Renita Oktavia

I read so I write

November 18, 2019

Kenali Gejala dan Risiko Depresi pada Ibu Hamil

Bismillah

Setujukah Anda ketika saya mengatakan bahwa seorang ibu hamil itu ibarat menggenggam dunia dalam rahimnya? Dari ibulah, semua bermula. Bukankah dari rahim para ibu, generasi emas suatu bangsa tercipta? Mempersiapkan seorang ibu, berarti mempersiapkan generasi terbaik.

Mengingat betapa masa depan suatu negara berawal dari rahim para ibu hamil, tidak mengherankan jika pemerintah negara-negara maju begitu memerhatikan kesehatan para ibu hamil, tidak hanya sekadar kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental. Jika para ibu tersebut bahagia, maka bisa dipastikan janinnya akan tumbuh sehat, tidak ada BBLR, tidak ada stunting, dan angka kematian ibu dan bayi pun akan rendah.

Depresi Selama Kehamilan

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang wanita yang telah menikah tatkala menjumpai dirinya tengah mengandung buah hatinya. Ya, kehamilan adalah saat-saat paling menyenangkan dalam fase kehidupan seorang wanita. Namun, tahukah kita bahwa bagi sebagian wanita, kehamilan justru membuatnya stres, takut, bahkan depresi?

Dilansir dari American Pregnancy, bahwa 14-23% wanita menunjukkan gejala depresi selama kehamilan. Depresi merupakan gangguan mood yang dialami beberapa wanita, termasuk ibu hamil. Sayangnya, depresi selama masa kehamilan ini dianggap sebagai ketidakseimbangan hormon belaka dan dianggap tabu untuk dibicarakan. Padahal, depresi pada ibu hamil, sangat berisiko tinggi pada ibu dan bayi.

Sebagian orang hanya menekankan kesehatan fisik ibu hamil dan mengabaikan kesehatan mentalnya. Keluhan berupa hilangnya selera makan dan insomnia dalam jangka waktu yang panjang, dianggap biasa. Namun, sebenarnya, di situlah tanda seorang ibu membutuhkan bantuan.

Gejala Depresi Selama Kehamilan

Seorang kawan pernah bercerita bahwa selama kehamilannya, dia merasa stres luar biasa. Apa pasal? Karena sang mertua dan iparnya tidak memperlakukan dia dengan baik. Ia yang telah kehilangan kedua orang tua, ‘dipaksa’ menjalani kehamilan tanpa support system yang baik. Saya pun mencoba memberinya dukungan karena saya tahu betapa berat menjalani kehamilan.

Apakah kawan saya mengalami depresi selama kehamilan? Jawabannya, bisa jadi. Saya mengumpulkan beberapa referensi terkait gejala apa saja sih yang muncul dari depresi selama kehamilan.

1. Merasa sedih tak berkesudahan

2. Sulit berkonsentrasi

3. Terlalu banyak tidur atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali

4. Kehilangan minat pada beberapa aktivitas yang biasanya disukai

5. Muncul keinginan untuk bunuh diri dan merasa putus asa

6. Cemas berlebihan

7. Merasa bersalah dan tidak berharga

8. Perubahan pola makan

9. Merasa marah dan mudah tersinggung

10. Merasa mudah sakit yang tidak kunjung sembuh meski telah diobati

Gejala tersebut, tentu saja, berbeda antara ibu yang satu dengan ibu yang lain. Durasinya pun bisa selama dua minggu atau lebih. Namun, sebagian ibu merasa malu menceritakan apa yang mereka rasakan. Akibatnya, mereka tidak meminta bantuan hingga akhirnya tidak mendapat pertolongan memadai.

Pemicu Depresi Selama Kehamilan

Ada beberapa hal yang menjadi pemicu depresi selama kehamilan.

1. Adanya riwayat depresi pada kehamilan sebelumnya atau riwayat keluarga yang mengalami depresi

2. Trauma

3. Kecemasan

4. Masalah keharmonisan keluarga

5. Komplikasi selama kehamilan

6. Riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya

7. Masalah keuangan

Risiko Depresi Selama Kehamilan

Depresi yang tidak ditangani dengan baik selama proses kehamilan, berisiko pada kelahiran prematur, BBLR (berat badan lahir rendah), dan gangguan tumbuh kembang anak.

Biasanya, ibu hamil yang depresi tidak memiliki bonding yang kuat dengan anak. Ia juga bisa kehilangan minat mengurusi bayi. Dampak pada bayi pun beragam. Anak yang lahir dari ibu depresi akan lebih mudah marah, kurang aktif bergerak, dan cenderung gelisah.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Jika saat ini kita merasa menunjukkan gejala depresi selama kehamilan, maka cara paling tepat yang bisa kita lakukan adalah mencari bantuan. Saya meyakini bahwa asking for help is NOT a sign of weakness. Weakness is when you know you need some help, but you pretend like you just don’t need it.

Kita bisa memulainya dengan bergabung dalam group yang memberi dukungan positif terhadap gejala depresi yang kita alami, bukan group yang mudah menghakimi. Bisa juga berkonsultasi dengan psikiater. Ceritakan saja apa yang kita alami.

Selain itu, kita juga bisa melakukan:

1. Istirahat cukup

Tubuh yang kelelahan akan lebih rentan dalam menghadapi stres. Untuk itu, Bu, isirahatlah, karena dirimu dan bayimu layak mendapatkan yang terbaik.

2. Memanjakan diri sendiri

Tidak ada salahnya kok kalau sesekali kita kita mengapresiasi diri sendiri. Menikmati secangkir coklat panas, misalnya.

3. Hindari toxic people

Tidak semua orang paham dengan keadaan kita, jadi hindari saja orang-orang yang memang tidak menginginkan kebaikan bagi diri kita.

4. Curhat dengan psikiater atau teman terdekat

Saya percaya bahwa curhat kepada Allah adalah salah satu solusi terbaik. Namun, saya juga tidak menampik bahwa adakalanya kita butuh didengarkan dan dipahami. Rasanya lega ketika telah bercerita. Untuk itu, pastikan kita memilih teman curhat yang tidak menghakimi.

Lalu, bagaimana jika yang mengalami depresi adalah orang-orang terdekat kita?

Tolong, jangan hakimi mereka. Jangan memberi stigma buruk. Pun, jangan menganggap mereka lemah iman atau kerasukan jin. Cukup dengarkan saja atau jika perlu, ajak mereka berkonsultasi dengan psikiater. Percayalah, mulut julid-mu tidak akan banyak membantu.

***

Mari menjaga keberlangsungan bangsa dengan menjadi support system yang baik bagi para ibu hamil. Ingatlah bahwa it takes a village to raise the kids.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Barakallahu fiikum.

Diolah dari:

1. American pregnancy

2. Postpartum Support International

3. Babygaga

Photo credit: blueandhazel.com

SHARE:
Random Thought 7 Replies to “Kenali Gejala dan Risiko Depresi pada Ibu Hamil”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

7 thoughts on “Kenali Gejala dan Risiko Depresi pada Ibu Hamil

    Author’s gravatar

    Lengkap kali pembahasannya . Dari mulai ciri, penyebab sampai cara mengatasinya. Keren

    Author’s gravatar

    Tulisannya sangat bermanfaat utk calon ibu hamil. Mbak renita emang jago menulis.

    Author’s gravatar

    patut dipantau ini budhe…

    sangu ponakan njenengan ingkang tasih bujang 😂😂😂

    Author’s gravatar

    Masya Allah, bermanfaat sekali mbak informasinya.
    Jadi banyak tahu.
    Terima kasih

    Author’s gravatar

    Lingkungan itu sangat mempengaruhi ibu hamil yaa bu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *