Jumat, Mei 24, 2019
Nulis Yuk

When Mommy Feels Under the Weather

Bismillah

Day 26

Hatchi! Hatchi!

Tiba-tiba aku bersin berulang kali. Kepala rasanya pusing, badan meriang, dan pegal-pegal kayak habis dipukuli sama Thanos (eh, jadi inget sama seseorang). Kalau kata tetanggaku kemarin sih badan pegal-pegal kayak kejatuhan pohon pisang beserta monyetnya hahaha.

Bocil belum juga sembuh dari batpil dan sekarang disusul emaknya. Okay.Akhirnya dengan hati yang sangat lapang, aku beranikan meminum air putih hangat-hangat kuku. Biasanya nggak begitu suka, tapi demi ingin merasa lebih enak, kuminum juga.

Badanku bener-bener nggak kuat sampai akhirnya aku panggil tukang pijat yang sudah menjadi langgananku. Aku cocok sih sama beliau. Enak gitu mijitnya dan biidznillah badan terasa lebih enteng.

Alhamdulillah aku merasa lebih baik meski masih meler.

Nikmatnya sakit

Kesehatan… Nilainya seringkali baru kita sadari ketika telah hilang.

Betapa terkadang kita suka meremehkan hal-hal kecil, termasuk kesehatan. Saat Allah memberi kita nikmat sehat, kita sia-siakan, kita tidak menggunakannya untuk menambah amal kebajikan kita. Yang ada hanyalah membiarkan waktu berjalan begitu saja. Dan ketika jatuh sakit, baru tersadar bahwa memiliki tubuh yang sehat itu priceless!

Sakit memang tidak menyenangkan. Kita tidak mampu lagi melakukan aktivitas yang biasa kita lakukan. Makan tak enak, berjalan pun sempoyongan, pandangan berkunang-kunang. Tapi cobalah melihatnya dari sisi yang berbeda. Kala kita diberi nikmat sakit, itu artinya Allah ingin kita berhenti sejenak untuk merenungkan bahwa kita terlalu keras pada diri sendiri. Tubuh telah mengirim sinyal lelah tapi kita tak peduli.

Sakit pun bisa menjadi penyebab kita mendapat pahala dan dosa. Kok bisa? Kalau kita tidak ridha dengan sakit kita, kita marah-marah, bahkan menyalahkan Allah (naudzubillah) maka rasa sakit yang kita derita pun akan terasa semakin berat dan mengundang murka Allah. Sudah berat, kita berdosa pula.

Namun, ketika kita menyikapi rasa sakit dengan hati yang ikhlas, kita ridha, maka Insya Allah rasa sakit itu akan menjadi kafarah penghapus dosa-dosa kita.Kabar baiknya, Allah pun akan ridha kepada kita dan memberikan pahala yang besar.

Yakin deh, semua orang juga sakit, hanya saja levelnya yang berbeda. Kalau kita diberi sakit dengan level rendah ala-ala flu, badan pegal, bersyukurlah duhai jiwa. Lihatlah di luar sana ada banyak orang yang berjuang menyabung nyawa karena sakit yang diderita. Nikmati saja sakitmu, teruslah bersyukur mengingat masa-masa sehatmu.

Dan ingatlah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tidak ada sesuatu pun yang menimpa seorang Muslim, baik berupa kelelahan, kesakitan, kecemasan, kesedihan, gangguan, penyakit, kesusahan hingga duri yang menusuknya, kecuali Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (Muttafaq Alaih)

Syafakillah laa ba’sa thohuurun Insya Allah, Renita. Stay strong for everyone you love.

Barakallahu fiik

Renita Oktavia
<p>A keep-learning mommy who becomes a contributor in estrilook(dot)com.</p>
https://renitaoktavia.com

3 thoughts on “When Mommy Feels Under the Weather

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top