Jumat, Mei 24, 2019
Nulis Yuk

My Saturday Be Like

Bismillah

Day 27

Ada dua kejadian yang menarik perhatianku hari ini. Yang pertama adalah tentang customer ku yang dulu pernah membeli handsock dan kaos kaki. Dan yang kedua, tentang putraku.

Customer ku ini tiba-tiba kirim pesan di WhatsApp. Ia memperkenalkan dan menjelaskan siapa dirinya. Sebenarmya sudah lama banget sih, aku aja sampai lupa xixixi. Tapi dia masih menyimpan nomorku meski nomor WhatsApp dia sempat hilang. Masya Allah, aku tuh merasa terharu kalau udah kayak gini.

Siapa lagi yang bisa menggerakkan hati beliau untuk menghubungiku kecuali Allah? Padahal nomor beliau qadarullah nggak aku simpen, cuma ingat namanya sekilas aja. Begitulah. Kalau Allah sudah menghendaki sesuatu untuk terjadi, maka pasti akan terjadi.

Adapun putraku… Sore ini saat ia jalan-jalan sama abahnya di kompleks perumahan, qadarullah ia terjatuh dan berdarah. Tangisnya pecah. Begitu sampai rumah, kagetlah beta melihat anak shalihku menangis sambil menunjuk kakinya yang berdarah. Tanpa banyak bicara, Abu ‘Aashim langsung membersihkan lukanya memakai alkohol. Iya, alkohol. Kebayang kan gimana perihnya? Aku nggak tega melihat ia menjerit menahan sakit. Duh, hatiku seperti diiris sembilu. Tapi itu juga demi kebaikan dia agar lukanya cepat sembuh biidznillah. Baru setelah dioles alkohol, ia merengek minta didoain dimintakan kesembuhan kepada Allah. Masya Allah tabarakallah.

Entahlah, nggak tau kenapa aku selalu merasa nggak tega setiap kali melihat putraku sakit. Pernah suatu kali ia memasukkan busa kasur ke dalam hidungnya. Aku panik bukan kepalang, apalagi abahnya nggak bisa pulang. Sementara ia terus merengek, “Sakit, mama”. Kucoba mengambilnya tapi gagal. Ia menyedot busa kasur tersebut lebih dalam hingga tak nampak lagi di hidungnya yang mungil. Pikiranku udah nggak karuan. Aku khawatir sampai-sampai aku menangis. Kupeluk dia erat-erat sambil berdoa semoga tidak terjadi apa-apa. Alhamdulillah busanya tidak menghambat jalan pernapasannya. Kata suami, Insya Allah nggak apa-apa, busa yang sudah tersedot akan masuk ke perut melalui tenggorokan sama seperti ingus. Sedikit lega sih.

Ya Allah, bocah itu sukses membuat emaknya kepikiran terus tiap kali ia sakit. Nafsu makannya pun sedikit terganggu. Dan malam ini saat ia tertidur, kuraba dahinya, agak demam, mungkin karena pengaruh batuk dan pileknya.

***

Segala sesuatu memang telah ditakdirkan oleh Allah. Allah lah yang memiliki kuasa. Seseorang yang awalnya jauh, Allah dekatkan lewat cara yang tidak kita duga sebelumnya, bahkan mungkin selalu ada cara untuk bertemu.

Lalu, anak yang menjadi penyejuk pandangan mata. Harta seisi dunia pun rasanya tidak ada apa-apanya dibandingkan memiliki anak yang shalih.

Wahai Rabb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa”. Aamiin Allahumma Aamiin.

Barakallahu fiik

Renita Oktavia
<p>A keep-learning mommy who becomes a contributor in estrilook(dot)com.</p>
https://renitaoktavia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top