Februari 23, 2019

Today I’m Thankful

Bismillah

Tema: Aku bersyukur atas…

Day 6

Rumahku bak kapal pecah! Ruang tengah rumahku dipenuhi dengan berbagai macam mainan yang berserakan. Di dapur, aku sedang memasak ketika tiba-tiba kulihat bayiku yang berumur 2 tahun 4 bulan berlari keluar gerbang. Rupanya ia sudah bisa membuka pintu gerbang itu dengan tangannya yang mungil. Aku pun tergopoh-gopoh mengejarnya.

Pun saat aku menyuapinya sarapan pagi ini. Ia melepeh makanan yang dengan susah payah kubuat! Jengkel, marah, sedih. Pasti.

Lantai yang baru saja kusapu, tak luput dari incarannya saat tiba-tiba ia bilang, “Mama, pipis” dan telah ada genangan air di sana. Ia memainkan kaki-kakinya yang mungil hingga air pipisnya terciprat kemana-mana. Ia tertawa melihat semua itu, seolah ia mengatakan, “Mama, aku berhasil membuat mahakarya”.

Belum lagi cucian kotor baju sang bayi yang mulai menumpuk. Kalau mencucinya memakai mesin cuci sih nggak masalah, ini aku mencucinya secara manual!

Masalah berhenti sampai di situ? Tidak. Aku masih harus menghadapi rengekan dan tangisannya kalau ia meminta sesuatu atau ketika ia merasa jengkel dengan mainannya.

Inhale exhale

Apa yang bisa kulakukan dalam menghadapi drama rutinitas tersebut setiap hari?

Aku baru menyadari hari ini bahwa putraku telah bertambah pintar. Kemarin ia belum bisa lho membuka pintu gerbang itu sendiri. Hari ini ia membuktikannya. Jujur, aku hampir saja meledak saat mengetahui ia hilang dari pengawasanku. Aku lantas memilih mengunci gembok ketika ia kuberitahu bahwa aku akan pergi dan kalau dia mau ikut, ia harus masuk rumah. Cara itupun berhasil kuterapkan.

Dan saat ia melepeh makanannya, hanya ada dua kemungkinan sih dia bersikap seperti itu. Satu, ia masih kenyang karena ternyata aku baru ingat kalau dia minta roti saat ia memberi makan ikannya, ia bilang ia mau maem bareng ikan. Dua, kemungkinan ia tidak suka dengan makanannya. Tapi sepertinya, kemungkinan yang kedua lebih cocok karena siang tadi ia benar-benar tidak mau makan. Aku bisa apa? Ya sudah, aku biarkan saja, dia lebih memilih meminum susu dan ngemil.

Lantai dan cucian kotor itu…ya mau nggak mau aku harus membereskannya. Capek? Banget. Tapi mau gimana lagi? Aku tidak punya pilihan. Mau mengeluh? Mengeluh sama siapa?

Be thankful for…

Rentetan kejadian hari ini membuatku tersentak. Aku memiliki anak yang super aktif dan pintar, Masya Allah. Aku memiliki rumah yang lapang meski masih mengontrak. Aku masih bisa memasak makanan. Apa itu artinya?

todau i'm thankful for

Aku bersyukur atas rumah yang berantakan karena mainan putraku yang berserakan, karena itu artinya anakku sehat, aktif, dan tak kekurangan apapun. Sementara di luar sana ada banyak pasangan yang qadarullah belum memiliki anak.

Aku bersyukur atas rasa capek yang mendera, karena itu artinya aku bisa memberikan yang terbaik untuk suami dan anakku. Dan semoga dengan lelahku, Allah Ta’ala meridhai diriku.

Aku bersyukur atas baju kotor anakku yang menunggu untuk dicuci dan disetrika, karena itu artinya ia memiliki pakaian dan kami sebagai orangtua mampu memberikan pakaian untuknya.

Aku bersyukur atas segala tingkah laku anakku yang super aktif, karena itu artinya aku tak perlu membawanya ke dokter hanya untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja.

“Then which of the Blessings of your Lord will you both (jinn and men) deny?”

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimush shalihaat

Barakallahu fiik

SHARE:
Nulis Yuk 0 Replies to “Today I’m Thankful”