September 11, 2019

10 Tips Menanamkan Kecintaan Anak Terhadap Al-Qur’an

Bismillah

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti Kulwap tentang bagaimana tips mengajarkan anak mencintai Al-Qur’an. Jadi, tidak hanya sekedar menghafal namun tidak membekas dalam hati. Karena sejatinya jika kita ingin menguasai suatu ilmu, kita harus mencintai ilmu tersebut. 

Alasan saya mengikuti Kulwap ini adalah karena saya ingin anak-anak saya memiliki rasa cinta yang luar biasa terhadap Al-Qur’an, lalu mampu menghafal dan mengamalkannya. Aamiin.

Kulwap ini mendatangkan seorang guru Tahsin yang luar biasa. Namanya ustadzah Fathimah Az-Zahra, pemilik beberapa lembaga Tahfidz di Depok.

Saya senang sekali bisa mengambil ilmu dari beliau. Dan di sini saya akan berbagi apa yang sudah saya dapatkan. Saya meringkas dan mengolahnya, karena memang bahasannya sangat panjang dan detail. Semoga bermanfaat. 

10 Tips Menanamkan Kecintaan Anak Terhadap Al-Qur’an

Berikut 10 point menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an.

1. Qof (Qososh wa amtsal)

Artinya kisah-kisah dan contoh-contoh.

Sepertiga dari Al-Qur’an adalah kisah. Di sini, orang tua bisa membacakan kisah yang ada kaitannya dengan surat yang dihafal. Atau bisa juga berkisah tentang kecintaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beserta para Shahabat dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. 

2. Mim (Munafasah wa Musabaqah)

Artinya Perlombaan dan Pertandingan.

Maksudnya adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai tujuan dan tema utama di dalam rumah. Apa yang bisa orang tua lakukan? Orang tua bersama anak bisa melakukan permainan tebak-tebakan atau melanjutkan ayat.

Orang tua bisa menentukan apakah permainannya dilakukan setiap hari, setiap pekan atau setiap bulan. Kaitkanlah segala aktivitas yang ada di rumah dengan Al-Qur’an. Misal, ketika ingin tamasya keluarga. Orangtua bisa meminta anak yang paling sering membaca Al-Qur’an untuk menentukan tempat tamasyanya. Jangan lupa juga untuk menyesuaikannya dengan finansial keluarga.

3. Syin (Syafa’at)

Artinya penolong. 

Apa saja yang bisa kita lakukan?

– Ceritakan pada anak bahwa ketika di dunia, Al-Qur’an akan memberikan keberkahan terhadap pembacanya, rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an akan menjadi bercahaya. Ajak anak-anak berinteraksi dengan kehidupan para penghafal Qur’an. 

– Ceritakan pula tentang alam barzakh. Bahwa kelak di alam kubur pun, Al-Qur’an akan memberi syafaat.

– Mahsyar, ceritakan tentang keutamaan Zahrawain, yaitu Surat Al Baqarah dan Ali Imran. 

“Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Az-Zahrawain, yakni Al-Baqarah dan surah Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah berkah dan tidak membacanya adalah penyesalan. Dan para penyihir tidak akan dapat membacanya.” (HR. Muslim)

– Syurga, para penghafal Al-Qur’an dan mereka yang mengamalkannya akan mendapat derajat paling tinggi kelak di Surga. Selain itu, orangtuanya akan diberikan mahkota dan jubah kemuliaan.

4. Jim (Jannah wan nar)

 artinya Syurga dan Neraka.

Orang tua bisa bercerita tentang manusia penghuni surga, bagaimana rumahnya, makanannya, sungainya. Pun demikian dengan siksa di neraka yang tidak hanya berupa panas tapi juga dingin yang menggigit.

Baca: Tak Selamanya Neraka itu Panas

5. ‘Ayn (‘Ilaj wa syifa)

Artinya obat. 

Tanamkan dalam jiwa anak bahwa hanya Al-Qur’an-lah satu-satunya penyembuh untuk penyakit lahir dan batin. 

6. Alif (Akhlaq arrasul)

Akhlaq Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. 

Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berakhlaq dengan apa yang telah Allah perintahkan di dalam Al-Qur’an. 

Ceritakan pula bagaimana akhlaq Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap keluarganya dan lingkungan.

7. Laam (Lughoh Arabiyah)

Artinya bahasa Arab. 

Saat anak mulai menunjukkan kecintaannya pada Al-Qur’an, maka mulailah mengajarinya bahasa Arab secara pelan-pelan. Belajar bahasa Arab akan membantu anak untuk menghafal Al-Qur’an. 

8. Kha (Khitah wa hiwar)

Artinya orasi dan percakapan.

Ajarkan pada anak tentang adab berbicara, adab terhadap ilmu dan juga adab dalam kehidupan sehari-hari. Mengajarkan adab ini sangat penting karena dengan memiliki adab yang baik maka Allah akan memudahkan dan memberkahi ilmu.

Pengajaran adab ini akan memberi dampak yang sangat dahsyat dalam jiwa anak. Maka jangan sekali-kali meremehkannya.

Baca: Pentingnya Adab dan Akhlaq Mulia untuk Dunia yang Lebih Baik

9. Tha’ (Thuma’ninah was sakinah)

Artinya ketenangan. 

Tumbuhkan dalam jiwa anak bahwa dengan mengingat Allah, menjaga Allah, dan keseriusan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an akan mendatangkan kasih sayang Allah. 

10. Ta (Tahfizh wat tasmi’)

Artinya menghafal dan menyimak. 

Inilah moment terpenting, yaitu menyimak hafalan anak ketika ia sudah mulai menghafal. Berikan jadwal khusus untuk setor hafalan. Dan jangan lupa untuk memberikan hadiah sebagai salah satu upaya karena ia telah bersungguh-sungguh mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an. 

Yang perlu diingat, jangan memberi hadiah berupa uang. Hadiah tak melulu berupa barang. Pelukan atau hal-hal yang disukai anak, juga merupakan hadiah. 

Selamat berinteraksi dengan Al-Qur’an bersama ananda tercinta.

Barakallahu fiik

Photo credit: islamic-art-and-quotes.tumblr[dot]com

SHARE:
Adab, Bukti Cinta 0 Replies to “10 Tips Menanamkan Kecintaan Anak Terhadap Al-Qur’an”