Jumat, Mei 24, 2019
Blogger Perempuan Fiqih

Berbuka Puasa? Begini Doa Shahih-nya

Bismillah

Alhamdulillah tahun ini masih bertemu dengan bulan Ramadhan. Dan tak terasa, Insya Allah lebaran sebentar lagi, eh… Just kidding.

Bicara tentang bulan puasa, tentu sebagian dari kita sering mendengar tentang doa berbuka puasa. Dulu saat kita kecil, kita rela menghafalnya, ya nggak? Doa berbuka puasa itu pun mahsyur, dikenal sebagian kaum Muslimin.

Tapi, sesuatu yang mahsyur itu belum tentu terjamin kebenarannya. Pun demikian dengan doa berbuka puasa yang diamalkan sebagian orang, belum terjamin keshahihannya.

Lafadz doa berbuka puasa yang mahsyur

Mari kita mengingat kembali doa berbuka puasa yang telah dikenal banyak orang.

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت

“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu” (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka).”

Doa berbuka puasa tersebut ternyata kedudukannya dhaif .

Jika doa tersebut dhaif lalu doa berbuka puasa yang bagaimana yang shahih?

Doa berbuka puasa yang shahih

Dalam kitab Al Wajiz dalam kitab ash-Shiyam, disebutkan bahwa ada doa yang diucapkan ketika akan berbuka. Doa tersebut dijelaskan dalam hadits berikut:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ… »

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: DZAHABA ZHAMA’U WABTALLATIL ‘URUUKU, WA TSABATAL AJRU INSYAA ALLAH (Telah hilang rasa haus dahaga dan telah basah urat tenggorokan, dan semoga tetaplah pahala (bagi yang berbuka) Insyaa Allah).” (Hasan Shahih Abu Daud no. 2066, ‘Aunul Ma’bud)

Kapan doa tersebut dibaca?

Doa DZAHABA ZHAMA’U WABTALLATIL ‘URUUKU, WA TSABATAL AJRU INSYAA ALLAH tersebut dibaca setelah selesai berbuka puasa. Adapun urutannya sebagai berikut:

1. Membaca basmalah sebelum memakan kurma atau berbuka.

2. Berbuka.

3. Membaca doa berbuka puasa.

Dan jangan lupa untuk memperbanyak doa ketika berbuka puasa karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat.” (HR. At-Tirmidzi dan Thabrani, Hasan).

Sebagai seorang Muslim yang baik, selayaknya kita mencukupkan diri dengan doa setelah berbuka puasa dengan doa yang shahih.

Wallahu a’lam

Barakallahu fiikum

Referensi:

Al-Wajiz: Ensiklopedi Fiqih Islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah As-Shahihah okeh ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi Al-Khalafi

#bianglalahijrah  #onedayonepost30hrdc #writingchallenge30hrdc #30hariramadhandalamcerita







Renita Oktavia
<p>A keep-learning mommy who becomes a contributor in estrilook(dot)com.</p>
https://renitaoktavia.com

2 thoughts on “Berbuka Puasa? Begini Doa Shahih-nya

    1. Tidak berbeda. Itu hanya sekadar tambahan saja.

      UUrutannya, doa “Allahumma laka sumtu…” kita baca sebelum berbuka. Setelah berbuka, kita baca “Dzahaba zhama’u…”.

      Jadi dengan ini mengamalkan keduanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top