Renita Oktavia

I read so I write

Oktober 20, 2019

Manusia dan Dedaunan

Bismillah

Kalau Tere Liye pernah menulis novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, maka kali ini izinkan saya menulis hal serupa dari sudut yang berbeda.

🍃🍃🍃

Sebagaimana daun yang memenuhi ranting-ranting pohon; mereka bisa datang dan pergi pada masanya, maka demikian pulalah kita sebagai manusia. Kita selalu menganggap bahwa orang-orang yang saat ini bersama kita, akan berjalan beriringan. Benarkah?

Kita berasumsi bahwa teman, sahabat, dan orang terkasih kita akan terus “hijau” layaknya daun pada sebuah pohon abadi. Mereka tidak akan pergi; selamanya duduk menemani.

Siklus Kehidupan

Setiap makhluk yang Allah ciptakan, akan mengalami siklus kehidupan. Dedaunan itu pada saat tertentu mereka akan terlihat sangat segar, mereka mampu membangkitkan semangat siapa pun tatkala melihatnya. Seolah mereka tercipta untuk memberi energi baru dalam kehidupan kita. Lalu dedaunan tersebut berubah; mereka terlihat layu dan tak bergairah. Kita pun tak mampu mengenalinya lagi. Hingga akhirnya mereka pergi.

Demikan juga dengan manusia; orang-orang terdekat kita. Mereka akan mengalami siklus kehidupan layaknya dedaunan. Adakalanya pada suatu masa, mereka terlihat segar, muda, penuh semangat, dan memberikan segala yang kita butuhkan. Kemudian mereka akan berubah; mereka kehabisan energi; mereka tak mampu lagi mendukung kita.

Bukankah akan sangat menyedihkan tatkala orang-orang terdekat kita berubah? Kehilangan orang-orang tercinta, sungguh tak terperi perihnya. Hidup serasa hampa dan tiada suka cita.

Siapa yang tidak pernah kehilangan? Setiap orang merasakannya. Namun, satu hal yang perlu diingat bahwa Allah Ta’ala-lah yang menciptakan pohon beserta daunnya. Dia akan mengambil siapa saja yang Dia kehendaki. Mengapa? Ya, karena itu adalah sebuah keharusan. Bukankah sudah semestinya daun-daun yang telah tua itu diambil lalu posisinya digantikan oleh daun-daun baru? Demikianlah siklus kehidupan. Apa yang tidak baik, akan pergi dan tergantikan. Pun, jika ada sesuatu yang tidak baik buat kita, ia harus diambil dari lingkaran kehidupan kita.

Hikmah Setiap Kejadian

Allah Ta’ala membuat segalanya seimbang dan teratur sebagaimana mestinya, termasuk hidup kita. Setiap kali seseorang pergi meninggalkan kita, Allah akan menggantinya dengan seseorang atau sesuatu yang berbeda; seseorang atau sesuatu yang lebih baik; seseorang atau sesuatu yang memang benar-benar kita butuhkan dalam hidup.

Bukankah hidup akan lebih menyenangkan tatkala kita mampu mendekap segala siklus kehidupan dan perubahan yang datang bersamanya? Bukankah hidup akan lebih melegakan ketika kita mampu menerima bahwa rangkaian perjalanan kehidupan orang-orang terdekat kita, kelak akan berakhir? Mereka yang telah pergi, hanya menjadi bagian dari masa lalu. Mulailah menatap masa depan dan belajar menerima apa yang saat ini tersaji di hadapan.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Barakallahu fiik.

Photo credit: photogrist.com

SHARE:
Aqidah, Random Thought 6 Replies to “Manusia dan Dedaunan”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

6 thoughts on “Manusia dan Dedaunan

    Author’s gravatar

    Masyaallah…. Adem bacanya…

    Author’s gravatar

    “Alloh membuat semuanya seimbang” aku suka ini…

    Author’s gravatar

    ngomongin Daun jatuh. aku asa keingetan pernah moto Daun, terus coba cari ayat Al Qur’an yang hubungannya dengan Daun. atau bisa ngambil pelajaran dari daun..

    ketemulah sama surat Al An’am ayat 59

    Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)

    ya Alloh… ini baru terjemahannya ya Bu Ren. belum tafsirnya.

    terimakasih sudah menghubungkan Daun dengan Hikmah Bu

      Author’s gravatar

      Sebenarnya mau dikasih ayat itu juga, Pak. Cuman kemarin mata udah lelah seharian mantengin laptop sama hape wkwkwk jadi nulis kek gini aja

    Author’s gravatar

    Masha Allah tulisannya kak😻☺️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *