Renita Oktavia

I read so I write

November 23, 2019

Bolehkah Mengusap Kerudung Saat Berwudu?

Bismillah

Dears, saat kamu berada di public area, adakalanya merasa kesulitan jika hendak berwudu. Maksud hati hendak membasuh anggota wudumu secara langsung, tapi takut jika auratmu terlihat oleh laki-laki non mahram. Padahal, semua anggota wudu seorang wanita adalah aurat, kecuali telapak tangan dan wajah. Lalu, apa yang sebaiknya kamu lakukan jika berada dalam situasi demikian?

Sesungguhnya, Islam adalah agama yang mudah, meskipun bukan berarti kita bisa bermudah-mudahan seenaknya juga. Nah, kali ini kita coba bahas, yuk, bagaimana hukum berwudu dengan mengusap kerudung atau jilbab.

Boleh Berwudu dengan Tetap Memakai Kerudung atau Jilbab

Seorang wanita yang memakai jilbab, ternyata diperbolehkan untuk berwudu dengan cara mengusap jilbab atau kerudungnya. Mengapa mengusap jilbab? Hal itu sebagai ganti mengusap kepala.

Dalilnya apa?

Bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha pernah suatu ketika berwudu dengan tetap memakai jilbabnya. Saat itu beliau hanya mengusap jilbab yang ia kenakan. Siapa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha? Beliau adalah istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jika memang berwudu dengan tetap memakai jilbab tidak diperbolehkan, maka tentu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan melarang Ummu Salamah. Tapi ternyata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak melarangnya. Artinya apa? Artinya boleh berwudu dengan mengusap jilbab.

Mengusap jilbab saat berwudu ini di-qiyas-kan atau dianalogikan dengan berwudu sambil mengusap surban bagi laki-laki. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sendiri pernah mengusap surban yang beliau kenakan.

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu,

“Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berwudu mengusap ubun-ubunnya, surbannya, dan juga khufnya.” (HR. Muslim)

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah kapan wanita boleh mengusap kerudungnya saat berwudu?

Kondisi yang Membolehkan Wanita Mengusap Jilbab

Sekalipun kita boleh mengusap jilbab saat berwudu, bukan berarti kita bisa seenaknya saja, ya, Dears. Ada kondisi tertentu yang meringankan hal ini.

Para ulama mengatakan bahwa kita (kaum wanita) tidak boleh hanya membasahi jilbab, kecuali ada udzur syar’i seperti:

1. Menderita sakit parah di daerah kepala yang jika terkena air maka akan memperparah penyakitnya,

2. Udara yang amat dingin sehingga tidak memungkinkan untuk melepas jilbab,

3. Ada kekhawatiran terlihatnya rambut oleh lelaki non mahram di tempat umum.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mengusap jilbab saat berwudu? Apakah hanya mengusap saja, atau adakah cara lain?

Cara Mengusap Jilbab Kala Berwudu

Menurut pendapat para ulama, yang rajih atau yang kuat adalah ada dua cara yang bisa kita lakukan jika ingin berwudu dengan mengusap jilbab.

1. Hanya mengusap kerudung dengan tangan yang sebelumnya telah dibasahi air

Dalilnya yaitu sebuah hadits yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya,

“Aku pernah melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengusap bagian atas surbannya dan kedua khufnya.” (HR. Bukhari)

Yang diusap, boleh seluruh kerudung atau sebagian kerudung saja, yaitu pada bagian atas kerudung.

2. Mengusap atau membasahi sebagian kepala bagian depan dengan air lalu mengusap jilbab

Dears, meskipun diperbolehkan mengusap jilbab saat berwudhu, sebenarnya sangat dianjurkan juga untuk mengusap sebagian kepala bagian depan. Sebagaimana perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah bahwa:

“Jika seorang wanita takut akan dingin dan yang semisalnya maka dia boleh mengusap kerudungnya. Karena sesungguhnya Ummu Salamah mengusap kerudungnya. Dan hendaknya mengusap kerudung disertai dengan mengusap sebagian rambutnya.” (Majmu’ Fatawa Ibni Taimiyah)

Jadi, sebagai bentuk kehati-hatian, alangkah baiknya jika kita mengusap kepala bagian depan terlebih dahulu (meski hanya beberapa helai rambut yang terbasahi), baru kemudian mengusap kerudung.

Kenapa harus demikian? Karena jumhur ulama tidak memperbolehkan mengusap kerudung saja tanpa membasahi sebagian kecil rambut bagian depan. (Fiqhus Sunnah lin Nisaa, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim)

Batas Waktu dalam Mengusap Kerudung

Dalam mengusap kerudung, tidak ada batasan waktu seperti kalau kita mengusap khuf (sepatu). Jadi, kapanpun kita ingin mengusap jilbab saat berwudu, tidak masalah. Dan misal sebelum memakai jilbab, kita berwudu, lalu qadarullah di tengah perjalanan kita ingin berwudu kembali dengan mengusap jilbab, maka tidak masalah juga.

Untuk kehati-hatian, alangkah baiknya sebelum memakai jilbab kita bersuci terlebih dahulu. (Majmu’ Fatawa wa Rasaail Ibnu ‘Utsaimin (11/119)

Nah, bagaimana, Dears? Sudah cukup paham, bukan? Ada kemudahan di dalam agama Islam, tapi harus tetap sesuai aturannya.

Semoga bermanfaat, ya!

PS. Ditulis ulang dengan perubahan seperlunya dari artikel yang pernah saya tulis di segment Muslimah di Estrilook[dot]com

Photo credit: unsplash.com

SHARE:
Fiqih One Reply to “Bolehkah Mengusap Kerudung Saat Berwudu?”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

One comment on “Bolehkah Mengusap Kerudung Saat Berwudu?

    Author’s gravatar

    Bermanfaat sekali mbak tulisannya. Aku malah baru tahu. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *