Renita Oktavia

I read so I write

Maret 9, 2019

Raising My Son

Bismillah

Tema: Aku bersyukur atas…

Day 20

Rasanya seperti baru kemarin aku melahirkan tuan muda (baca: bujang kecilku), menggendongnya dalam buaian, lalu sekarang anak manis itu tiba-tiba tumbuh lebih besar dan lebih pintar. Tingkahnya yang menggemaskan dan sempat membuat emaknya terkena serangan jantung ringan hingga acara drama mencorat-coret tembok seakan menjadi makanan sehari-hari.

Kesukaannya merengek, menjerit, dan sesekali tantrum pun seolah membenarkan bahwa istilah terrible two pantas disematkan untuk para bayi umur 2 tahun. Bagaimana tidak? Lha wong kadang kalau keinginannya tidak dituruti dia akan marah, masih mending kalau nangis beneran, kadang dia pura-pura nangis lalu ketika abahnya pulang kerja, ia akan mengadu. Setelah itu ia akan merayu sang abah untuk meloloskan permintaannya.

Dan hari ini, maksudku siang tadi sesaat setelah seluruh pekerjaan rumah udah selesai, aku mencoba istirahat sebentar di kamar. Sedangkan tuan muda ada di ruang tengah bermain sama mobil-mobilan, ultraman, dinosaurus, ballpoint, dan bukunya. Dari dalam kamar kudengar ia bermain peran, lucu sekali. Sampai akhirnya suasana hening, sunyi, sepi. Biasanya sih kalau tiba-tiba sepi gitu ada yang bikin curigesyen.

Tanpa banyak komando, aku coba panggil lah dia dari dalam kamar, “Mas ‘Aashim, what are you doing?”. Spontan ia menjawab, “Nggih den” (baca: “den” adalah sebutan bagi majikan di msyarakat Jawa). Aku ketawa. Ini sih karena ia meniru apa yang biasanya kulakukan kalau lagi bercanda sama abahnya. Aku pun bertanya lagi, “What are you doing?”, ia menjawab, “Gambar brem brem (baca: mobil) dulu, ma”. Ooo…alhamdulillah lega karena itu artinya ia tidak melakukan hal-hal aneh.

Menggambar

Karena penasaran, aku pun menyusuri jalan setapak menuju ruang tengah. Dan ketika aku sampai di sana, tau apa yang terjadi? Masya Allah, rupanya ia sedang menggambar di atas kitab kesayangannya. Ini penampakannya.

mom and son
Bulatan-bulatan itu katanya Ultraman robot 😀

Pas kutanya, “Ini gambar apa, mas ‘Aashim?”, ia menjawab, “Ultraman robot, mama.” Setelah itu, ia mulai menghitung dan ketika sampai di angka 6, dia bilangnya 600…ahahahaha Masya Allah tabarakallah wa barakallahu fiik nak.

Lucu ya tingkah anak bayik. Ia pun melanjutkan aktivitasnya sambil sesekali bermain dialog imajiner. Emak cuma tersenyum sambil tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah Ta’ala. Bayi yang dulu kuperjuangkan dengan segenap jiwa raga, kini tumbuh menjadi anak yang super aktif dan cerdas.

Syukur

Alhamdulillah bayiku yang kini berumur 2 tahun 5 bulan memiliki perkembangan yang sangat bagus. Kesukaannya menggambar, bukan tanpa alasan, hampir setiap hari dulu ia meminta abah dan mamanya menggambar. Mamanya sih kalau menggambar ya gitu-gitu aja, tapi kalau abahnya pinter menggambar.

Sesekali abahnya menguji kemampuan menggambarnya. Abah akan menggambar dua bulatan yang dianggap roda lalu meminta tuan muda untuk meneruskan gambar tersebut. Bujang kecilku pun akan menggambar mobil-mobilan sesuai imajinasinya. Kami sebagai orangtua tidak pernah membatasi gambar apa yang ingin ia torehkan.

Melihat tingkah bayi mungilku hari ini, aku bersyukur atas kepintarannya dalam berkreasi. Beberapa tahun silam, anakku ‘diprediksi’ tumbuh kembangnya tidak bagus sehingga sempat membuatku shocked berat. Tapi kini, semua perkataan mereka alhamdulillah tidak terbukti.

My dear son, you’ll outgrow my lap, but never my heart. Indeed, a son is a love that lasts a lifetime.

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimush shalihaat

Barakallahu fiik

SHARE:
Nulis Yuk 2 Replies to “Raising My Son”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

2 thoughts on “Raising My Son

    Author’s gravatar

    2 tahun 5 bulan itu masih disebut bayi kah? seperti Kakak Jesi yang kini sudah dua bulan lagi genap 3 tahun pun, tetap kupanggil Bebi Jesi.

      Author’s gravatar

      Batita, Mak 😂. Meski mereka kelak udah dewasa, bagi emaknya, mereka tetap seorang bayik ❤

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *