Renita Oktavia

I read so I write

Oktober 1, 2019

Berani Menjadi Penulis Berkualitas dengan Berkomunitas

Bismillah

Mengaku penulis, tetapi enggan  berkomunitas itu ibarat mengaku cinta tapi sungkan memerjuangkan hingga ke pelaminan. Apa pasal? Karena semua akan sia-sia; tiada arah dan tujuan. 

Secara fitrah, manusia termasuk makhluk sosial. Dan bisa dipastikan, ia takkan mampu hidup secara individual. Ia butuh berserikat. Demikian pula dengan seorang penulis. Ia pun membutuhkan komunitas yang mendukung kegiatannya. 

Bergabung dengan Komunitas Menulis

“Jika ingin berjalan cepat, maka jalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, jalanlah bersama-sama.” 

Pepatah tersebut benar adanya. Saat berjalan sendirian, kita bisa saja tiba di satu tempat dalam tempo yang sangat singkat. Namun, akan lain ceritanya jika kita memiliki teman dalam perjalanan. 

Ya, rasa bosan berjalan sendiri tentu akan menghampiri. Namun, tidak demikian ketika memilih berjalan bergandengan. 

Seorang penulis membutuhkan support system yang baik dan terarah. Sebagaimana memilih kawan, berkomunitas pun harus dipilih dan dipilah. Salah memilih komunitas menulis, tentu akan membuat semuanya salah kaprah. 

Perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat segala akses informasi mudah digali. Komunitas menulis pun kini mudah ditemui. Tak hanya yang bersifat offline, tetapi juga komunitas menulis online. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Komunitas online memungkinkan para anggotanya berinterasi kapan pun dan di mana pun. Sedangkan komunitas offline bisa lebih sering bertatap muka. 

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki setiap komunitas, setidaknya keberadaan mereka mampu memberi manfaat bagi penulis. 

Berkomunitas Membuat Penulis Lebih Berkualitas

Tidak dapat dipungkiri, berkomunitas akan membuat seorang penulis lebih berkualitas. Kok bisa? Ya, karena memang berkomunitas itu jauh lebih menguntungkan. 

Apa saja sih manfaat berkomunitas?

Memiliki tempat berbagi ilmu kepenulisan

Dengan berkomunitas, kita akan memeroleh ilmu kepenulisan dari para senior secara cuma-cuma. Mereka tentu tak segan membagi ilmunya karena memang ada rasa terikat berada dalam satu komunitas. Tak hanya itu, biasanya kita juga akan mendapat timbal balik atas tulisan kita, lho. 

Meningkatkan produktivitas menulis

Dalam setiap komunitas menulis, pasti ada beberapa aturan yang harus dipatuhi. Tujuannya, tentu saja, untuk memacu produktivitas menulis. Ada komunitas yanh mewajibkan anggotanya menulis setiap hari. Namun, ada pula yang meminta setiap anggota menulis sesuai jadwal yang telah disepakati.

Biasanya, setiap pekan, para anggota yang tidak aktif, akan diingatkan kembali. Atau bisa jadi, malah ditendang pergi karena dianggap tidak mampu konsisten terhadap diri sendiri.

Meningkatkan kemampuan menulis

Kemampuan menulis tidaklah didapat begitu saja. Ada proses belajar yang sangat panjang di dalamnya. Dengan berkomunitas, setiap anggota akan diberi masukan jika ada kesalahan penulisan dan ketidaksesuaian dengan kaidah pada umumnya. Jangan salah, gaya penulisan kita pun akan bisa meningkat, lho.

Mengatasi writer’s block

Tidak mendapatkan ide menulis merupakan salah satu writer’s block yang sering dijumpai. Seorang penulis yang kehabisan ide, ibarat kehilangan ruh dalam diri. Berkomunitas akan membuat seorang penulis lebih peka menggali ide. Sharing antar anggota akan semakin memperkaya ide penulisan. Hal-hal yang biasanya dianggap remeh akan menjadi sesuatu yang layak diabadikan dalam tulisan.

Mempermudah akses mengikuti event kepenulisan

Salah satu keuntungan tergabung dalam suatu komunitas menulis adalah semakin mudah terhubung dalam berbagai kegiatan kepenulisan. Seorang penulis yang baik, tidak hanya mampu menyajikan tulisan, tetapi juga berani mengikuti berbagai perlombaan. Kalah menang bukanlah tujuan. Lebih dari itu. Mendapat tantangan menulis akan menjadi sesuatu yang tak terlupakan.

***

Bergabung dalam komunitas, tidak pernah ada kerugiannya. Yang ada justru semakin menambah tali persaudaraan. Berkomunitas juga akan membuat ketrampilan kita semakin terasah dan berkualitas. 

Satu hal yang perlu dicatat. Bahwa ketika terjun ke dalam komunitas, kosongkan gelas. Mengapa? Agar dahaga tuntas ketika menerima ilmu dalam komunitas. 

Jadi, berani menjadi penulis berkualitas?

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Barakallahu fiik.

Photo credit: unsplash.com/Toa Heftiba

SHARE:
Random Thought 6 Replies to “Berani Menjadi Penulis Berkualitas dengan Berkomunitas”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

6 thoughts on “Berani Menjadi Penulis Berkualitas dengan Berkomunitas

    Author’s gravatar

    Setuju banget sama Ummu ‘Aashim.
    apalagi di komunitas ODOP.

    kereno mantapo.

    Author’s gravatar

    Setuju!

    Deuh, mantap benar tulisannya, mbak … 🥰😍😍

    Author’s gravatar

    Bener banget nih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *