Renita Oktavia

I read so I write

Oktober 4, 2019

Saat Ajal Menjemputmu

Bismillah

Wahai kawan …

Saat ajal menjemputmu …

Maka, ketahuilah bahwa segala kenikmatan dan kelezatan dunia beserta isinya akan terlepas dari tanganmu. Semuanya akan berakhir. Tugasmu selesai. Dan engkau akan berada di pembaringan terakhir, melakukan perjalanan menuju Rabb-mu. Mempertanggungjawabkan semua yang telah kautanam.

Pujian setinggi langit dan sanjungan tak bertepi yang pernah terlontar untukmu … semua tak ada gunanya.

Followers-mu? Teman-temanmu? Mereka bahkan tak peduli. Kalaupun peduli, hanya dalam hitungan jam saja, lalu melupakanmu. Mereka takkan mengikutimu ke liang lahat. Percayalah.

Status-statusmu? Tulisanmu? Ah … mereka hanya akan mengendap di media sosial. Takkan ada manfaatnya.

Jempol-jempol dan komentar yang berserakan memenuhi berandamu? Sudah kukatakan, takkan ada efeknya.

Lalu apa yang tersisa darimu yang sekiranya bisa memberi manfaat untukmu di liang kubur?

– Air mata yang kautumpahkan karena merasa takut pada Rabb-mu. Kau bahkan belum pernah menumpahkannya? Belajarlah untuk menitikkan air matamu sebagaimana kau meneteskannya karena kekasih yang tak halal bagimu, memilih untuk meninggalkanmu!

– Rasa rindu terhadap Rabb-mu hingga kau sanggup berlama-lama sujud merendahkan diri di hadapan-Nya.

– Segala amal jariyah yang kaukeluarkan hanya untuk menjaga agama Allah dan mengharap rida-Nya.

– Lantunan zikir dan suara serakmu saat membaca ayat-ayat Al-Qur’an, bahkan saat manusia terlelap dalam tidur, kau masih merenda asa melalui keduanya.

– Keteguhanmu berjalan di atas agama Allah, bahkan saat sebagian manusia berpaling darinya lalu memilih menuhankan akal dan hawa nafsu mereka.

– Keikhlasanmu meringankan kesulitan saudaramu.

– Segala amal saleh yang kaulandasi dengan rasa ikhlas yang sebenar-benarnya.

Kau tentu tak ingin menyesal, kan? Maka jadikanlah akhirat tujuanmu! Karena di sanalah, selamanya kautinggal. Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan dunia. Kematian.

Ditulis sebagai pengingat diri sendiri.

Barakallahu fiik.

Photo credit: pinterest.com

SHARE:
Random Thought 8 Replies to “Saat Ajal Menjemputmu”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

8 thoughts on “Saat Ajal Menjemputmu

    Author’s gravatar

    Bener juga ya tumben tulisannya pendek .. tapi ngena kok Ngena. Hehe

    Author’s gravatar

    untaian-untaian nasihat yang terasa mencambuk diri ini. hiks.

    Author’s gravatar

    Mengingat kematian..bisa datang kapan saja dan dimana saja

      Author’s gravatar

      Betul, Mbak. Kematian memang selalu membuat siapa pun bergidik ngeri membayangkannya.

    Author’s gravatar

    Cara terbaik menjaga diri dari kekufuran adalah dengan mengingat kematian…
    Barakallah, mbak….
    Terima kasih sudah mengingatkan… 🤗

    Semoga kita semua selalu terjaga dalam ketaatan pada-Nya

    Allohumma aamiin.

    Author’s gravatar

    Masyaa Allah, semoga kita bisa konsisten dalam mengingat mati sebelum mati dan kita sudah tak berjarak lagi ya, Umm. Jazaakillahu khayr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *