doa masuk pasar

Mau Nge-Mall? Jangan Lupa Zikir Masuk Pasar

Bismillah

Idulfitri … insya Allah akan datang sebentar lagi. Meski di tengah pandemi, sebagian orang seolah tak peduli dengan keselamatan diri mereka sendiri.

Mereka tetap berdesakan memenuhi pusat perbelanjaan. Katanya, Idulfitri tahun ini harus lebih berkesan.

Sunnah yang terlupakan

Nge-mall, belanja ke pasar, ataupun belanja virtual dalam satu grup niaga memang sangat menyenangkan bagi seorang perempuan. Tak bisa dipungkiri, berbelanja mampu memberikan sensasi tersendiri.

Namun, sebagian orang lupa ketika berbelanja. Selain mempersiapkan fisik ketika belanja selama puasa, mereka terlupa untuk tetap berzikir mengingat Rabb-nya.

Yep, salah satu sunnah yang seringkali dilupakan oleh sebagian kaum muslimin adalah zikir masuk pasar.

Lho? Ada tah zikir masuk pasar?
Ada, dong.

Gimana, tuh, zikirnya?
Nih:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL-MULKU WA LAHUL-HAMDU, WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIIR.

Artinya:
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya dan Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dalam kajian yang pernah saya ikuti, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah pernah ditanya mengenai ke-shahih-an hadis yang menyatakan doa khusus masuk pasar sebagaimana teks di atas. Terlebih dalam teks hadisnya ada keutamaan, yakni barangsiapa yang membacanya maka akan dicatat baginya sejuta kebaikan, dihapus baginya sejuta kejelekan, dan akan ditinggikan derajatnya sejuta derajat”.

Beliau (Syaikh bin Baz) menyatakan bahwa hadis tersebut termasuk hadis daif. Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak diperbolehkan berzikir di pasar, kan?

Berzikir di pasar dan di rumah merupakan sesuatu yang disyariatkan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu berzikir kepada Allah dalam segala keadaan.

Lalu, adakah keutamaan dzikir masuk pasar ini? Tentu saja ada.

Ringan di lidah, tetapi sarat pahala

Saat hendak memasuki pasar, grup perniagaan, dan pusat keramaian, kita dianjurkan mengucapkan zikir masuk pasar. Ringan di lidah, tetapi sarat pahala.

Mengapa dikatakan sarat pahala? Karena zikir ini diucapkan di pasar, ketika kebanyakan manusia lalai, lupa, dan terlena dengan dunia.

Saat kebanyakan manusia lupa sama Allah ketika berada di pasar, eh ada yang mengingat Allah.

Saat semua orang sibuk dengan dunia dan perniagaan, eh ada orang yang justru mengingat Allah Ta’ala.

Kalau biasanya zikir dilakukan di Masjid, wajar. Nah, ternyata ada orang yang melakukannya di tempat keramaian justru pada saat sebagian orang melupakan Allah. Wow banget, kan? Istimewa banget nggak, sih?

Lagipula, nih. Ini pengalaman saya, saat lupa berzikir ketika masuk pasar, bawaannya tuh pengen beli sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam daftar belanja. Nah, ini kerjaan syaithan yang selalu menggoda. Akibatnya, barang yang tidak masuk daftar belanja tapi terlanjur terbeli, biasanya akan mubazir.

Keutamaan zikir masuk pasar

1. Zikir ini bersifat rahasia. Seseorang melakukannya secara diam-diam. Bukankah suatu amalan sunnah yang dilakukan secara diam-diam, nilainya sangat besar? Demikian pula dengan zikir ini, lakukan secara diam-diam dan tidak perlu pakai tasbih, ya.

2. Zikir ketika masuk pasar adalah amalan yang sangat berat dilakukan, kecuali oleh mereka yang terbiasa. Kenapa? Karena zikir ini dilakukan di tengah keramaian, kebanyakan orang lalai dan tidak peduli. Kaidahnya, makin berat suatu amalan untuk dikerjakan, maka makin besar pula pahalanya.

3. Allah tidak akan menurunkan azab-Nya kepada manusia karena ada yang berzikir saat manusia lalai.

Allah Ta’ala berfirman:

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas” (QS an-Nuur:37-38)

Ingatlah pula, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid dan yang paling dibenci-Nya adalah pasar.” (HR. Muslim)

4. Zikir mendatangkan rida Ar-Rahman. Berniaga di pasar dan selalu mengingat Allah adalah sebaik-baik usaha yang dilakukan seorang hamba untuk mendatangkan rida Rabb-nya. Insya Allah, perniagaannya akan membawa berkah.

Masya Allah.

Nah, Kawan … semoga kita tidak lalai dan terlena untuk selalu mengingat Allah dimana pun kita berada, ya.

Barakallahu fiikum.

Photo credit: unsplash

#inspirasiramadan

#dirumahaja

#flpsurabaya

#BERSEMADI_HARIKE-11

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

10 Comments

  1. Pasar (mungkin) deket dengan maksiat meski bisa juga jadi ladang ibadah ya, mbak.. aku yg dagang di pasar pun ngerasain godaannya. Apalagi bulan Ramadan ini..

    1. Betul, Mbak Risna. Pandemi ini juga ada hikmahnya buat emak-emak. Setidaknya, sekarang yang belanja para bapak wkwkwk. Jadi, emak gak tergoda. Eh, tapi sama aja ding. Beberapa hari ini ada babang kurir nganterin paketan ahahhaha

  2. aq suka belanja di pasar, dan aku juga baru tau kalo ada doa masuk pasar ketika baca buku materi pelajaran sekolah anakku, tapi emang kl dah ke pasar, semua-mua pengen dibeli aja, hahaha..apalagi kl dah lihat sayur ijo2 gitu, pengen borong dah

Leave a Comment