Renita Oktavia

I read so I write

Mei 21, 2019

Selaksa Kenangan Bersama Ramadan

Bismillah

Ramadan … Siapa yang tak rindu kehadirannya? Ia selalu menyisakan kenangan tersendiri bagi setiap orang. Tua muda bahkan anak kecil. Kegembiraan yang dibawa Ramadan sepertinya telah terpatri dalam hati. Kepergiannya meninggalkan luka dan tanda tanya apakah kelak akan berjumpa lagi dengannya. Betapa mulianya bulan yang satu ini.

Ada banyak kisah kenangan Ramadan yang berkesan dalam diri setiap insan. Demikian pula dengan diriku. Dimulai sejak aku masih kanak-kanak hingga aku dewasa.

Kenangan-kenangan itu terpahat dengan sangat jelas di dalam dada. Terlebih ketika orangtuaku berperan di dalamnya. Yang sangat menyiksa adalah kenangan itu terus ada meski mereka telah tiada.

Betapa terkadang aku ingin memutar waktu kembali ke masa-masa di mana aku sangat berbahagia dengan kedua orangtuaku. Betapa aku merindukan saat-saat mereka dengan segala upaya mendidikku menjadi diriku yang seperti ini.

Selaksa kenangan Ramadan yang sangat berkesan bagiku yaitu:

1. Makan kue serabi setelah pulang tarawih

Salah satu hal yang paling kusenangi saat masih kecil dahulu adalah menyantap kue serabi selepas tarawih. Rasanya puas kalau sudah bisa menikmati kue serabi dengan topping parutan kelapa asli.

2. Berlomba khatam Al-Qur’an

Dulu orangtuaku selalu memotivasi untuk bisa khatam membaca Al-Qur’an. Tidak ada hadiah apa pun sih karena biasanya setiap khatam membaca Al-Qur’an, bapak ibu rahimahumullah akan mengadakan syukuran kecil-kecilan dengan mengundang teman-temanku.

3. Bersepeda di pagi hari

Saat aku masih kecil, entah kenapa aku suka bersepeda pada pagi hari setelah Subuh. Sampai-sampai aku pernah terlupa meminum segelas air setelah bersepeda.

4. Berburu tanda tangan pak ustadz

Ini sih anak kelahiran 80-an pasti mengalami. Setiap malam di bulan Ramadan kami harus mengumpulkan tanda tangan imam salat tarawih dan pak ustadz hahahah. Rasamya puas dan bangga banget.

5. Kurma dan bapak

Setelah menikah, Ramadanku berwarna. Terlebih ketika suami selalu mendapat jatah kurma dari instansinya. Kegemaran bapak rahimahullah menyantap kurma membuatku selalu menyisihkan satu bungkus untuk kubawa pulang ketika mudik. Bahkan setelah bapak meninggal, terkadang tanpa sadar aku masih saja menyisakan satu kotak kurma untuk beliau.

Nah, itu dia beberapa kenangan yang tak lekang dari ingatanku bersama Ramadan. Bagaimana denganmu? Bagaimana Ramadan membentuk dirimu, dears?

Barakallahu fiikum

SHARE:
Blog Competition(s) One Reply to “Selaksa Kenangan Bersama Ramadan”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict.

COMMENTS

One comment on “Selaksa Kenangan Bersama Ramadan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *