Selasa, Februari 19, 2019
Fiqih Kisah

Diusir Karena Ganteng!

Bismillah
Ada yang tahu Omar Borkan Al Gala? Saya yakin seluruh kaum hawa mengetahuinya. Omar Borkan Al Gala, seorang model, aktor, dan penyair dari Dubai yang diusir dari Saudi Arabia hanya karena wajah gantengnya yang gak ketulungan. Jadi saking gantengnya, dia lalu dipulangkan ke negara asalnya.
 
Pemulangan kembali Omar Borkan ke negara asalnya bukan tanpa alasan. Otoritas setempat tentunya ingin melindungi warganya -terutama kaum hawa- agar tidak terfitnah dengan sosok satu itu. Dalam ilmu ushul fiqih ada istilah yang disebut saddu dzarai’ yaitu melarang suatu hal yang zahirnya adalah boleh jika hal tersebut menjadi sarana terjadinya hal yang haram. Omar Borkan boleh-boleh saja untuk berkunjung ke Saudi, tapi karena kehadirannya bisa menjadi sarana terjadinya hal yang haram seperti fantasi yang tidak-tidak misalnya, maka dilaranglah ia.
Tahukah Sobat bahwa di zaman Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah mengusir seorang pemuda karena terlalu ganteng?
Disebutkan bahwa Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah berjalan mengelilingi lorong Madinah dan mendengar seorang wanita bersenandung sya’ir seraya berdesah :
 
هل من سبيل إلى خمر فأشربها *
* هل من سبيل إلى نصر بن حجاج
 
Duhai adakah jalan yang menyampaikanku kepada minuman keras lalu aku meneguknya ** 
Duhai apakah ada sarana untuk sampai dan mendapatkan Nashir bin Al-Hajjaj ”.
Lalu Umar memanggil dan minta didatangkan pemuda yang bernama Nashir bin Al-Hajjaj dan dia adalah
seorang pemuda yang teramat tampan, maka Umar pun mencukur rambutnya akan tetapi pemuda ini semakin tampan dan Umar-pun mengasingkannya ke Bashrah agar tidak menimbulkan fitnah di kalangan para wanita Madinah saat itu.
Kisah ini banyak diriwayatkan oleh para ulama seperti As-Samaani, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Muflih, dan lain-lain.
Apa tujuan dibalik pengusiran tersebut? Ibnu Taimiyah berkata,
“Pengasingan ini bukan karena dosa yang telah ia perbuat, juga bukan karena kekejian yang layak mendapatkan hukuman, akan tetapi karena menimbulkan fitnah di kalangan para wanita. Lalu diperintahkanlah untuk menghilangkan ketampanannya yang di situlah letak penyebab timbulnya fitnah; dan sesungguhnya pengasingannya dari tanah kelahirannya akan melemahkan cita-cita, angan-angan, dan badannya; dan dia akan diketahui banyak orang bahwa ia sedang dihukum. Masalahnya adalah adanya kekhawatiran akan timbulnya kekejian sebelum terjadinya perbuatan mesum, bukan sekedar pemberian sangsi belaka.” (Majmu Al Fatawa, 15/313)
 
Gimana? Sudah siapkah Anda diusir karena ganteng?
 
 
Photo credit:
murphyandcompany.com
Renita Oktavia
<p>Ibu dari seorang batita</p>
https://renitaoktavia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top