Benarkah Menutup Bacaan Al-Qur’an dengan Shadaqallahul ‘Azhim?

Bismillah

Sobat, selama ini kita tentu sering mendapati qari’ atau bahkan mungkin kita sendiri mempraktikkan setiap selesai membaca Al-Qur’an, kita akan mengakhirinya dengan membaca shadaqallahul ‘azhim. Ada yang demikian? Tenang, saya dulu juga seperti itu.

Namun, alhamdulillah setelah menikah dengan suami, dia pun mengajari saya, “Sayang, kalau habis baca Al-Qur’an jangan baca doa itu lagi, ya. Jangan dibiasakan.”

“Emang kenapa? Kan baik itu doanya,” jawab saya kala itu. Agak ngeyel sih saya.

“Iya, doanya baik, Sayang. Namun, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para shahabat tidak pernah mencontohkannya. Kalau itu baik, tentu mereka akan menjadi yang pertama melakukannya.”

Alhamdulillah saat itu saya tidak alergi dengan kata bid’ah karena memang sebagian orang alergi lalu menuduh macam-macam. Alhamdulillah pula akal saya tunduk begitu suami bilang demikian. Kenapa akal saya tunduk? Karena saya tidak mau semua amalan saya sia-sia dan tertolak.

Suami saya pun menjelaskan bahwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah pernah mengatakan dalam fatwa beliau (yang intinya) bahwa kebiasaan orang mengucap shadaqallahul ‘azhim selepas membaca Al-Qur’an, tidak ada tuntunannya. Jadi tidak boleh membiasakan bacaan doa ini.

Ini fatwa dari Al Lajnah Ad Daimah (Komisi Fatwa Saudi Arabia) dan Syaikh Bin Baz merupakan ketua sekaligus Mufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia di masa silam)

Saya juga menemukan artikel ustadz Muhammad Abduh Tuasikal mengenai hal ini. Kalau ada faktor yang menuntut kita untuk membacanya, maka diperbolehkan, tapi tetap tidak boleh dibiasakan membaca ‘shadaqallahul ‘azhim’.

Mungkin ada yang bilang, “Tuh di QS. Ali Imran ayat 95 ada ayat yang bunyinya “qul shodaqallah”.

Nah, masih di fatwa Syaikh bin Baz, beliau mengatakan bahwa ayat tersebut bukan dalil untuk mengucapkan bacaan “shadaqallahul ‘azhim” setelah membaca Al-Qur’an. Ayat tersebut merupakan perintah Allah Ta’ala untuk menjelaskan kebenaran kitab Allah. Fatwanya bisa dibaca di sini.

Lalu, gimana dong doa yang sebaiknya diucapkan ketika selesai membaca Al-Qur’an?

Kita disunnahkan untuk membaca doa kafaratul Majlis ketika telah selesai duduk dalam majlis ilmu. Jadi, ketika kita kita telah selesai membaca Al-Qur’an lalu kita meninggalkan majlis, kita disunnahkan membaca doa kafaratul majlis. Jika kita masih tetap berada di dalam majlis ketika selesai membaca Al-Qur’an maka tidak perlu membaca doanya.

Pertanyaannya, doa kafaratul majlis itu yang seperti apa sih? Ini lafadz-nya:

  ‎سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُك وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

SUBHAANAKALLAHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK

Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.

Sobat, inilah Sunnah yang terlupakan. Mulai sekarang, gantilah ucapan ‘shadaqallahul ‘azhim’ dengan doa kafaratul majlis. Sedikit dalam Sunnah itu jauh lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam mengerjakan bid’ah.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Wallahu a’lam

Barakallahu fiik

Referensi:

https://binbaz.org.sa/old/38159

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

2 Comments

Leave a Comment