Sabtu, April 20, 2019
Adab Blog Competition(s)

Ingin Menjadi Muslimah Preneur? Mulai Saja Dari Sini

sumber: pexels.com

Bismillah

Sebagian orang menganggap bahwa ketika seorang wanita menikah lalu memutuskan untuk berdiam diri di rumah (baca: tidak bekerja di luar rumah), maka langkah kakinya akan terbatas. Setiap detik waktunya dihabiskan untuk mengurus keluarga, ibaratnya waktu 24 jam rasanya masih kurang. Jangankan untuk menghasilkan rupiah, ia bahkan tidak punya waktu meski untuk sekedar me time. Benarkah demikian?

Tahukah dirimu, mak? Islam tidak melarang wanita berkarya dan memiliki penghasilan sendiri kok. Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam fatwanya mengatakan bahwa Islam tidak melarang seorang wanita bekerja, mengapa? Karena Allah telah men-syariatkan hamba-Nya untuk bekerja dan berbisnis sebagaimana disebutkan dalam firman Allah QS. At Taubah ayat 105 dan QS. An Nisaa ayat 29 . Namun, yang perlu diingat adalah bahwa ketika seorang Muslimah bekerja ataupun berbisnis, hendaknya tidak menimbulkan fitnah, tidak ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan), tidak membahayakan agama dan kehormatannya.

Nah, jika sudah tahu fatwa wanita bekerja demikian, berarti kita sebagai Muslimah harus mengetahui adab-adab ketika harus bekerja dan berbisnis, mak.  Kenapa? Karena rasanya aneh ya mak kalau kita yang mengaku Muslimah tapi hanya ingin mengejar dunia saja, hanya ingin mengejar keuntungan duniawi. Padahal yang namanya bekerja dan berbisnis itu seharusnya akhirah oriented. Artinya segala perniagaan kita harus selalu dalam koridor syariat agar kita mendapatkan keberkahannya. Apalah arti bisnis menggurita tapi tidak ada keberkahan di dalamnya? Setuju, mak?

Kaitannya dengan adab seorang Muslimah dalam berbisnis, saya akan meringkasnya saja. Adapun versi lengkapnya bisa dibaca disini.

Ketika seorang Muslimah memutuskan untuk bekerja atau berbisnis, perhatikan adabnya:

1. Tidak melupakan kewajiban utamanya mengurus rumah tangga

Mak, sekalipun kita boleh berbisnis, keluarga tetap menjadi urusan nomor satu. Jangan sampai pekerjaan dan bisnis kita melalaikan kita dari kewajiban utama ini.

2. Mendapat izin dari suami atau mahram

Nah ini mak, sebagai seorang istri, sebaiknya dalam hal apapun, kita mencari keridhaan suami. Atau kalau ada Muslimah yang qadarullah belum menikah tapi ingin bekerja atau berbisnis, pastikan harus izin dulu sama mahram-nya ya.

3. Menjaga adab Islami

Apa misal? Tetap mengenakan jilbab syar’i yang menutup aurat secara sempurna, menundukkan pandangan, tidak memakai parfum, tidak melemmbutkan suara, tidak bermudah-mudahan memasang foto di social media, dan tidak berlebihan dalam chatting dengan lawan jenis.

4. Bisnis atau pekerjaannya sesuai dengan tabiat wanita

Misal bisnis pakaian Muslimah, bisnis kebutuhan pokok rumah tangga, mengajar, dan sebagainya.

5. Tidak ada ikhtilat atau campur baur ketika bekerja

Yang ini usahakan tidak ada ikhtilat ya mak. Kenapa? Wanita itu adalah sumber fitnah atau ujian mak. Sementara syaithan itu adaaa aja akalnya untuk menjerumuskan kita. Jadi, sekali lagi kita perlu hati-hati dan tidak bermudah-mudahan ya mak. Jangan sampai kita menganggap enteng dan receh suatu perkara.

6. Sebaiknya mencari dulu pekerjaan dan bisnis yang bisa dikerjakan di rumah. Jika tidak ada, barulah mencari pekerjaan di luar rumah yang sekiranya sesuai dengan kodrat wanita.

Fatwa wanita bekerja…sudah kita ketahui. Pun demikian dengan adab Muslimah berbisnis. Now what? Saatnya action, mak. Dengan mempertimbangkan keenam hal terkait adab Muslimah berbisnis tersebut, alangkah baiknya nih mak kalau kita memulai bisnis dari rumah. Insya Allah lebih aman. Nggak perlu bisnis megah, jadikan saja hobi emak sebagai ladang meraup pundi-pundi rupiah. Kalau kita pintar memasak, manfaatkan saja kepiawaian kita mengolah makanan. Atau bisa juga kita mulai dengan berbisnis perlengkapan shalat, hijab, dan sebagainya.

Tapi kadang, kita masih bingung kan ya harus memulai dari mana? Bingung mencari distributor dengan harga miring, dan sebagainya. Jangan khawatir mak, Insya Allah saya punya solusinya di Ralali.com. 😍😍

Ralali.com? Apa itu?

sumber: Ralali.com

#IniSaatnya Tau Ralali.com. Jadi gini, Ralali.com ini merupakan platform belanja kebutuhan bisnis pertama yang ada di Indonesia. Mereka hadir sebagai marketplace online business to business (B2B marketplace) terbesar di negara ini. Tujuannya tentu saja untuk membantu mempermudah para pengusaha UMKM mendapatkan barang langsung dari tangan pertama.

Kalau kita ingin membuka usaha sesuai dengan passion kita, Ralali.com menawarkan solusi bisnis terbaiknya. Tinggal pilih aja kategori bisnis yang ingin kita geluti. FYI, Ralali.com menyediakan 12 kategori produk dan jasa lho.

sumber: Ralali.com

– Food & Beverage

– Automotive & Transportation

– Beauty, Sport & Fashion

– Building Materials

– Computer & Communication

– Electronics

– Furnitures & Decorations

– Health & Medical

– Hotel, Restaurant & Cafe

– Machinary & Industrial Parts

– Office & Store Supplies

– Services

Mengapa Ralali.com?

Selain sebagai online B2B marketplace terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 15.000 pembeli aktif dan pelaku usaha yang memiliki volume pembelian cukup tinggi, Ralali juga memberikan Program Pembinaan Gratis dari para trainer dan praktisi bisnis yang kompeten. Program ini memungkinkan kita sebagai Muslimah preneurs untuk bisa menjual produk kita secara efektif dan efisien.

Bagi para emak atau penjual yang masih kesulitan mengiklankan produknya secara online ataupun offline, tak perlu khawatir mak karena Ralali akan membantu kita mempromosikan produk toko online kita melalui situs Ralali, e-mail, media sosial, dan portal berita Ralali. Selain itu, Ralali juga akan mengiklankan toko online kita secara offline melalui pameran/ bazar, pesta rakyat, dan tentu saja dengan menempatkan iklan di lokasi-lokasi strategis.

Aman nggak bertransaksi di Ralali.com?

Ralali menyediakan rekening bersama/ escrow yang membantu memudahkan setiap proses pembayaran dengan jaminan kemananan dana. Jadi, nggak takut kena PHP dari pembeli ya mak.

Laporan transaksi penjualan yang komprehensif dari Ralali akan disodorkan kepada kita, jadi kita bisa memantau gimana nih performa toko online kita.

Apa lagi, mak?

Oh ya, karena jangkauan Ralali yang meliputi jutaan pelanggan di seluruh Indonesia, Ralali disokong oleh jasa pengiriman terpercaya. Tidak ada lagi pengiriman barang yang tiba-tiba hilang tanpa jejak.

Cara daftar menjadi Seller di Ralali.com gimana?

Mudah, mak. Semudah membalikkan tempe di penggorengan. Gini nih caranya:

sumber: Ralali.com

1. Kunjungi link https://www.ralali.com/seller-registration dan lengkapi formulirnya.

2. Setelah formulir terisi, kita akan mendapatkan e-mail verifikasi.

3. Setelah proses verifikasi pendaftaran, kita akan diarahkan ke seller panel toko online kita. Di situ kita wajib mengisi informasi detail tentang toko kita seperti informasi pembayaran, dan sebagainya.

4. Jangan lupa sertakan foto banner toko online kita, bukan foto selfie mu lho mak. Tujuannya biar terlihat professional. Setelah itu, upload barang dagangan.

5. Tim Ralali akan melakukan verifikasi atas toko online kita. Jika lolos, kita akan mendapatkan e-mail verifikasi toko.

6. Support dari Account Executive akan setia membantu kita berjualan. Kita juga akan mendapatkan informasi kontak yang dapat dihubungi.

7. Last but not least, happy selling ya mak.

Nah, gimana mak? Kurang apa coba Ralali.com? Sssttt…saya sudah mendaftar sebagai seller lho di Ralali, ayo mak tentukan Resolusi Bisnis 2019 mu dengan bergabung di Ralali.com karena Bisnis Itu Gampang.

Barakallahu fiik

Renita Oktavia
<p>A keep-learning mommy who becomes a contributor in estrilook(dot)com.</p>
https://renitaoktavia.com

4 thoughts on “Ingin Menjadi Muslimah Preneur? Mulai Saja Dari Sini

  1. Asyiik domain baru. Makin keren blognya Mbak. Tertarik juga pengen jadi muslimah preneur, dan yang penting memang kita harus perhatikan adab2nya ya Mbak😊

    Ralali memang kece deh, memudahkan kita untuk berbisinis😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top