Senin, Juni 17, 2019
Blog Competition(s)

4 Hal yang Selalu Kurindukan dalam Setiap Ramadan

Bismillah

Memories are timeless treasures of the heart

Sebagaimana yang pernah saya tulis dalam tulisan sebelumnya bahwa Ramadan merupakan bulan yang selalu dinantikan kehadirannya. Ia juga bulan yang kepergiannya menyisakan luka bagi orang-orang beriman. Berjuta kenangan yang Ramadan hadirkan rasanya akan selalu tertanam kuat dalam ingatan.

Setiap orang memiliki sesuatu yang dirindukan dari Ramadan. Maka demikian pula dengan saya.

Bagi saya, berawal dari kepergian ibuk rahimahallah di tahun 2014, Ramadan tak lagi sama. Semuanya berbeda. Lalu puncaknya adalah Ramadan di tahun 2017 di mana saya harus kehilangan kakak perempuan saya tepat setelah 7 bulan bapak rahimahullah berpulang. Kehilangan demi kehilangan yang hilir mudik dalam kehidupan saya pun, mau tidak mau, membuat saya Ramadan tak lagi manis semanis saat orang-orang tercinta masih ada di sisi.

Kenangan Ramadan

Hal-hal yang dirindukan dari Ramadan versi saya adalah sebagai berikut:

1. Tiada lagi rendang buatan ibuk rahimahallah

Dulu ibuk saya selalu membuat rendang di awal-awal Ramadan. Saya masih ingat betul saat itu di mana saya kali pertama belajar puasa. Rendang buatan ibuk berhasil membuat saya bersemangat menyantap makan sahur.

2. Kompetisi khataman Al-Qur’an bersama bapak rahimahullah

Di antara kebiasaan kedua orang tua saya ketika Ramadan datang adalah memotivasi anak-anaknya untuk bisa mengkhatamkan Al-Qur’an. Bapak saya akan menyimak bacaan saya dan ketika saya berhasil khatam Al-Qur’an selama Ramadan, bapak ibuk akan membuat syukuran ala kadarnya. Sekali pun syukuran tesebut tidak mewah, saya sangat senang dan merasa ada kebanggan sendiri.

3. Kue serabi

Ramadan selalu menghadirkan keceriaan bagi seorang Renita kecil. Apalagi ketika selepas salat Tarawih, setangkup kue serabi yang masih panas ditemani secangkir teh terhidang di atas meja. Ibuk selalu membuatkan teh untuk saya hanya agar saya semangat belajar. Kebahagiaan tatkala membelinya dari Mbah Ru rasanya takkan pernah lekang dalam ingatan.

4. Kurma

Bapak rahimahullah sangat menyukai kurma. Hingga saat saya telah menikah, ketika di rumah ada beberapa kardus kurma, saya akan menyisakannya untuk dibawa mudik ke Cepu. Kurma itu sengaja saya simpan buat bapak. Dan saat bapak telah tiada, terkadang saya masih menyimpannya dengan harapan untuk dibawa pulang. Meski setelah mengingat bahwa saya telah kehilangan bapak, air mata tak terbendung lagi.

Empat hal tersebut yang tidak akan pernah saya jumpai lagi dalam Ramadan-Ramadan yang saya lalui.

Empat hal tersebut yang terus tertanam dan enggan lepas dari ingatan.

Empat hal tersebut yang terkadang membuat diri ini nelangsa.

Empat hal tersebut yang sangat berharga bagi seorang Renita.

Barakallahu fiikum

Renita Oktavia
<p>A keep-learning mommy who becomes a contributor in estrilook(dot)com.</p>
https://renitaoktavia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top