Renita Oktavia

I read so I write

Juli 23, 2019

Jika Memang Kau Harus Iri …

Bismillah

Di era media sosial yang semakin hari semakin gencar saat ini, kita bisa dengan mudah mengintip kehidupan orang lain. Kita pun leluasa menjelajah ke dalam kehidupan pribadi mereka. Seakan tidak ada sekat.

Mungkin sebagian dari kita sering menyaksikan foto-foto pernikahan yang mengundang decak kagum saat kita masih single. Lalu foto bayi-bayi menggemaskan yang menjadi impian setiap orangtua yang qadarullah belum dikaruniai anak. Foto-foto bento yang menggugah selera, sementara kita cuma bisa masak ala kadarnya. Foto piknik ke tempat-tempat yang instagrammable, home decor rumah yang tidak hanya kece badai tapi juga cetar membahana. Foto kegiatan anak-anak dan ibunya yang sangat kreatif. Dan masih banyak lagi.

Sebagai manusia biasa, kita pasti dihinggapi rasa iri melihat semua itu. Kita pun merasa betapa buruknya diri ini, jangankan untuk masak bento yang bikin mupeng, masak rawon saja masih keteteran. Jangankan memiliki rumah dengan dekorasi aduhai, rumah bersih dalam jangka waktu satu jam saja kita sudah bersyukur, ya karena ada anak-anak. 

Pertanyaannya, perlukah kita iri? Tidak. Jadikan semua itu sebagai inspirasi, tak perlu nyinyir. Alhamdulillah fulanah A sudah menikah dan hidup bahagia. Alhamdulillah juga jeng Sri dikaruniai anak yang comel, semoga dikuatkan dalam mendidik anak-anak. Alhamdulillah si C share foto masakan, kita bisa meniru resepnya atau bahkan mungkin membeli darinya. Alhamdulillah mbak X bikin kegiatan kreatif bersama anak, kita bisa meniru idenya saat kita kehabisan ide.

Jangan iri. Saya ingatkan lagi, jangan iri. Toh jika memang harus iri, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan  kita untuk iri HANYA pada dua hal:

“Tidak boleh hasad kecuali hanya kepada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al-Qur’an dan As-Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari – Muslim)

Biarkan orang lain share foto, kita tetap keep calm dan bersyukur aja ya. Karena hanya dengan bersyukur, hati kita jadi lapang melebihi lapangan sepak bola. Tetap kontrol hati dan hati-hati dengan hati.

Barakallahu fiik

SHARE:
Random Thought One Reply to “Jika Memang Kau Harus Iri …”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

One comment on “Jika Memang Kau Harus Iri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *