Renita Oktavia

I read so I write

September 25, 2019

Khotbah Dramatis Sang Iblis

Bismillah

Khotbah dramatis sang iblis? Apa jadinya kalau sang iblis berkhotbah dalam suasana yang dramatis? Khotbah iblis ini benar-benar menyentuh hati hingga siapa pun yang mendengarnya akan merasa teriris.

Namun, benarkah iblis mampu berkhotbah? Benarkah khotbahnya membuat siapa pun berbasah-basah? Lantas, akankah rahasia terdedah?

Ingin tahu bagaimana khotbah dramatis sang iblis? Simak penjelasannya berikut ini.

Khotbah Iblis yang Dramatis

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

“Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhotbah seraya berkata, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya ….” (Tafsir At-Thabari)

Lalu, Ibnu Katsiir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim berkata:

“Allah mengabarkan tentang khotbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah menghisab para hambaNya, lalu Allah memasukkan kaum mukminin ke surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam Neraka Jahannam. Kemudian, Iblis pun berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan….”

Sampai di sini bisa membayangkan? Betapa dahsyatnya hari itu dan betapa menyedihkannya keadaan mereka.

Saat Api Jahannam Siap Menerkam

Saat hisab telah selesai dan Allah memasukkan orang-orang mukmin ke dalam surga, kini yang tersisa hanyalah orang-orang kafir yang durhaka. Mereka dibawa ke neraka jahannam yang siap menerkam dan membuat siapa pun tenggelam.

Pada saat yang sangat menegangkan, yakni ketika orang-orang durhaka tersebut dimasukkan ke dalam jahannam, iblis menyampaikan khotbahnya. Betapa saat itu setiap orang mencela dan mencerca sang pemimpin yang dulu mereka puja.

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih”. (QS. Ibrahim: 22)

Apa Kata Al-Hasan

Al-Hasan menyebutkan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qurthubi:

“Sesungguhnya pada hari Kiamat, Iblis berdiri dan berkhotbah di atas mimbar yang terbuat dari api, suaranya dapat didengar oleh semua makhluk. Dikatakan pula bahwa khotbahnya ini dilakukannya setelah dia mendengar penduduk neraka mengecam dan mencelanya karena dia telah menyesatkan mereka hingga mereka masuk ke dalam neraka.”

Maka Iblis pun berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah berjanji kepada kalian dengan janji yang benar, yakni Dia menjanjikan sesuatu yang benar bahwa Dia akan membalas kebaikan orang yang taat kepada-Nya dan mengadzab orang yang bermaksiat kepada-Nya, kemudian Dia pun memenuhi janji-Nya itu.

Aku juga telah berjanji kepada kalian, namun aku mengingkari janjiku. Yakni aku berjanji bahwa pada hari Kiamat, ganjaran dan siksaan itu tidak pernah ada. Namun aku berdusta kepada kalian dan mengingkari janji itu. Sesungguhnya aku tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun atas diri kalian. Aku tidak memiliki kemampuan memengaruhi dan menguasai kalian, selain hanya menyeru kalian kemudian kalian menjawab seruanku itu. Seruanku hanyalah berupa bisikan dan memghias-hias (kemungkaran), kemudian kalianlah yang menyambut bisikan itu dengan kerelaan dan ikhtiar kalian sendiri. Oleh karena itu, janganlah kalian mencelaku, akan tetapi celalah diri kalian sendiri, karena dosa ini adalah dosa yang kalian perbuat sendiri. Aku tidak bisa menjadi penolong kalian, dan kalian pun tidak bisa menjadi penolongku. Jadi, sedikitpun aku tidak dapat menolong kalian dan kalian tidak dapat menolongku dari adzab Allah. Sesungguhnya aku mengingkari penyekutuan yang kalian lakukan dahulu, yakni penyekutuan yang kalian lakukan kepada Allah denganku dalam hal ketaatan. Sesungguhnya orang-orang yang zalim akan mendapat azab yang sangat perih, yakni orang-orang yang menyekutukan Allah dengan yang lain, niscaya akan mendapatkan siksaan yang sangat menyakitkan.”

Bayangkan, sedih nggak sih hati para penghuni neraka ketika mendengar khotbah pemimpinnya. Mereka sudah sangat tersiksa di neraka, ditambah lagi dengan Iblis yang berlepas diri dari pengikutnya.

Hikmah

Khotbah yang disampaikan iblis, memang benar-benar menguras air mata pengikutnya. Bagaimana tidak? Ia yang diharapkan mampu menolong, ternyata sang pemimpin malah berlepas diri dari perbuatannya.

Iblis pun enggan disalahkan. Ia bahkan menyuruh pengikutnya untuk menyalahkan diri mereka sendiri.

Iblis juga mengecam perbuatan pengikutnya yang menyekutukan Allah dengan dirinya. Terlebih, di akhir khotbahnya, Iblis mengatakan bahwa orang-orang zalim yang menyekutukan Allah, akan mendapat siksa yang amat pedih.

Lengkap sudah penderitaan penduduk neraka. Lantas, adakah pelajaran yang bisa kita ambil dari khotbah iblis tersebut?

1. Bahwa penyesalan selalu datang terlambat.

Iyalah, kalau datang di awal namanya pendaftaran. Para penduduk neraka menyesali diri mengapa dulu selama di dunia, mereka terpedaya dengan sang khotib, iblis laknatullah.

2. Orang berhati keras kelak akan memelas

Hanya orang-orang yang ketika berada di dunia, yang hatinya tak pernah bergetar ketika diberi nasihat, kajian, dan peringatan saja-lah yang kelak hatinya akan tersentuh dengan khotbah Iblis, sang penyeru Jahannam.

Oleh sebab itu, ketika ada seseorang yang menasihati dan mengingatkan kita tentang agama, janganlah kita mencelanya dan memerturutkan hawa nafsu.

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang tersentuh tatkala mendengar khotbah Iblis laknatullah. Aamiin Allahumma Aamiin.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Barakallahu fiik.

Diolah dari:

Khutbah Iblis oleh Ahmad Bin Salim Baduwailan

Photo credit: pinterest.com

SHARE:
Aqidah, Kisah 7 Replies to “Khotbah Dramatis Sang Iblis”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

7 thoughts on “Khotbah Dramatis Sang Iblis

    Author’s gravatar

    Judulnya catching. Tulisannya keren. Makasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *