Agustus 4, 2019

Merdeka Itu …

Bismillah

Banyak orang merayakan hari kemerdekaan. Pekik “merdeka” bertalu-talu bersahutan. Euforia kemerdekaan disambut meriah. Pesta demi pesta digelar. “Kita telah bebas dari belenggu penjajah!”, demikian celotehnya.

Rakyat dihibur dengan pesta megah tujuh belas Agustusan. Musik didendangkan. Penari latar disuguhkan. Semua berdendang. Semuanya bergembira ‘karna inilah saatnya menikmati kemerdekaan, begitulah yang disangkakan. Karena konon katanya, tujuh puluh empat tahun yang lalu, negeri ini terbebas dari penjajahan.

Lebih dari separuh abad silam, bangsa ini berjuang menyabung nyawa. Mengorbankan harta benda dan keluarga, hanya demi satu kata, MERDEKA. Perlahan namun pasti, gelora perjuangan para pahlawan, meredup. Lampu cita-cita bangsa ini telah padam kehabisan minyak. Program yang dicita-citakan tamat. 

Bangsa ini mungkin telah kehilangan semangat. Bangsa ini bisa saja mendefinisikan kemerdekaan versi mereka. Bangsa ini bebas merayakan gegap gempita terlepas dari belenggu kolonial. Bangsa ini bebas menyajikan apapun yang mereka sukai. Tapi tidak bagi seorang Muslim sejati …

Seorang Mukmin tidak akan lengah terpedaya dengan hiruk pikuk kemerdekaan di dunia. Bagi seorang Mukmin, merdeka itu menyerahkan segala bentuk peribadatan dan penghambaan hanya kepada Allah semata. Dirinya tak lagi diperbudak oleh keinginan menduakan Allah. Hidupnya ikhlas berserah diri kepada-Nya. Kalimat Tauhid menghujam kuat jauh di dalam lubuk hatinya.

Merdeka di mata seorang mukmin itu berarti, ia tak lagi terkekang oleh hawa nafsu syubhat dan syahwat. Ia tundukkan hawa nafsunya ketika berhadapan dengan syariat. Ia hanya bisa sami’na wa atho’na, aku dengar dan aku taat. Ia takkan berdalih hanya untuk memperturutkan syahwat.

Dunia ini tidak lebih dari sebuah penjara bagi seorang Mukmin. Tantangannya hanyalah, bagaimana kita meraih derajat Mukmin tersebut. 

Dan bagi seorang Mukmin, merdeka itu …


Nanti,


Ketika salah satu kaki melangkah masuk ke dalam Surga … Tempat peristirahatan yang hakiki.

Bagaimana denganmu?

Barakallahu fiik

SHARE:
Aqidah, Random Thought 0 Replies to “Merdeka Itu …”