Oktober 8, 2019

Merindu, Tetapi Egomu Sungguh Terlalu

Bismillah

Dalam episode kehidupanmu, pernahkah kau merasa sangat merindukan seseorang, tetapi engkau enggan berterus terang? Kau memilih diam dan tak mau mengakui. Padahal, jelas-jelas perasaan itu menghantui.

Dalam perjalanan kehidupanmu saat ini, pernahkah engkau berharap seseorang mengatakan betapa ia sangat merindumu? Padahal, engkau bisa saja mengatakan kepadanya terlebih dahulu. Namun, engkau urung mengatakannya karena egomu sungguh terlalu.

Pernahkah sekali saja dalam embusan napasmu, engkau membayangkan ketika kamu tak lagi gengsi mengatakan rindu jutaan kali hingga menagih sebuah pertemuan berulang kali, tetapi kesempatan itu tak ada lagi?

Pernahkah kau merasakan, tak peduli seberapa besar cinta dan rindumu untuk seseorang, tetapi engkau tak dapat menemuinya lagi karena memang ia sudah tidak ada di dunia ini?

Jika saat ini, ia yang bertanam kasih denganmu, masih bisa kamu chat, peluk atau kamu temui setiap hari, lantas mengapa kamu gengsi mengatakan kamu rindu terlebih dahulu? Mengapa kamu berharap ia yang melakukannya sebelum kamu?

Mengapa kamu menghukum dirimu sendiri dengan mengatakan bahwa kamu membencinya? Bukankah kamu juga merasa tersiksa?

Jika hanya ingin membuatnya merasa bersalah, mengapa harus pura-pura marah? Padahal kesalahannya telah engkau maafkan.

Ayolah, sudahi saja egomu itu. Cinta tak mengenal kata gengsi.

Bahagiakan dirimu dan mereka yang kamu cintai. Luangkan sedikit waktumu sebelum kau benar-benar kehilangan separuh hidupmu.

Sebelum kau … benar-benar kehilangan … sepertiku ….

Untuk bapak dan ibuku yang telah berpulang sebelum diriku … aku rindu.

Untukmu … yang telah bersedia mengayuh waktu bersamaku … aku rindu.

Barakallahu fiik

SHARE:
Bukti Cinta, Random Thought 0 Replies to “Merindu, Tetapi Egomu Sungguh Terlalu”