September 13, 2019

3 Tips Memilih Sahabat

Bismillah

Hidup tanpa orang-orang tercinta itu membuat semuanya terasa hambar. Sudah menjadi fitrah manusia bahwa mereka membutuhkan cinta yang dimulai dari keluarga. Lalu berkembang ke arah yang lebih luas, yaitu pentingnya keberadaan teman dan sahabat. Kepada teman dan sahabatlah, kita mendedikasikan waktu kita meski tidak sebesar terhadap keluarga.

Berbicara tentang sahabat, tentu pikiran kita akan melayang pada seseorang yang selama ini membersamai kita. Pikiran kita akan terbang ke masa-masa di mana kita bisa tertawa, bercanda, menangis, dan saling menggoda satu sama lain. Kita bahkan bisa melontarkan candaan yang mungkin bagi orang lain sangat menyakitkan, tetapi tidak dengan sahabat kita. Ada satu kutipan yang mengatakan bahwa real friends never get offended when you insult them, they smile and call you something more offensive.

Ya, sahabat memang seperti itu.

Memilih dan Memilah Teman Bergaul

Semua orang pasti memiliki teman. Masalahnya adalah apakah teman-teman kita tersebut termasuk teman yang baik atau justru teman yang membuat kita terjerumus dalam kesesatan dan kemaksiatan.

Tak jarang, saat kita bergaul dengan teman-teman yang baik, yang selalu mengingatkan kita pada Allah, yang selalu mengajak kebaikan, yang menegur kita saat kita salah, maka itu semua adalah anugerah yang diberikan Allah kepada kita. Kita patut bersyukur dengannya. Tapi alangkah malang nasib seorang hamba yang berkawan dengan orang-orang yang buruk akhlaq dan aqidahnya. Ia pun akan menemui jalan gelap dan takkan ada seorang pun yang bisa menolongnya kecuali Allah Ta’ala.

Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur adab-adab dalam pergaulan. Sebagaimana kita mengenal hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa:

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Kita bisa membeli minyak wangi darinya atau kalau tidak, maka kita tetap akan mendapatkan harumnya minyak wangi dari penjual minyak wangu. Adapun teman yang diibaratkan seperti pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, maka kita tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.

Hadis tersebut menganjurkan kita untuk berkawan dengan orang-orang saleh dan keutamaan bergaul dengan mereka yang berakhlaq mulia, bersikap wara’ (hati-hati).

Pengaruh Teman Bagi Seseorang

Disadari atau tidak, teman dan sahabat kita itu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan. Pernah mendengar kan bagaimana sebagian orang terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat sehingga ia pun berada dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan?

Berteman dengan seseorang yang akhlaq-nya buruk, membuat hidup kita berada dalam 2 kemungkinan. Entah itu kita yang berubah menjadi buruk sama seperti dia ataukah kita akan memeroleh keburukan yang dia lakukan. Sama-sama buruk, kan? Begitulah, teman yang bertabiat buruk akan mendatangkan bahaya bagi seseorang. Tidak ada kebaikan tatkala berkawan dengannya.

Sebaliknya, memiliki teman yang saleh akan membuka kesempatan bagi seseorang untuk mendapatkan hidayah. Berkawan dengan orang saleh itu hanya akan memberikan 2 dampak, yakni kita akan berubah menjadi baik atau paling tidak, kita akan memeroleh kebaikan dari teman.

Kawan yang saleh akan mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agama kita. Ia juga akan mengingatkan tentang apa saja yang membuat kita celaka. Memiliki kawan yang saleh, akan membuat kita selamat dari lisannya. Kok bisa? Iya, sebab dia tidak akan menyebarluaskan aib kita, ia justru mendoakan kebaikan bagi kita.

Tips Memilih Teman

Memilih teman, bukanlah perkara remeh. Islam menganjurkan kita untuk memilih teman yang baik. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sendiri bersabda:

Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad)

Karena tidak semua orang bisa dijadikan teman, lalu bagaimana sebaiknya? Terutama terkait dengan memilih teman sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh agama kita, Islam.

Berikut ini 3 tips yang bisa kita terapkan. Di antaranya:

1. Carilah teman dan sahabat yang mencintai Allah Ta’ala

Kedengarannya susah sih. Tapi bisa dicoba kok. Di mana mencarinya? Yang jelas bukan di diskotik ya, tapi di majlis-majlis ilmu.

Bagaimana ciri-cirinya? Ia akan merasa selalu di bawah pengawasan Allah. Ia takut berbuat maksiat. Dan biasanya nih, dia selalu mengajak temannya berlomba-lomba berbuat kebaikan.

2. Carilah teman yang bisa menambah keimananmu kepada Allah

Sahabat yang baik itu bukanlah mereka yang selalu menyanjung dan membenarkan segala kesalahanmu. Tetapi, mereka yang setiap kali engkau melihatnya, bertambahlah keimananmu kepada Allah. Kadang nih saat kita terpuruk, lalu kita curhat kepada sahabat kita, kata-kata yang keluar darinya bukanlah kata-kata yang menghakimi, tetapi justru menguatkanmu.

3. Carilah teman yang bisa menjadi cermin bagimu

Maksudnya adalah sahabat sejati itu akan tetap bersamamu apa pun yang terjadi. Dia tidak akan meninggalkanmu saat kamu dirundung duka. Dia akan mengatakan kamu salah jika ternyata kamu memang salah lalu berusaha memberikan solusi.

Jika kamu menemukan orang-orang seperti itu, bersyukurlah karena itu adalah salah satu nikmat dari Allah. Rezeki itu tidak hanya melulu berupa uang, tetapi memiliki sahabat sejati yang bisa membawamu ke surga, itu lebih dari apa pun.

***

Mungkin sebagian dari kita akan berkata, “Berkawan itu dengan siapa saja. Tidak perlu pilih-pilih.” Perkataan seperti itu kelihatannya baik, tapi sejatinya tidak. Mengapa? Karena telah jelas dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Jadi, jangan tertipu, kawan.

PS. It’s really hard to find a bestfriend who’s caring, smart, cute, loving, and  generous. My advice is don’t lose me. 😉

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiik

Photo credit:

foursquare[dot]com

SHARE:
Adab 0 Replies to “3 Tips Memilih Sahabat”