Renita Oktavia

I read so I write

September 9, 2019

3 Cara Move On yang Patut Kamu Coba

Bismillah

Joy and sorrow are inseparable. They come up together. And when one of them sits alone by your side, bear in mind that another one is asleep under your bed.

Cemas memikirkan masa depan, galau karena diputuskan secara sepihak dari tempat kerja, atau sedih berkepanjangan karena kehilangan orang tercinta, sebenarnya adalah hal yang sangat wajar. Karena memang, sudah menjadi fitrah manusia untuk merasakan kecemasan, kegalauan, dan kesedihan.

Perasaan gegana (gelisah, galau, dan merana) tersebut biasanya muncul karena adanya ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Hingga terkadang rasa gelisah itu menyita kehidupan kita. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.

Kegalauan Tetap Membawa Kebaikan

Mengapa galau membawa kebaikan? Ingatlah bahwa bagi seorang mukmin, semua yang terjadi akan membawa kebaikan; semua keadaan itu, baik.

“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin, bila ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu merupakan kebaikan baginya serta bila ia tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

Lho, lagi sedih kok disuruh bersabar.

Kalau tidak dengan bersabar, apalagi yang bisa kita lakukan? Adakah senjata lain yang dapat kita gunakan selain kesabaran? Padahal kesabaran ketika ditimpa musibah itu bisa mendatangkan kebahagiaan.

Ada satu hadis yang sangat bagus sekali. Begini bunyinya:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundahgulanaan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari  kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari)

Kegelisahan kita hari ini, bisa jadi merupakan cara Allah menunjukkan bahwa kita telah salah memilih jalan. Hingga Allah merasa perlu ‘meluruskan’ kembali.

Kesedihan kita hari ini akan menjadi penyebab terampuninya dosa-dosa. Bukanlah seharusnya kita berbahagia karenanya?

Tips Move On

Sebagaimana setelah lapar ada kenyang, setelah tangisan ada senyuman, setelah gelap ada terang, maka demikian pulalah kegundahan yang melanda hati kita. Malam akan tergantikan oleh sang fajar dan kegelapan akan berakhir dengan terang benderang.

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Pada setiap jalan yang sepertinya tak berujung, maka di baliknya ada hamparan kebun yang sangat hijau. Dan pada setiap tali yang meregang kencang, maka sesungguhnya ia akan terputus.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mengatasi kegalauan?

Kegelisahan yang dibiarkan bercokol terlalu lama, tentu akan merusak hati dan mendorong kita melakukan maksiat. Waktu terbuang percuma, sedangkan ajal, siapa yang tahu kapan ia datang. Jika kita habiskan umur kita untuk diam tak bergerak meratapi kesedihan, aduhai betapa meruginya.

Namun, tak perlu khawatir, kalau galau melanda maka move on adalah jawabannya. Nah, berikut ini tips move on ala saya:

1. Menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat.

“Sesuatu yang bermanfaat” di sini tentunya yang mendatangkan manfaat di dunia dan akhirat ya. Jangan sampai, kegalauan malah membuat kita menyibukkan diri nongkrong di diskotik. Itu sih cuma buang-buang waktu.

2. Menyadari bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah Ta’ala.

Seseorang yang sedang galau biasanya akan panjang angan-angan. Ia akan berpikir, “Ah, seandainya begini tentu akan begini.” Untuk mengatasi pikiran yang kacau seperti itu, milikilah keyakinan bahwa pena telah kering dan lembaran-lembaran telah diangkat. Artinya, bahwa takdir telah dituliskan dan tugas kita hanya bertawakal saja.

3. Berdoa agar diberi keteguhan hati dan kesabaran.

Doa merupakan senjata andalan yang paling ampuh bagi seorang Muslim. Jadi kalau lagi galau dan ingin move on, berdoa yang baik untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan agar ketika kita mendapati sesuatu yang tidak menyenangkan hati, ucapkan “Alhamdulillaahi ‘alaa kulli haal” yang artinya segala puji hanya bagi Allah atas segala keadaan. Dan jika mendapat sesuatu yang disukai, ucapkan, “Alhamdulillaahilladzii bi ni’matihi tatimmush shaalihaat” yang artinya segala puji hanya bagi Allah, yang dengan segala nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Setiap masalah dan ujian yang datang menghadang, hadapilah. Jangan merasa terhimpit meski hanya sejengkal, sebab keadaan pasti akan berubah. Ujian hidup hanya sebentar, kegalauan hanya sekejap saja. Tak menetap selamanya. Sebaik-baik menanti kemudahan setelah kesulitan adalah dengan bersabar.

Man shabara zhafira

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiik.

Photo credit: unsplash.com/Ben Mater

SHARE:
Aqidah, Random Thought 2 Replies to “3 Cara Move On yang Patut Kamu Coba”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

2 thoughts on “3 Cara Move On yang Patut Kamu Coba

    Author’s gravatar

    Berdasarkan dari pengalamanku, semakin kt banyak mengingat Allah, maka semakin jiwa merasa tenteram 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *