Oktober 28, 2019

Gadis di Dalam Kereta

Bismillah

Kereta yang kutumpangi penuh dan sesak, duduk di hadapanku seorang gadis muda. Cantik parasnya terbalut dalam kerudung warna jingga. Sesekali ia tersenyum tersipu malu saat teman sebangkunya menggoda. Aku bisa melihat dengan jelas pipinya merona. Matanya yang agak sipit lekat menatap seorang pria di luar jendela. Tatapan yang teduh. Sangat teduh. Tangannya sesekali memegang bros yang tersemat di jilbab.

Aku mengikuti ke mana matanya memandang. Laki-laki itu tegar berdiri di ujung sana. Entah mengapa tiba-tiba jantungku berdetak sangat kencang saat beradu mata dengan pria di balik jendela. Dan gadis itu, semakin lekat ia menatapnya. Pijar hangat yang sama yang mengingatkanku beberapa tahun silam.

Perlahan kereta yang kami tumpangi berjalan. Pria itu berlari mengejar gadis berkerudung jingga, tapi kereta kami terus berpacu dengan waktu. Gadis itu pun melongok ke jendela, seolah ingin berlari menyambut lelakinya. Sayang, ular besi semakin jauh membawa kami. Pria itu menyerah. Tangannya melambai ke arah kami. Hancurkah hatinya?

Gadis berkerudung jingga mengubah posisi duduk. Gurat kesedihan nampak jelas di wajahnya yang ayu. Mmm … wajah itu, aku bisa menebak, dia pasti masih berumur sekitar 20-an. Terlihat parit kecil di mata sipit itu meski ia berusaha menyembunyikannya dariku. Aku bisa merasakan getar kekecewaan. Bibirnya yang tipis sesekali ia gigit, jemarinya yang lentik sibuk bermain satu sama lain.

Kereta terus berlari.

Dadaku terasa sangat sesak menyaksikan pemandangan di hadapanku, seperti ada beban teramat berat yang menghimpit. Aku tak mampu lagi menguasai diri.

Aku berdiri.

“Lihat apa yang telah kau lakukan padaku!” teriakku padanya. Ia bergeming.

“Kebodohanmu membuatku dirundung nestapa! Tidak bisakah kau berhenti menjadi pengecut? Tidak bisakah kau ungkapkan perasaanmu pada lelaki itu?”

Aku terus mencecar gadis berkerudung jingga hingga tangisnya pecah.

“Larasati! Simpan air matamu karena kelak kau akan berurai air mata sepanjang sisa hidupmu!” kataku.

Gadis itu perlahan memudar dari hadapanku dan kudapati diriku duduk bersimpuh. Lemah terpaku.

🍃🍃🍃

Barakallahu fiikum.

Photo credit: 500px[dot]com

SHARE:
Random Thought 0 Replies to “Gadis di Dalam Kereta”