Senin, Juni 17, 2019
Blog Competition(s)

Alasan Mengikuti 12 Days Blog Challenge

Bismillah

[Challenges] provide a comprehensible and achievable deadline, enhance sustained motivation, provide support, encouragement and accountability, and can be really fun

12 days blog challenge bersama Indscript hari ini memasuki hari terakhir. Ada perasaan lega karena akhirnya saya bisa juga menerima sekaligus menyelesaikn tantangan ini. Tidak mudah rasanya jika harus menulis di tengah berbagai aktivitas yang menyita perhatian.

FYI, satu bulan ini saya (setidaknya) menerima beberapa tantangan menulis. Di antaranya 30 hari menulis status jadi buku, 30 hari cerita Ramadan di blog, 30 hari One Day One Post, lomba nulis bersama IIDN dan proyek menulis sad romance yang belum juga selesai sejak sebulan yang lalu. Ada satu tantangan lagi sih, yaitu 30 hari menulis blog bersama Blogger Perempuan. Dan saat melihat pengumuman 12 Days Blog Challenge ini, entah mengapa saya menerimanya. Padahal saya sudah menyerah di 2 tantangan serupa yaitu 30 hari cerita Ramadan dan 30 hari nge-blog bersama Blogger Perempuan.

Menulis dengan tema berbeda setiap hari

Urusan menulis blog memang ngeri ngeri sedap, apalagi jika setiap hari kita ditantang menuliskannya dengan tema berbeda. Saat menerima tantangan ini, saya berpikir, bagaimana kalau ternyata temanya harus memasak dan berbagai pernak perniknya, bagaimana kalau harus mengulas perlengkapan masak yang memiliki high technology. Sempat khawatir sih, karena memang saya bukan tipe orang yang pandai memasak, apalagi memiliki berbagai barang untuk memasak. Maklum, saya masih berstatus kontraktor, jadi agak males kalau harus nulis blog yang mengulas peralatan dapur modern.

Saya memutuskan untuk tidak akan meneruskan tantangan jika tema yang diberikan berkutat masalah dapur dan review-nya. Di tantangan serupa saja saya harus menyerah karena temanya tentang perlengkapan dapur yang saya bahkan tidak bisa memilikinya.

Namun, kekhawatiran saya tidak terwujud. Karena alhamdulillah temanya relatif mudah untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Saya pun bisa menulis dengan berbagi pengetahuan yang saya miliki.

Kesulitan saat menulis

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang memiliki batita seperti saya, menulis hanya bisa dilakukan saat si kecil sedang tertidur pulas. Kenapa? Karena saat ia terbangun dan melihat mamanya memegang gawai untuk menulis, dia akan ikutan nimbrung dan ujung-ujungnya minta nonton video. Sedangkan saya membatasi penggunaan gadget untuk dia.

Belum lagi dengan tugas rumah tangga lainnya dan tantangan menulis dengan deadline yang kadang bikin deg-degan. Jadi, bisa dibayangkan kan gimana repotnya membagi waktu antara menulis, bermain bersama anak, dan mengerjakan tugas rumah tangga yang tidak pernah ada habisnya.

Alasan mengikuti 12 days blog challenge

Kalau ditanya apa alasan saya mengikuti 12 days blog challenge, ada beberapa sih.

1. Melatih konsistensi dalam menulis

Syarat untuk menjadi seorang penulis itu cuma 3, yaitu menulis, menulis, dan menulis. Semakin sering menulis maka semakin terasah kemampuannya. Dan inilah yang kadang timbul dan tenggelam dalam diri saya.

Terakhir kali menulis di blog itu sekitar sebulan yang lalu saat mengikuti kelas menulis diary. Setelah itu ya nganggur blog-nya. Padahal kan sayang banget karena blog saya berbayar hihihi.

Entahlah, kadang semangat nge-blog itu menurun tergantung mood. Dan di tantangan 12 hari menulis blog ini saya ingin melecut kembali semangat yang sempat hilang tersebut.

2. Membaca untuk menulis

Kita sepakat bahwa setiap penulis itu pasti suka membaca. Kalau ada orang yang mengaku penulis tetapi tidak suka membaca, sepertinya diragukan ya status penulisnya. Dan di tantangan ini, mau tidak mau saya harus banyak membaca karena ada beberapa tema yang saya selipkan ilmu di dalamnya.

3. Dua belas hari adalah waktu yang singkat

Saat memutuskan mengikuti challenge ini, tentu saja bukan tanpa perhitungan. Terlebih, saya sudah menyerah di dua tantangan serupa. Saya katakan kepada diri saya sendiri bahwa 12 hari bukanlah waktu yang panjang karena satu per satu tantangan yang saya ikuti Insya Allah akan selesai, jadi bisa bernapas lega.

4. Tetap produktif pada bulan Ramadan

Salah satu kelemahan saya adalah saya orang yang moody. Di satu sisi saya terkadang begitu semangat menulis. Namun, di sisi lain, saya bisa merasa sangat malas. Di tantangan ini, sekali lagi, saya ingin memaksa pikiran dan anggota badan saya untuk tetap produktif menghasilkan tulisan.

5. Mendapat kawan dan pengetahuan baru

Salah satu keuntungan mengikuti blog challenge adalah kita bisa mendapatkan kawan baru. Blogwalking memungkinkan kita memperoleh pengalaman baru pula dari orang lain. Yang dulu awalnya mungkin kita tidak tahu, lalu setelah membaca tulisan orang, kita menjadi tercerahkan.

Asyik lho bisa jalan-jalan ke pikiran orang. Saya berusaha melakukan blogwalking ke tulisan beberapa teman yang sudah drop the link on the thread. Kalau saya senggang ya saya baca meski tidak meninggalkan komentar.

6. Penasaran dengan hadiah challenge

Hahaha ini sih cuma pemanis saja. Jujur, saya berharap bisa memenangkan blog challenge dan lomba nulis bersama IIDN. Bukan apa-apa, saya penasaran dengan hadiahnya, karena tahun lalu saya pernah memenangkan Top Organic Blog Post yang diadakan oleh komunitas Mom Blogger Community. Dan kali ini, meski saya tahu tulisan saya belum sebagus teman-teman yang lain, hope springs eternal, kan?

Last but not least, participating in 12 days blog challenge motivates me to write, to produce content, and to try new things.

Barakallahu fiikum

Renita Oktavia
<p>A keep-learning mommy who becomes a contributor in estrilook(dot)com.</p>
https://renitaoktavia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top