Oktober 27, 2019

Menjadi Narablog Profesional pada Hari Blogger Nasional

Bismillah

Did you know? Tanggal 27 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Blogger Nasional, lho. Baru tahu? Sama, saya juga.

Konon katanya, Hari Blogger Nasional ini kali pertama dikukuhkan dalam acara pembukaan Pesta Blogger pada tanggal 27 Oktober 2007 oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Bapak Muhammad Nuh. Sejak saat itu, setiap tahunnya diadakan peringatan serupa.

Perkembangan Blogger

Berbicara tentang blog, mungkin pikiran kita akan melayang pada sosok Raditya Dika yang sukses membukukan blog-nya. Tulisan-tulisan Raditya seputar kesehariannya pun berbuah manis. Ia dinobatkan sebagai pemenang Indonesian Blog Awards dan The Online Inspiring Awards pada tahun 2009. Hobi menulisnya pun mendatangkan pundi-pundi rupiah karena cerita dalam buku tersebut akhirnya difilmkan.

Era Raditya Dika telah berhasil mempopulerkan blog sebagai media menyalurkan hobi menulis, sekaligus mendapatkan uang. Akibatnya, sebagian orang berbondong-bondong menjadi narablog dengan tujuan untuk menghasilkan rupiah.

Di awal kemunculan blog, para narablog–sering kita kenal dengan sebutan blogger–hanya menulis curahan hati atau perjalanan hidup mereka saja. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, narablog menjadi salah satu profesi yang cukup menjanjikan. Bagaimana tidak? Yang dulunya hanya sekadar curhat, sekarang menjadi lebih profit oriented.

Tema-tema blogging pun kini banyak bermunculan. Mulai dari yang segar dan ringan hingga ke tema-tema berat. Pengelolaannya pun sekarang lebih profesional. Lihat saja, buktinya ada jasa mendesain blog dengan template yang eye-catching. Tujuannya, tentu saja, agar pembaca betah berkunjung ke blog.

Selain itu, kontributor blog pun kini tak hanya satu orang. Dalam satu blog, bisa saja dikelola oleh beberapa orang dengan jumlah kontributor sesuai kebutuhan. Saya ambil contoh blog milik teman saya, dia bertugas sebagai pemilik sekaligus pengelola blog, sedangkan beberapa teman saya lainnya menjadi penulis aktif di blog tersebut. Sangat menguntungkan kedua belah pihak, kan?

Menjadi Narablog di Era Digital

Tidak mudah menjadi seorang narablog di era digital. Apapun pilihan kita, satu yang perlu diingat adalah blog telah menjadi rekam jejak digital, jadi pastikan kita telah menulis konten yang baik dan bermanfaat. Bermanfaat, tentu saja, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Tetaplah menjadi narablog yang memotivasi dengan beragam kisah edukatif yang menginspirasi.

Selamat Hari Blogger Nasional buat rekan-rekan narablog di seluruh Indonesia. Semoga para narablog tanah air mampu menyebarkan virus literasi di seluruh pelosok negeri.

Barakallahu fiikum.

Photo credit: profitbae[dot]com

SHARE:
Random Thought 0 Replies to “Menjadi Narablog Profesional pada Hari Blogger Nasional”