September 9, 2019

Begini 7 Cara Memanfaatkan Haters

Bismillah

Haters … yep, saya yakin sebagian dari kita pasti memilikinya. Sebaik dan sesempurna apapun diri kita, para haters selalu menguntit kehidupan kita. Haters itu seperti dementors yang siap sucking our soul. Terlebih jika kita sedang berada di puncak kesuksesan, para haters akan melayangkan rasa cemburunya terhadap kita. Wajar saja, karena mereka tidak bisa seperti kita yang berkilau bak diamond.

Di satu sisi, memberi ruang para haters dalam hidup kita itu ibarat membawa beban berat di tangan dan pundak. Kalau saya boleh menganalogikan, kita seperti membawa beberapa keranjang masalah kehidupan, kita punya masalah kepercayaan diri, masalah keluarga, masalah yang berkaitan dengan hal-hal yang membuat kita tidak nyaman. Lalu, tiba-tiba ada orang yang membawa keranjang masalah mereka dan memberikannya kepada kita, “Hello, bawa keranjang ini juga ya!”. Kalau kita mengiyakan permintaan mereka, beban masalah kita bertambah. Kita akan diliputi rasa khawatir dengan omongan mereka, “Benar nggak sih yang mereka omongin tentang aku?”, hingga menimbulkan kemarahan dalam diri kita sendiri. See, berat kan jadinya?

Setiap omongan dan perilaku orang lain, entah itu berupa penghakiman atau cibiran, kita tak perlu merisaukannya. Itu urusan mereka, bukan kita. Haters akan semakin senang tatkala kita menanggapi ketidaksukaan mereka. Tanggapan kita, tak ubahnya makanan bagi jiwa mereka.

Di sisi lain, kehadiran haters bisa membawa keuntungan tersendiri. Kita bisa memanfaatkan mereka lho. Tentunya agar hidup kita semakin baik.

Cara Memanfaatkan Haters

Daripada marah karena kelakuan haters, lebih baik kita manfaatkan saja mereka. Bagaimana memanfaatkan haters? Ini dia:

1. You do the right things.

Saya memiliki prinsip bahwa kalau ada orang yang tidak menyukai saya, itu berarti I’m on the right path! Karena saya melakukan sesuatu yang benar, alhasil mereka mencaci dan membenci saya. Jadi, selama ada haters, bersyukur lah, that means you do the right things, guys. Bravo!

2. Jadikan kritikan mereka sebagai bahan introspeksi diri.

Ada kalanya kritikan itu sebagai buah kecemburuan, namun terkadang ada juga kritikan yang bersifat membangun. Jika ada yang mengkritik, jangan langsung dimasukkan ke hati, tapi jadilah pendengar yang baik. Siapa tahu, sikap mereka tersebut karena diri kita lah yang enggan mendengar apa yang seharusnya kita dengar.

3. Bersikaplah rendah hati saat merespon haters.

Kritikan atau cemoohan haters, kadang emang menyakitkan. Orang Jawa biasa menyebut omongane ngabangke kuping (baca: omongannya membuat telinga memerah alias marah). Tapi kita tidak perlu meresponnya secara berlebihan, be classy. We were born to be classy.

4. Belajar untuk mengendalikan kemarahan.

Anger management itu sulit. Bisa dikatakan mengontrol kemarahan adalah tantangan terbesar dalam hidup. Kalau ingin marah, lakukan dengan cara yang baik. Jangan sampai kita meluapkan kemarahan sehingga menimbulkan perbuatan yang diharamkan, misal melempar barang, menyakiti fisik orang, bahkan sampai membunuh.

5. Jadikan haters sebagai motivasi hidup.

Kadang ada orang yang memandang remeh usaha kita. Misal, mereka mengatakan, “Halah, usahamu tidak akan sukses!”. Nah, jadikan kalimat mereka sebagai cambuk untuk membuktikan bahwa diri kita ini tidak seperti yang mereka sangkakan.

6. Belajar empati karena haters.

Kalau kita mendapat perlakuan negatif dari seseorang, sebenarnya dia sedang mengajarkan pada kita untuk berempati terhadap orang lain. Misal, saat haters mengolok-olok kita dan orang lain, beri dukungan pada korban haters tersebut. Perasaan senasib itu kadang lebih mempererat suatu hubungan pertemanan.

7. Terakhir, belajarlah untuk tidak terlalu peduli pada hal-hal yang bersifat negatif.

Dalam hidup, akan selalu ada orang-orang yang memberi dampak negatif. Terlalu mengambil hati setiap perkataan mereka, tentu akan menguras energi dan mengotori hati. Kita tidak bisa menyuruh setiap orang untuk menyukai kita. Akan lebih baik kalau kita fokus pada perbaikan diri kita sendiri.

Satu hal yang perlu diingat, haters memang diciptakan untuk membantu kita mengevaluasi diri dan untuk menguji kesabaran. Hadapi saja, siapa tahu mereka akan menjadi fans kita di kemudian hari.

Selamat memanfaatkan haters dan jangan pernah menerima ‘keranjang masalah’ mereka.

“I just use my haters as my motivators”

Barakallahu fiik

Photo credit:

Johnpavlovitz[dot]com

SHARE:
Random Thought 0 Replies to “Begini 7 Cara Memanfaatkan Haters”