Apatah Gunanya Membanggakan Harta jika Semua Akan Sirna?

Bismillah

Pernah melihat orang gemar membanggakan harta bendanya? Terkadang, kita bisa mengetahuinya dari lisan, sikap, dan tingkah laku mereka.

Atau jangan-jangan, justru kita sendirilah yang suka memamerkan harta?

Ya, manusia memang tidak bisa terlepas dari satu sifat ini. Ketika mendapat nikmat berupa harta, smartphone mahal dan berkelas, kita pun berhasrat untuk memamerkankannya.

Berbangga dengan harta dan perhiasan memang telah menjadi watak manusia.

“Ini tuh duitku sendiri, lo. Hasil kerja kerasku. Enggak masalah kalau aku mau pamer. Toh, aku enggak minta duit ke kamu.”

Sekilas sih tampak wajar. Namun, sebagai seorang Muslim, hendaknya kita lebih berhati-hati.

Membanggakan anak dan harta

Jujur saja, kita pasti sering melakukannya, kan? Setiap kali memiliki barang mewah, kita beritakan ke khalayak.

Pun, saat buah hati begitu membanggakan,  hal serupa akan kita lakukan.

Jika hanya sekali dua kali, tidak masalah. Namun, bagaimana jika hampir setiap saat kita berbangga dengan harta?

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (1) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), (3) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (4) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (5) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (6) dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. (7) kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu) (8).”

(QS. At Takatsur: 1-8)

Ibnu Katsir mengatakan, “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, bahwasanya kalian disibukkan oleh kecintaan kalian kepada duniawi dan kesenangannya serta perhiasannya, sehingga kalian melupakan upaya kalian untuk mencari pahala akhirat dan memburunya. Dan kalian terus-menerus sibuk dengan urusan duniawi kalian hingga maut datang menjemput kalian dan kalian dimasukkan ke dalam kubur hingga menjadi penghuninya.”

Harta dan kebanggaan akan sirna begitu saja

Harta yang hari ini kita bangga-banggakan, kelak tidak akan ada artinya.

Kita yang hari ini sibuk bermegah-megahan dengan harta benda, perlahan akan lalai dari mengingat Allah. Hingga akhirnya, maut menjemput. Naudzubillah.

Apakah hal seperti itu yang kita inginkan? Tentu tidak, kan?

Kita tentu menginginkan keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Jika kita diberi kelebihan harta, bukankah akan lebih baik jika kita menginfakkan harta tersebut di jalan Allah?

Daripada berbangga-bangga dan memamerkan harta, gunakan saja untuk beramal saleh lebih banyak.

Jadi, rasanya tidak pantas jika seorang Muslim terlalu sering memamerkan harta sedangkan ia tak tahu kapan kematian menjemputnya.

Kebanggaan atas harta bukanlah pada banyaknya kemewahan, pakaian indah, kendaraan mahal, ataupun rumah super megah. Namun, lebih dari itu, yakni bagaimana menjadikan harta dan anak di jalan Allah hingga kelak kita bisa berbangga diri di hadapan-Nya.

Itulah kebanggan sejati seorang Muslim.

Kerugian membanggakan harta

Apa untungnya sih kita membanggakan harta yang kita punya? Toh, itu hanya titipan semata, kan?

Membanggakan harta hanya akan membawa kerugian besar. Mereka pun terpedaya karena menganggap harta hanya dari segi fisik semata.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallaam menyebutkan bahwa harta sebenarnya ada 3:

“Hamba berkata, “Harta-hartaku.” Bukankah hartanya itu hanyalah tiga: yang ia makan dan akan sirna, yang ia kenakan dan akan usang, yang ia beri yang sebenarnya harta yang ia kumpulkan. Harta selain itu akan sirna dan diberi pada orang-orang yang ia tinggalkan,””

(HR. Muslim)

Lihatlah, semua akan sirna kecuali apa yang kita infakkan di jalan Allah. Ya, benar. Amal saleh itulah yang kelak menemani kita saat sendirian di dalam liang lahat.

“Yang akan mengiringi mayit (hingga ke kubur) ada tiga. Yang dua akan kembali, sedangkan yang satu akan menemaninya. Yang mengiringinya tadi adalah keluarga, harta dan amalnya. Keluarga dan hartanya akan kembali. Sedangkan yang tetap menemani hanyalah amalnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

🌿🌿🌿

Sadarilah, duhai diri. Tidak ada yang bisa engkau banggakan dari hartamu, kecuali apa yang telah engkau sedekahkan untuk menjadi amal saleh.

Ingatlah, hanya amal saleh yang menemani kita di alam kubur. Persiapkan dirimu, duhai diri, agar kelak tak ada yang engkau sesali.

Barakallahu fiikum.

Photo credit: Pinterest

#inspirasiramadan

#dirumahaja

#flpsurabaya

#BERSEMADI_HARIKE-20

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

6 Comments

  1. Berbangga akan harta, anak, kepintaran, kecantikan dll (yang berlebihan)emang udah diisyaratkan Al quran sebagai kesia-siaan ya, Mbak..Trus.. jadi ingat cerita everyman yang kubaca^^

  2. Padahal harta yang dibawa mati itu justru yang diberikan dan dimanfaatkan untuk orang lain ya mba. Jadi mau banggain yg mana coba. Pengingat banget untukku.

Leave a Comment