Mei 22, 2019

Mengelola THR Agar Tak Bikin Baper

Bismillah

Apa lagi yang ditunggu setiap orang saat mendekati lebaran? Yap, THR alias Tunjangan Hari Raya. THR ini merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pegawainya menjelang hari raya keagamaan. Jadi, jangan salah, THR ini bukan hanya untuk hari raya umat Islam saja, tetapi juga untuk hari raya umat lain.

Biasanya saat menerima THR, sebagian orang cenderung kalap dan lupa diri. Mentang-mentang dapat tambahan uang lalu bisa seenaknya membelanjakan THR sesuka hati. Sebenarnya, tidak masalah sih seberapa besar THR yang kita terima karena yang paling penting adalah bagaimana mengatur uang THR tersebut agar tidak ludes dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Ada beberapa tips yang biasa saya terapkan (dulu) ketika menerima THR. Memangnya sekarang tidak? Sekarang menerima THR dari suami saja. Dan karena suamilah yang mengatur keuangan, saya sih tinggal terima beres saja.

Bijak mengatur uang THR

Mengatur skala prioritas saat menerima uang THR itu sangat penting sekali. Mengapa? Karena hari-hari mendekati tanggal gajian itu masih lama hahaha. Jadi, mau tidak mau, suka atau tidak suka, ya harus diatur. Apa sih yang bisa kita lakukan?

1. Membayar hutang

Mengapa membayar hutang harus kita letakkan dalam skala prioritas paling awal? Karena kita tidak pernah tahu sampai umur berapa kita bisa hidup. Kematian bisa saja datang menjemput. Sangat disayangkan kalau kita meninggal dalam keadaan masih memiliki hutang.

Tidak masalah sih kalau kita yang susah, tetapi bagaimana kalau malah keluarga yang kita tinggalkan mendapat kesusahan hanya karena hutang-hutang kita. Jadi, hutang ini sangat penting. Kalau pun belum sepenuhnya lunas, dicicil aja dulu.

2. Menabung

Prinsip menabung yang paling baik adalah menyisihkan uang sebelum kita membeli berbagai kebutuhan. Bukan sebaliknya, yaitu menabung dengan menggunakan sisa uang yang sudah dibelanjakan.

Mengapa harus menabung? Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi, alangkah baiknya kita sedia payung sebelum hujan.

3. Membeli kebutuhan lebaran seperlunya saja

Biasanya karena saking heboh dan bahagianya, terkadang kita kalap membeli kue-kue dan kebutuhan lebaran secara berlebihan. Mungkin kita berpikir, “Ah cuma setahun sekali, nggak apa-apa lah.” Tidak ada salahnya sih, hanya saja itu termasuk pemborosan dan mubadzir.

4. Sedekah

Kita tetap bisa bersedekah kok, sekecil apa pun itu Insya Allah bernilai pahala. Pos sedekah ini juga harus dimasukkan dalam skala prioritas mengatur uang THR. Kehidupan dunia ini hanya sementara, sedangkan negeri akhirat itu kekal dan nyata.

Nah, dears, itu dia skala prioritas yang bisa kita gunakan untuk mengatur uang THR. Bijak mengatur finansial tentunya akan memberikan keuntungan tersendiri bagi kita.

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum

SHARE:
Blog Competition(s) 0 Replies to “Mengelola THR Agar Tak Bikin Baper”