November 30, 2018

Musik Klasik Bisa Mencerdaskan? Mitos Atau Fakta?

Musik klasik mencerdaskan otak

Bismillah
Sebagian manusia, bahkan kaum Muslimin, percaya bahwa musik, khususnya musik klasik mampu meningkatkan kecerdasan anak. Mereka juga percaya bahwa musik dapat digunakan sebagai obat. Tak ayal, mereka pun berbondong-bondong menjejali bayi mereka dengan musik, bahkan sebelum bayi-bayi itu dilahirkan.
Sejumlah peneliti Mozart Effect, fokus pada penelitian apakah dampak musik klasik ini cukup signifikan dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak. Bahkan penelitian ini telah di-publish di US Journal Intelligence. Hasilnya, tidak ada sesuatu pun yang bisa mendongkrak kemampuan kognitif seseorang setelah mendengarkan musik klasik.
Berita buruknya lagi, seorang psikolog asal Emory University meletakkan Mozart Effect ini di urutan keenam dalam bukunya yang berjudul 50 Mitos Paling Populer. Dia juga berpendapat bahwa klaim musik klasik bisa membantu mencerdaskan otak adalah legenda belaka. [1]
Kesimpulannya? Selama ini kita tertipu! Parahnya lagi, ternyata musik bisa menyebabkan seseorang depresi dan melakukan kesenangan sesaat. Saya ambil contoh, tentu sebagian dari kita pernah merasakan sakitnya putus cinta. Lalu biasanya kita akan mengunci diri di kamar dan mendengarkan musik. Kira-kira, apakah kita akan mendapatkan solusi dari kejadian yang menimpa kita? Tidak percaya bahwa musik bisa memperparah keadaan seseorang yang sudah terpuruk?


Simak beritanya:
Sebagaimana kita tahu, bahwa hukum musik adalah haram. Hal ini tertuang dalam hadits:

Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari)

Kata “yang akan menghalalkan” di sini berarti hukum asal musik adalah haram. Lalu sebagian manusia pun menghalalkannya. [2]
Bagaimana jika berobat dengan musik?

Ada sebagian orang yang katanya menjadi lebih tenang ketika mendengarkan musik. Musik itu bukan obat, tapi dia adalah penyebab penyakit hati karena ia melalaikan. Orang yang terbiasa mendengarkan musik, hatinya akan merasa sulit untuk menerima nasehat, mendengarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Jika musik bukan obat, lalu apa yang bisa menenangkan hati saat gegana (baca: gelisah, galau, merana)?
Al-Qur’an Sebagai Obat Penenang Jiwa

Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar/kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)


Sudah jelas kan? Coba deh saat lagi galau, dengerin murottal, pasti hati akan lebih nyesss adem. Saya sendiri pernah membuktikan, jadi ketika saya bicara seperti ini, bukan berarti saya hanya sekedar ngomong. Pernah suatu waktu, saya dihadapkan pada masalah yang menurut saya menguras air mata. Bahkan dalam shalat pun, saya menangis. Sampai akhirnya, saya tidak kuat, dan saya membaca Al-Qur’an. Saya coba untuk membaca dan memahami terjemahannya. Dan Masya Allah, hati saya menjadi tenang biidznillah. Saya pun terus membaca sampai merasa lelah.
Solusi apa agar anak cerdas?


Ingin Anak Cerdas? Bacakan Al-Qur’an
Lagi-lagi saya akan menyampaikan bahwa segala sesuatunya di dunya ini telah diatur oleh Allah. Kita hanya perlu memahami Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa harus berkiblat sepenuhnya dengan Barat.
Saya teringat kisah batita di Aljazair yang bisa menghafal Al-Qur’an ketika berusia tiga tahun. Kata yang pertama kali keluar dari mulutnya ketika mulai berbicara adalah Surat Al-Kahfi. Ternyata, ibunda Abdurrahman ini rajin membaca QS. Al Kahfi selama kehamilannya. Masya Allah.
Apakah kita bisa melakukannya? Insya Allah bisa. Rajinlah membaca Al-Qur’an ketika memasuki masa kehamilan, muraja’ah hafalan kita, Insya Allah bayi dalam kandungan akan meresponnya dengan baik. Yang perlu diingat, tidak ada pengkhususan dalam membaca Al-Qur’an selama kehamilan, misal hanya membaca QS. Yusuf. Baca saja keseluruhan AL-Qur’an. Insya Allah itu lebih baik.
Jadi, wahai Muslimah, dengan apa kau didik anakmu? Dengan musik klasik atau Al-Qur’an, kalam Rabb-mu? Choice is yours.

Barakallahu fiik


Referensi:
1. Artikel Tempo
2. Artikel MuslimAfiyah

SHARE:
Fiqih 0 Replies to “Musik Klasik Bisa Mencerdaskan? Mitos Atau Fakta?”