Senin, Juni 17, 2019
Blog Competition(s)

Perhatikan 6 Adab Ini Ketika Bertamu

Bismillah

Wah Insya Allah sebentar lagi lebaran, moment yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Sudah menjadi kebiasaan di mana setiap kali lebaran, kita akan saling silaturahmi satu sama lain. Tujuannya pun untuk saling memaafkan. Namun, seringkali kita melupakan adab bagaimana seharusnya silaturahmi.

Nah, sebelum membahas tentang adab bertamu, ada baiknya kalau kita mengetahui apa sih silaturahmi itu.

Kata silaturahmi atau silaturahim, secara bahasa maksudnya adalah menyambung tali kekerabatan (sesama kerabat/ keluarga). Jadi, hanya berlaku untuk sesama kerabat. Kita tentu sering mendengar beberapa hadits terkait keutamaan silaturahmi akan memanjangkan umur, maka itulah yang dimaksud.

Lalu bagaimana jika berkunjung kepada selain kerabat? Hal tersebut diistilahkan dengan ziyarah. Ziyarah artinya berkunjung atau bertandang. Dan ini berlaku umum untuk berkunjung antara satu Muslim dengan yang lainnya.

Adab berkunjung

Mengunjungi teman karib, kerabat, tetangga, dan yang lainnya merupakan salah satu hal yang dianjurkan dalam Islam. Berkunjung ini maksudnya mendatangi rumah mereka.

Agar bertamu menjadi berkah, alangkah baiknya kita memperhatikan adab-adabnya. Apa saja itu?

1. Meminta izin maksimal tiga kali

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Biasanya sebagian orang, saat bertamu, mereka mengetuk pintu berkali-kali dan lupa memperhatikan adab. Tidak perlu pula menggedor-gedor pintu secara berlebihan. Ketuklah pintu sekedarnya saja.

2. Mengucapkan salam dan meminta izin untuk masuk

Sebagai seorang Muslim, sudah selayaknya kita mengucap salam ketika bertamu dan meminta izin kepada tuan rumah apakah kita diperbolehkan masuk atau tidak.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nuur: 27)

3. Tidak berdiri tepat di depan pintu

Hendaknya seorang tamu, tidak berdiri tepat di depan pintu dan tidak menghadap langsung ke dalam ruangan. Tujuannya adalah agar apa apa yang ada di dalam ruangan tidak langsung terlihat oleh tamu sebelum diizinkan memasuki rumah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ketika bertamu, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi beliau memilih berada di sebelah kanan atau di sebelah kiri dan mengucapkan salam.

4. Tidak mengintip ke dalam rumah

Biasanya nih ada sebagian orang, yang ketika bertamu, mereka suka mengintip ke dalam rumah melalui jendela. Nah, kebiasaan seperti ini dilarang di dalam Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahkan mengecam dan mengancam perbutan ini.

Seseorang yang suka mengintip ke dalam rumah orang lain tanpa izin maka si tuan rumah berhak melempari dia dengan batu kecil atau bahkan mencungkil matanya.

5. Menunda kunjungan jika memang tidak diizinkan bertamu

Jika setelah tiga kali mengetuk pintu dan mengucap salam atau si pemilik rumah menyuruh kita pulang, maka sebaiknya kita pulang. Dan kita sebagai tamu, tidak perlu merasa dilecehkan jika tuan rumah menyuruh kita pulang, karena hal tersebut merupakan hak pemilik rumah dan termasuk bagian dari adab bertamu.

“Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)

6. Tidak berkunjung pada waktu yang tidak disukai

Terkadang ketika kita hendak beristirahat di siang hari, tiba-tiba ada salah seorang tetangga yang berkunjung ke rumah. Bagaimana perasaan kita? Jengkel, kan? Jam-jam istirahat siang sebaiknya tidak digunakan untuk bertamu. Kita juga tidak boleh berkunjung di atas jam 9 malam karena di jam tersebut biasanya orang hendak tidur, kalau kita bertamu tentu akan sangat mengganggu.

Demikianlah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang makna silturahmi dan beberapa adab dalam bertamu.

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum

Referensi:

Al-Adab Al-Mufrad: Kumpulan Hadits Adab dan Akhlak Seorang Muslim oleh Imam Al-Bukhari. Pensyarah: Syaikh Dr. Muhammad Luqman as-Salafi

Renita Oktavia
<p>A keep-learning mommy who becomes a contributor in estrilook(dot)com.</p>
https://renitaoktavia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top