September 4, 2019

Menunggu Giliran …

Bismillah

Pernah menghadapi sidang ujian skripsi yang begitu mendebarkan itu nggak? Berapa lama biasanya kita menunggu sampai tiba giliran kita? Apa yang kita lakukan selama menunggu di ruang terpisah tersebut? Apakah kita akan asyik bermain kartu? Mendengarkan musik? Bercanda dengan kawan? Membaca koran? Bermain gawai?

Saya kira kita semua tidak akan menyia-nyiakan waktu menunggu tersebut dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat bagi kita, ya ‘kan? Kita pasti akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Membaca ulang point-point penting skripsi kita, memeriksa lagi referensi-referensi yang ada, dan memastikan kita berpenampilan rapi saat itu. Kita memberikan yang terbaik demi bisa menyandang gelar. Sepakat?

Sama halnya dengan sidang ujian skripsi tersebut, pada hakikatnya, kita semua juga sedang menunggu giliran. Iya, menunggu giliran untuk menghadap Rabb kita. Masalahnya, apa yang sudah kita persiapkan?

Sudahkah kita membekali diri kita dengan belajar ilmu agama? Karena seseorang yang beramal tanpa disertai ilmu, akan sia-sia amalannya. Sudahkah kita menjaga hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Kadang, mungkin karena kita merasa masih punya cukup waktu, kita sia-siakan waktu yang hanya sekejap ini. Kita terlalu banyak bercanda hingga hati kita keras. Kita malas mendatangi majlis ilmu hanya demi alasan sibuk, padahal mereka yang rajin datang kajian itu tidak kalah sibuknya dibanding kita. Kita enggan mempelajari ilmu agama, padahal dengan ilmu agama tersebut lah kita jadi tahu bagaimana menjalankan syariat dengan benar. Lalu, tatkala ada teman yang mengajak kepada kebaikan, kita abaikan, kita lebih senang menghabiskan waktu di bioskop, di diskotik, dan di tempat-tempat yang tidak membawa kebaikan sedikit pun untuk akhirat kita.

Padahal, telah berlalu di hadapan kita, orang-orang yang gilirannya telah datang. Mereka menghadap Rabb-nya. Ada yang seusia dengan kita, ada yang lebih tua, bahkan ada yang usianya jauh lebih muda. Tidak cukupkah semua itu sebagai pengingat?

Dan, nanti … akan tiba giliranmu untuk menghadap-Nya. Jika untuk menghadapi manusia saja, kau persiapkan segalanya dengan sempurna, sedangkan untuk memenuhi panggilan Rabb-mu, kau hanya persiapkan ala kadarnya?

Barakallahu fiik

Photo credit: unsplash.com/ Ben White

SHARE:
Random Thought 0 Replies to “Menunggu Giliran …”