Juli 28, 2019

Bersabarlah Duhai Jiwaku!

Bismillah

“O you who are patient! Bear a little more, just a little more remains.”

Kutipan dari Ibn Qayyim al Jauziyyah di atas adalah salah satu kutipan favorit saya. Di saat saya merasa terpuruk dan tak mampu berbuat apa pun, saya memunculkan kembali kutipan itu di dalam pikiran.

Hidup memang tidak akan pernah terlepas dari masalah ya, sob. Bahkan mereka yang telah berkalang tanah pun masih harus menghadapi masalah. Cuman beda level aja sih. Kalau kita yang masih hidup ini, masih diberi kesempatan memperbaiki diri ketika masalah datang. Sedangkan mereka yang telah meninggal harus merasa cemas dengan apa yang telah mereka perbuat semasa hidup karena urusan mereka di dunia udah selesai, tidak mungkin diputar, dijilat apalagi dicelupin. Masalah bagi mereka hanya satu, yaitu apakah mereka akan mendapat nikmat kubur ataukah siksa kubur. Yang beruntung adalah mereka udah punya bekal selama hidup. Dan yang merugi tentunya mereka yang terlena dengan dunya.

Kaitannya dengan sabar, dalam sebuah kajian yang pernah saya ikuti dan hasil membaca, sabar itu terbagi atas tiga macam, sob:

1. Sabar terhadap ketaatan,

2. Sabar dari kemaksiatan,

3. Sabar terhadap ketentuan takdir (musibah) dari Allah yang menjadikan sakit.

Kenapa kita harus sabar dalam menjalankan ketaatan? Karena ketaatan itu banyak sob dan terkadang jiwa itu kesulitan serta merasa berat untuk menjaganya. Sabarkanlah diri kita dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla. Tidak lama kok sob, kita taat sama Allah cuma sampe kita mati. Kalau lima menit kemudian qadarullah kita mati, ya sudah, selesai tugas kita.

Sabar dari kemaksiatan. Kemaksiatan yang paling berbahaya adalah zina dan riba. Apalagi di zaman sekarang ini, kita keluar rumah aja udah disuguhi aurat yang terumbar. Belum lagi adanya kemudahan dalam riba. Padahal Allah telah melarangnya.

Dunia ini adalah negeri ujian dan cobaan, sob. Allah pun telah menakdirkan ketentuan-ketentuan yang menyenangkan dan menyakitkan buat kita. Maka barangsiapa yang diuji dengan harta dan anaknya, hendaknya bersabar. Kita memiliki harta lebih, itu juga ujian. Pun demikian dengan kekurangan harta.

Sabar terhadap celaan manusia juga penting, sob. Saya ingat bagaimana orangtua saya berpesan, “Kalau kamu dicela, dihina dan diremehkan manusia, kamu gak akan rugi, tidak akan ada secuil anggota tubuhmu yang hilang. Tapi kalau Rabb mu mencelamu di depan manusia, gak akan ada yang bisa menolongmu. Kamu mungkin buruk di hadapan manusia tapi Allah Maha Tahu kebaikan dalam dirimu.” Dalem banget.

Lalu, kenapa kita diuji? Sebagaimana bila seorang laki-laki menyatakan cinta untuk melamar anak gadis, tentu ayah sang gadis akan menguji calon menantunya. Demikian pula dengan diri kita, kita gak bisa seenaknya bilang, “Aku beriman, Ya Allah” lantas apakah hanya dengan ngomong begitu, kita tidak diuji? Enak banget!

Ada hadits bagus nih, sob:

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang menimpa seorang Muslim, baik berupa kelelahan, kesakitan, kecemasan, kesedihan, gangguan, penyakit, kesusahan hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya dengannya.” (Muttafaq Alaih)

Jadi, kalau lagi galau, tidak tahu harus berbuat apa, ingat kutipan Ibn Qayyim tadi ya, sob. Ingat pula untuk tertawa. Satu lagi, ingatlah bahwa semua ujian ini Insya Allah akan menjadi kafarah bagi kita sehingga kelak ketika kita bertemu Allah, kita bersih dari dosa sebagaimana pakaian putih yang bersih dari kotoran. Yay!

Barakallahu fiik

Sumber bacaan:

1. 100 Hadits Populer untuk Hafalan oleh Tim Da’i di Zulfa Saudi Arabia,

2. 40 Karakteristik Mereka yang Dicintai Allah Berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah oleh ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi.

SHARE:
Aqidah, Bukti Cinta, Random Thought 0 Replies to “Bersabarlah Duhai Jiwaku!”