Hobi Selfie? Kenali 3 Tanda Bahaya Ini

“Don’t you think it’s strange when someone has photographs of themselves everywhere? It’s like they’re trying to prove that they exist.” 

-Candace Bushnell-

Kamu tentu enggak asing dong dengan swafoto atau yang sering disebut dengan selfie? Swafoto sudah menjadi tren di kalangan masyarakat. Terlebih, didukung oleh perkembangan teknologi yang makin pesat sehingga memudahkan setiap orang berswafoto ria lalu diunggah di media sosial.

Sah-sah saja, sih, melakukan swafoto. Namun, tahukah kalian jika swafoto memberikan dampak psikologi yang cukup ngeri? Apalagi jika dilakukan secara berlebihan. Mau tahu apa saja? Simak, deh, penjelasannya di sini.

1. Mengidap Body Dysmorphic Disorder

Body Dysmorphic Disorder merupakan kelainan mental yang membuat penderitanya selalu merasa khawatir dengan penampilan fisik. Gejalanya tentu saja tidak puas dengan setiap foto yang mereka ambil. Mereka akan cemas setiap kali melihat foto yang berbeda jauh dari apa yang mereka harapankan.

Dilansir dari Daily Mirror, seorang remaja dari Inggris bernama Danny Bowman melakukan percobaan bunuh diri hanya karena ia merasa tidak puas dengan penampilannya ketika berswafoto. Yang lebih mengejutkan, dalam sehari, ia menghabiskan waktu 10 jam untuk selfie sebanyak 200 kali.

2. Kecanduan

Kelihatannya, sih, sepele, Guys. Namun, selfie bisa menimbulkan kecanduan layaknya narkoba. Mengapa? Karena seseorang yang hobi selfie akan merasa ada yang kurang tatkala ia tidak melakukannya.

Kecanduan selfie berkaitan dengan poin pertama. Seseorang yang mengidap Body Dysmorphic Disorder akan terus berupaya memeroleh gambar dirinya yang terlihat sempurna. Apa pun akan ia lakukan, termasuk mengubah penampilan.

Kalau kamu sudah mulai kecanduan selfie, bahaya banget, Guys. Kesehatan mentalmu akan terganggu tentunya.

3. Tidak Percaya Diri

Selfie secara berlebihan dipercaya mampu menurunkan tingkat percaya diri. Seseorang yang terbiasa selfie lalu mengunggahnya di media sosial dan tidak mendapat banyak like seperti yang ia harapkan, tentu saja akan membuat rasa percaya dirinya berkurang.

Akibatnya, ia akan terus mengambil foto hingga mendapat sejumlah like dan komentar sebanyak yang ia inginkan.

Tidak ada yang salah dengan selfie jika dilakukan dalam batas yang wajar. Jika selama ini kamu hobi selfie dan menemukan tanda bahaya di atas, kurangi kebiasaan selfie. Namun, jika sulit untuk dihentikan, jangan tunda untuk menghubungi psikiater, ya, Guys.

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum.

Tulisan ini pernah dimuat di Takaitu tanggal 24 Januari 2020 dan disunting untuk penyesuaian.

Photo credit: freepik

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

Leave a Comment