Mei 24, 2019

Mudik Bersama Bayi

Bismillah

Momen lebaran tentu menjadi momen yang tak ingin dilewatkan begitu saja. Terutama bagi mereka yang terpaksa merantau jauh dari kampung halaman. Peasaan rindu tentu selalu bergelayut di setiap mata hingga akhirnya mereka harus pulang ke kampung halaman.

Mudik lebaran pun menjadi tradisi dan momen menyenangkan. Selain bisa merasakan kembali ke kampung halaman, serunya selama dalam perjalanan, hingga menyantap berbagai macam hidangan kudapan.

Bagi kaum singlelilah, urusan mudik bukanlah perkara besar. Mereka hanya perlu menyiapkan keperluan mereka sendiri tanpa harus dibuat pusing dengan berbagai pernak pernik. Namun, lain halnya dengan mereka yang telah memiliki anak, apalagi jika masih bayi, tentu akan sangat merepotkan.

Lalu, bagaimana agar mudik terasa nyaman bersama bayi? Kalau menggunakan mobil pribadi sih rasanya tentu lebih nyaman ya. Akan tetapi, bagaimana jika terpaksa harus menggunakan kendaraan umum. Tips berikut ini bisa dicoba ya karena saya sudah mempraktikkannya.

1. Pilih moda transportasi yang nyaman

Saya lebih suka menggunakan jasa angkutan kereta api dibandingkan bus. Mengapa? Karena bagi saya, kereta api jauh lebih nyaman saja. Atau kalau misal harus menggunakan bus, pastikan bus yang kita tumpangi bisa memberikan kenyamanan. Misal, kursinya bisa model reclining seat dan harus ber-AC.

2. Belilah tiket perjalanan sesuai dengan jam tidur anak

Sebagai orangtua, kita tentu lebih paham ya dengan jadwal tidur anak kita. Kalau saya, saya biasanya membeli tiket kereta dengan jadwal keberangkatan siang karena di jam-jam itu anak saya akan tertidur. Meski kadang kenyataan tidak sesuai harapan, paling tidak dia ak tertidur sebentar, dan itu sudah cukup.

3. Cek kondisi kesehatan si kecil

Selalu periksa kondisi kesehatan anak sebelum melakukan perjalanan. Jangan memberinya makanan dan minuman yang sekiranya bisa memicu alergi. Karena sesuai dengan pengalaman saya, beberapa hari sebelum mudik ke rumah orangtua saya, qadarullah dia diare karena saya memberinya susu yang tidak biasa ia konsumsi. Dan dari situ saya belajar.

4. Buat daftar barang bawaan, bawa seperlunya saja

Ini penting sekali mengingat perjalanan jauh tentu akan sangat melelahkan jika harus membawa banyak barang bawaan. Kita bisa menyusunnya per kategori, misal pakaian ibu, pakaian ayah, pakaian anak, dan mainan.

Biasanya, untuk pakaian saya, saya tidak terlalu pusing karena berada di rumah sendiri yang notabene bisa meminjam daster ibu, kakak, atau keponakan. Untuk pakaian suami, laki-lagi cenderung tidak suka ribet jadi biasanya hanya bawa beberapa saja. Begitu pula dengan pakaian dan mainan anak, bawa secukupnya karena ketika berada di rumah orangtua sendiri, kita bisa lebih mudah mencuci baju.

5. Banyak berdoa baik sebelum maupun selama perjalanan

Jangan lupa, ketika melakukan safar (perjalanan), ucapkan doa keluar rumah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa: bismillaahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula walaa quwwata illaa billah (dengan menyebut nama Allah, yang tidak ada daya tidak ada kekuatan kecuali atas izin Allah), maka dikatakan kepadanya, ‘Kamu akan diberi petunjuk, kamu akan dicukupi kebutuhannya, dan kamu akan dilindungi’. Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi (oleh Allah)’” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi; dishahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).

Selain membaca doa keluar rumah, kita juga dianjurkan membaca doa ketika naik kendaraan. Bagaimana doanya?

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ . وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Subhaanalladzi sakhkhoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa innaa ila robbinaa lamunqolibuun

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”.

Setelah membaca kedua doa tersebut, biasakan pula memperbanyak doa selama perjalanan karena doa seseorang yang sedang safar pasti dikabulkan.

Ada tiga doa yang pasti dikabulkan dan tidak ada keraguan lagi tentangnya: doanya seorang yang dizalimi, doanya musafir, doa buruk orang tua terhadap anaknya’” (HR. Ahmad, Abu Daud. Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah).

Selamat mudik. Selamat menuntaskan rindu.

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum

SHARE:
Blog Competition(s) 0 Replies to “Mudik Bersama Bayi”