Renita Oktavia

I read so I write

September 5, 2019

3 Hal Inilah yang Kusuka dari Blog

Bismillah

Kali pertama mengenal blog, saya berstatus sebagai mahasiswa tingkat satu. Ya, tepatnya pada tahun 2001-lah saya mulai tertarik menjadi nara blog. Diawali dari membaca majalah Intisari langganan bapak rahimahullah, di mana si situ membahas tentang blog sebagai tren baru. Rasa penasaran pun menyeruak. Apa sih blog?

Baca: 5 Reasons Why I Blog

Lalu, diam-diam saya menghabiskan sebagian waktu di warnet hanya untuk nge-blog. Jadi, pada saat teman-teman kuliah belum mempunyai blog, saya terlebih dulu menjadi nara blog.

Apa yang saya tulis saat itu?

Tidak banyak, sih. Hanya celoteh seorang mahasiswi baru dan beberapa random thoughts.

Menulis Blog Seperti Menulis Diary

Diary, pada masanya, memang menjadi sebuah barang yang wajib dimiliki setiap anak perempuan. Isinya pun beragam, mulai dari curhatan retjeh hingga daftar biodata teman-teman. Semuanya lengkap tertuliskan.

Hingga akhirnya, seiring perkembangan zaman dan teknologi, orang tidak perlu lagi menulis diary karena tempatnya telah tergantikan oleh media sosial. Setiap orang bebas menuliskan apa pun di sana, layaknya menulis buku harian.

Sayangnya, tahun 2001, media sosial seperti Facebook belum ada. Kalau tidak salah, dulu hanya ada Friendster yang muncul pada tahun 2002. Lalu, diikuti oleh Myspace pada tahun 2003, Multiply, dan Plurk. Jadi, memang saat itu, blog menjadi barang baru bagi saya.

Dengan menulis di blog-lah, saya merasa seperti memiliki sisi lain dari diri saya. Apakah itu artinya saya memiliki kepribadian ganda? Hahaha bukan … Maksud saya adalah menulis blog memberikan kepuasan tersendiri. Bisa menuangkan segala keluh kesah tanpa harus malu dihakimi, rasanya luar biasa. Seperti ketika–saya masih ingat betul–menulis ternyata kuliah itu menyenangkan tapi juga melelahkan. Kalau saya memilih menceritakan kegalauan saya ke teman-teman, bisa jadi saya akan dihakimi. Namun, berbeda dengan blog you are free to write everything!

3 Hal yang Kusuka dari Blog

1. Bisa bebas (tapi tetap bertanggungjawab) menuliskan apa saja.

Seperti yang sudah saya uraikan di atas, bahwa menulis blog itu ibarat mengisi buku harian. Kita bebas berceloteh apa pun. Mau menulis tentang masalah serius sampai masalah sepele sekali pun, boleh! Tapi, jangan lupa, ada satu kaidah penting yang harus kita jaga. Apa itu?

“Tulisan (hukumnya) sebagaimana lisan”.

Baca: Adab Menerima dan Men-Share Berita

Tetap berhati-hati dalam menulis merupakan suatu kewajiban ya, gaes. Mengapa? Karena kelak semua yang dilakukan di dunia ini tetap akan dimintai pertanggungjawaban. Belum lagi, jika misalnya, menulis sesuatu yang ternyata membuat orang lain jatuh dalam kesesatan beragama hingga diikuti banyak orang, dosanya bisa menjadi dosa jariyah. Naudzubillah.

2. Sebagai aset perpustakaan pribadi

Buku-buku bisa saja rusak dan hilang, tapi blog? Insya Allah blog tidak akan hilang, kecuali kalau sudah tidak bisa login dan puluhan tahun terbengkalai.

Ini pengalaman saya pribadi, ya. Beberapa waktu silam, saya kehilangan catatan tentang kumpulan hadis yang saya ikuti dalam kajian online. Sedih dong pastinya. Sampai saya teringat bahwa saya pernah menuliskannya di blog saya sebelum blog dengan TLD (Top Level Domain) ini. Alhamdulillah, saya bisa membaca kembali hadis-hadis tersebut.

See? Benar kan kalau blog can be your personal library?

3. Tidak ada batasan kata ketika menulis blog.

Nah, ini yang penting. Kalau biasanya di media sosial lain, Instagram, misalnya, ada batasan kata, maka kalau di blog, bebas. Lancar jaya dah pokoknya.

Ibarat kata, kita mau nyerocos apa aja di blog tuh monggo, silakan.

Namun, bukan berarti kita menulis blog hanya sebanyak 50 kata. Pelit banget itu namanya. Kalau dalam ilmu SEO blog, tulisan dengan minimal 300 kata baru bisa ter-indeks di Google (please, rectify me when I’m wrong).

Eh, kadang kalau saya nulis tentang pelajaran bahasa Inggris seperti idioms and slang, biasanya mentok sampai 150 kata. Kecuali untuk materi yang memang butuh penjelasan lebih detail seperti ini atau yang satu ini.

Jadi, kesimpulannya?

Menulis blog itu menyenangkan. Kalau belum tahu harus menulis apa, anggap saja kita sedang menulis diary. Ungkapkan semua di sana. Dengan begitu, semoga apa yang kita tulis, bisa membawa kebaikan bagi diri kita dan orang lain, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Happy writing!

Barakallahu fiik

Photo credit: unsplash.com/ Roman Bozhko

SHARE:
Blog Competition(s), Random Thought One Reply to “3 Hal Inilah yang Kusuka dari Blog”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

One comment on “3 Hal Inilah yang Kusuka dari Blog

    Author’s gravatar

    Aq jadi ingat, awal ngeblog itu karena ingin mencurahkan unek2 sekaligus ingin mengabadikan moment tertentu, alhamdulillah dari blog ternyata aq bisa mendapatkan banyak hal2 baru termasuk berkenalan dgn mba 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *