November 2, 2019

Sewindu

Bismillah

PART 4 TO YOU — THE ONLY PERSON I WILL EVER LOVE

Opening ada di sini.

Part 1 bisa dibaca di sini.

Part 2 bolehlah dibaca di sini.

Part 3 di sini aja.

🍂🍂🍂

Fajar menyingsing. Pendar cahayanya mencumbui apapun yang ia temui. Wajah-wajah nampak sumringah seiring rahasia yang telah terdedah.

Hari itu, ia berdiri di hadapanku. Masih dengan tatapan yang melumpuhkan hatiku, sama seperti sepuluh tahun lalu.

Ardian Bramantya … Lelaki yang kukenal lewat percakapan dunia maya. Lelaki yang darinya aku belajar mencinta sekaligus menggenggam bara lara. Lelaki yang kini hendak menghanca setiap jengkal kenangan yang tertinggal.

Senyumku merekah. Laraku enyah. Tergantikan oleh cinta dan bahagia yang akhirnya berlimpah.

ARDIAN BRAMANTYA & RARA PARAMASTRI

Papan putih bertahtakan bunga bertuliskan namaku dan namanya, terpasang di halaman depan rumahku. Manis sekali. Ayah dan ibuku tak henti-hentinya menguar senyuman. Ya, karena tugas mereka sebentar lagi usai, lalu berpindah ke tangan laki-laki lain.

Bapak dan ibu mertuaku pun tampak bahagia. Sosok gadis yang dulu sering berbincang lewat telepon dengan mereka, kini hadir nyata di depan mata.

Aku bahagia tatkala ibu mas Ardian mengusap wajahku dengan penuh keharuan.

Nduk, cah ayu, akhirnya ibu bisa menyaksikan dirimu dan Ardian bersanding. Ibu senang, Nduk.” Begitu ucapnya.

Kulirik mas Ardian. Lelakiku sungguh sangat menawan. Ia tengah bersiap duduk di depan meja kecil berhiaskan pita, berhadapan langsung dengan petugas KUA, ayahku, dan beberapa saksi pernikahan kami.

Sedangkan aku … aku berada di ruangan khusus dengan tirai tipis yang menjadi penghalang pandangan. Gaun putih dengan ornamen manis dan riasan sedang membuatku melayang. Inikah rasanya? Sesuatu yang seharusnya kurasakan beberapa tahun silam, kini aku benar-benar mengalaminya.

“Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq.”

Seisi ruangan menjadi saksi betapa aku kini telah sah menjadi seorang istri. Uap panas menerjang mataku. Mengaburkan segala pandanganku. Di depan penghulu, cinta kami–sekali lagi–bertemu.

To be continued ….

🍃🍃🍃

Ditulis untuk memenuhi tantangan pekan ke-8 ODOP yaitu membuat lima episode cerita bersambung.

Barakallahu fiikum

Photo credit: pinterest.com/Rabyya Masood

SHARE:
Random Thought 0 Replies to “Sewindu”