa menjadi sebab terhapusnya dosa. Tentu saja jika ikhlas menjalaninya. Ingat nggak sama sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu KELELAHAN, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Eh tapi, yang diampuni hanya dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar. Gimana kalau dosanya berkaitan dengan sesama manusia? Ya harus minta maaf dulu.

Reflection

Lelah, gelisah, dan sedih adalah hal biasa dalam hidup. Tantangannya adalah bagaimana tetap bersikap rasional. Tapi aku tetap bersyukur atas rasa lelah dan gloomy-ku hari ini, itu artinya Allah sedang mengingatkanku bahwa dosaku menumpuk dan aku harus taubat.

Dah gitu aja.

Barakallahu fiik

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

Leave a Comment