Renita Oktavia

I read so I write

Februari 19, 2019

“Me Time”: Salah Satu Cara Menjaga Kewarasanku

Bismillah

Day 2

Menjadi ibu rumah tangga tidaklah mudah, mereka bekerja 24 jam non stop setiap harinya. Halnya dengan aku. Mengurus rumah dan anak telah menguras habis energiku. Aku bahkan hampir tidak pernah bisa tidur siang karena di saat batitaku tertidur, aku memanfaatkannya untuk “me time”…yaaa istilah kerennya sih gitu. Kenapa aku harus punya “me time”? Bagiku, memiliki “me time” tanpa merasa terganggu adalah satu cara menjaga kewarasan. “Me time” ala aku nggak perlu terlalu mewah, aku hanya butuh waktu menyendiri dimana aku bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan, meminum kopi, menulis, atau bisa juga dengan membaca buku.

Aku tahu, sebagian orang menganggap bahwa mereka tidak membutuhkan “me time”, mereka all out mengerjakan pekerjaan rumah tangga sekaligus mengurus anak. Mereka mendedikasikan segenap jiwa raga dan seluruh tumpah darah untuk keluarga. Ya, apapun itu, semuanya adalah pilihan yang telah mereka buat. Namun, aku pernah membaca bahwa “me time” ini sangat bermanfaat dan memegang peranan penting bagi seseorang terutama seorang full-time mommy. Berita buruknya adalah jika kita mengabaikan dan menyepelekan kebutuhan untuk memanjakan diri kita maka ibarat bom waktu yang akan meledak setiap saat.

Jujur saja, stay-at-home mom seperti aku terkadang oleng kalau terlalu memaksakan diri. Nih ya, setiap hari aku menghadapi batita dengan segala celotehnya yang ceriwis dan tingkahnya yang Masya Allah banget. Semua itu sudah cukup membuatku berteriak-teriak (meski setelahnya ada rasa penyesalan teramat dalam). Jadi me time bagiku adalah liburan ala emak, lha wong orang kerja aja butuh liburan, apalagi aku.

etsy.com

Kopi dan secuil senyuman

Seperti biasa, hari ini adaaaa aja tingkah batitaku. Kesabaranku diuji (lagi). Dia mencoba membantuku memasak di dapur. Tahu sendiri kan gimana anak bayi kalau di dapur? Tangannya usil ambil barang-barang. Aku yang sedang sibuk menyiapkan makanan buat makan siang pun terpaksa (lagi-lagi) berteriak memintanya menghentikan kegiatan comot sana comot sini. Berhasil? Enggak. Aku berhenti sejenak, memposisikan diriku lebih rendah daripada dia, lalu bilang dengan suara yang lebih tenang, “Mas ‘Aashim mau bantu mama? Oke. Mama minta tolong buang plastik ini ke tempat sampah ya“. Ia tersenyum, meraih plastik di tanganku lalu membuangnya ke tempat sampah.

Alhamdulillah proses memasak bersama si kecil pun berjalan lancar. Dia hanya ingin dilibatkan dalam kegiatanku, ingin kehadirannya dibutuhkan oleh mamanya, ingin membantu mama. Itu saja. Akunya yang terlalu ribet. Meski mungkin apa yang dia lakukan justru membuat berantakan semua yang ada di dapur, tapi setidaknya ia mengajariku untuk lebih bersabar.

Setelah penat berjibaku dengan daily chores yang kalau boleh jujur, aku nggak begitu menyukainya, tiba saatnya bagiku mengambil jeda rutinitas. Kuseduh kopi Good Day kesukaanku dan kunikmati aromanya. Ketika kopi panasku telah siap, dari balik jendela aku melihat anak bujangku sedang duduk di pinggir kolam sambil bertanya kepada semut yang sibuk mengangkut remahan tempe yang tadi ia makan, “Semut, tempenya enak?”. Ah…kepolosannya membuatku tersenyum. Rasa capek yang mendera mendadak terhempas, entah karena efek kopi ataukah melihat putraku yang bertambah pintar setiap harinya. Mungkin saja…dua-duanya.

buah hatiku

“Ibu yang sehat secara psikologis, tidak stres, bahagia, tentu akan membuat seluruh keluarga ikut berbahagia”

Hedwig Emiliana Tulus, psikolog anak dari Highscope Engineering

Barakallahu fiik

SHARE:
Nulis Yuk 2 Replies to ““Me Time”: Salah Satu Cara Menjaga Kewarasanku”
Renita Oktavia
Renita Oktavia
A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. You can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

COMMENTS

2 thoughts on ““Me Time”: Salah Satu Cara Menjaga Kewarasanku

    Author’s gravatar

    Saya juga stay at home mom mba, dan memang benar me time itu adalah keharusan biar tingkat kewarasan ibu rumah tangga terjaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *